• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Misteri Kematian Ikan Jatiluhur: Upwelling dan Hilangnya Oksigen

Hendra by Hendra
23 Januari 2026 - 20:28
in berita
0

Kabar duka menyelimuti para petani ikan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Fenomena alam yang dikenal sebagai upwelling, atau naiknya massa air dingin dari dasar waduk, kembali memicu kematian massal ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Dampak kejadian ini kian meluas, bahkan telah mencapai wilayah Sukatani.

Penyebab Kematian Massal Ikan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Purwakarta selama hampir sepekan terakhir menjadi salah satu faktor utama penyebab tragedi ini. Curah hujan tinggi, ditambah dengan keberadaan eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan waduk, menyebabkan minimnya kadar oksigen terlarut dalam air. Kondisi ini sangat mematikan bagi ikan, terutama ikan nila dan mas yang menjadi komoditas utama di KJA Waduk Jatiluhur.

Menurut keterangan dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta, fenomena upwelling merupakan proses alami. Air dingin dari dasar waduk naik ke permukaan karena adanya percampuran suhu akibat hujan deras dan kurangnya sinar matahari. Air dingin ini membawa serta kadar oksigen yang rendah, sehingga ikan menjadi lemas dan akhirnya mati.

Luasnya Dampak Kematian Ikan

Kematian ikan di KJA Waduk Jatiluhur tidak hanya terjadi di satu lokasi. Berdasarkan hasil monitoring sementara, wilayah yang terdampak meliputi:

  • Kawasan Jatiluhur
  • Ubruk
  • Tanggul Kayat
  • Sebagian wilayah Sukasari
  • Citerbang, Kecamatan Sukatani (laporan terbaru)

Tim dari Diskanak Purwakarta telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan survei lokasi guna mendapatkan data yang lebih akurat.

Jenis dan Usia Ikan yang Terdampak

Jenis ikan yang paling banyak terdampak adalah ikan mas dan nila. Usia ikan yang mati bervariasi, mulai dari benih hingga ukuran yang hampir siap panen. Namun, sebagian besar ikan yang mati masih berusia muda, sekitar satu hingga satu setengah bulan. Padahal, normalnya ikan baru bisa dipanen setelah berumur dua setengah hingga tiga bulan.

Baca Juga  Dugaan Sindiran Donasi Banjir: Harta Anggota DPR RI Disorot

Antisipasi dan Imbauan

Sebenarnya, Diskanak Purwakarta telah mengantisipasi potensi kejadian ini dengan menerbitkan surat imbauan kepada para petani KJA sejak bulan Agustus dan diperkuat kembali pada bulan Desember.

Dalam surat imbauan tersebut, petani diminta untuk:

  • Mengurangi penebaran ikan
  • Mempercepat proses panen untuk menghindari periode hujan tinggi

Kerugian Ekonomi yang Mengkhawatirkan

Waduk Jatiluhur memiliki sekitar 43.000 petak KJA. Dengan jumlah KJA yang begitu besar, kematian massal ikan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi para petani budidaya ikan air tawar di Purwakarta.

Salah seorang petani KJA di Waduk Jatiluhur, Roni, mengaku mengalami kerugian besar akibat kematian ikan yang terjadi secara tiba-tiba di kolamnya.

“Di kolam saya saja yang mati hampir satu ton. Kejadiannya baru semalam, tapi di blok lain sudah dari dua hari lalu,” ungkap Roni.

Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp100 juta. Di lokasi kolamnya, terdapat sekitar 32 petak KJA yang terdampak.

Monitoring Intensif dan Pendataan Kerugian

Diskanak Purwakarta kini melakukan monitoring intensif di seluruh petak KJA yang berjumlah sekitar 43.000 petak. Tujuannya adalah untuk mendata secara akurat total kerugian ekonomi yang dialami oleh para petani. Angka kerugian diperkirakan akan sangat fantastis mengingat luasnya dampak dan banyaknya ikan yang mati.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta diharapkan dapat segera memberikan solusi dan bantuan kepada para petani KJA yang mengalami kerugian akibat bencana upwelling ini. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar para petani dapat segera bangkit dan kembali menjalankan usahanya. Selain itu, perlu ada upaya jangka panjang untuk mengatasi masalah upwelling dan meningkatkan kualitas air di Waduk Jatiluhur agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Juga  Kasus Ini Terungkap, Ini yang Diketahui Sejauh Ini: Fakta Terbaru dan Penjelasan Lengkap
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

berita

John Herdman Bongkar Alasan Pilih Kapten Baru Timnas Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2026 - 17:08
KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana
berita

KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana

3 Juni 2026 - 16:39
Ketegangan AS-Iran: Ancaman Nyata Bagi Kenaikan Harga Minyak Dunia
berita

Ketegangan AS-Iran: Ancaman Nyata Bagi Kenaikan Harga Minyak Dunia

3 Juni 2026 - 14:41
Konflik Timur Tengah Mengancam Rute Perdagangan Dunia: Dampak dan Solusi
berita

Konflik Timur Tengah Mengancam Rute Perdagangan Dunia: Dampak dan Solusi

3 Juni 2026 - 14:12
Hamas: Israel Sengaja Tunda dan Langgar Kesepakatan
berita

Ledakan Bom Perang Dunia II di Papua: Puluhan Warga Terluka Akibat Temuan Mematikan

3 Juni 2026 - 11:45
Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan
berita

Mutasi Besar Polri: Daftar Kombes yang Resmi Bergeser Jabatan

3 Juni 2026 - 08:48
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54

John Herdman Bongkar Alasan Pilih Kapten Baru Timnas Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2026 - 17:08
KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana

KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana

3 Juni 2026 - 16:39
Jokowi dan SBY Absen Upacara Pancasila, Publik Bertanya-tanya: Ada Apa?

Jokowi dan SBY Absen Upacara Pancasila, Publik Bertanya-tanya: Ada Apa?

3 Juni 2026 - 16:09
KPK Geledah 20 Petinggi Forwarder: Dalami Kasus Korupsi Bea Cukai

KPK Geledah 20 Petinggi Forwarder: Dalami Kasus Korupsi Bea Cukai

3 Juni 2026 - 15:40
Kasus Dugaan Penggelapan Viral: Korban Ungkap Kerugian Miliaran Rupiah

Kasus Dugaan Penggelapan Viral: Korban Ungkap Kerugian Miliaran Rupiah

3 Juni 2026 - 15:11

Pilihan Redaksi

John Herdman Bongkar Alasan Pilih Kapten Baru Timnas Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2026 - 17:08
KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana

KPK Dalami Dugaan Korupsi Impor: Pejabat Diperiksa Terkait Aliran Dana

3 Juni 2026 - 16:39
Jokowi dan SBY Absen Upacara Pancasila, Publik Bertanya-tanya: Ada Apa?

Jokowi dan SBY Absen Upacara Pancasila, Publik Bertanya-tanya: Ada Apa?

3 Juni 2026 - 16:09
KPK Geledah 20 Petinggi Forwarder: Dalami Kasus Korupsi Bea Cukai

KPK Geledah 20 Petinggi Forwarder: Dalami Kasus Korupsi Bea Cukai

3 Juni 2026 - 15:40
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.