Evaluasi Menyeluruh Terhadap Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026
MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan penelusuran internal terkait polemik penjurian Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat yang viral di media sosial. Hal ini dilakukan setelah ramainya sorotan publik mengenai perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta dalam salah satu sesi lomba.
Pernyataan resmi dari MPR RI menunjukkan bahwa pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta yang menjadi perdebatan publik.
LCC Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan sarana pembelajaran nilai kebangsaan dan penguatan pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini selama ini rutin dilaksanakan di berbagai daerah sebagai ruang edukasi sekaligus pengembangan karakter generasi muda.
Evaluasi Mekanisme Penilaian
MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba agar kegiatan serupa ke depan berjalan lebih baik dan transparan. Evaluasi tersebut meliputi mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.
“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis pernyataan itu.
MPR RI pun menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah, dan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI. MPR RI menegaskan masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang edukatif dan berintegritas.
Sekretariat Jenderal MPR RI juga mengimbau seluruh pihak tetap menjaga suasana kondusif dan menghormati seluruh peserta didik.
SMAN 1 Pontianak Minta Klarifikasi
Sementara itu, akun resmi SMAN 1 Pontianak turut mengunggah pernyataan resmi berisi permohonan konfirmasi dan klarifikasi kepada penyelenggara LCC 4 Pilar Kalimantan Barat. Dalam pernyataannya, SMAN 1 Pontianak menilai terdapat kesamaan substansi jawaban antara tim mereka dan tim SMAN 1 Sambas, tetapi hanya satu pihak yang dianggap benar oleh dewan juri.
Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan kurangnya fokus dewan juri dalam proses penilaian yang dinilai dapat memengaruhi objektivitas hasil lomba. SMAN 1 Pontianak juga menyinggung adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai sebelum keputusan diambil.
“Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban,” tulis pernyataan tersebut.
Melalui unggahan itu, pihak sekolah meminta penyelenggara memberikan konfirmasi resmi terkait temuan yang mereka sampaikan, menjelaskan dasar pengambilan keputusan dewan juri secara transparan, serta melakukan evaluasi terhadap proses penilaian demi menjaga integritas dan sportivitas kegiatan LCC 4 Pilar di masa mendatang.



















