Ribuan Penumpang Selamat Sampai Tujuan Berkat Program Mudik Gratis Lintas Provinsi
Sebuah upaya koordinasi lintas provinsi yang luar biasa berhasil menyelamatkan ratusan warga dari kesulitan mudik. Sebanyak 302 penumpang yang semula terancam tidak bisa pulang kampung kini dapat kembali ke Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula berkat program mudik gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Inisiatif ini disambut hangat karena membebaskan para penumpang dari biaya tiket yang seharusnya mencapai Rp 500 ribu per orang.
Para penumpang yang beruntung ini merupakan bagian dari jadwal keberangkatan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 57 dengan rute Kendari-Taliabu-Sula. Sebelumnya, situasi menjadi genting ketika tiket kapal tersebut habis, meninggalkan ratusan calon penumpang tanpa harapan untuk pulang mudik. Kondisi ini memicu reaksi cepat dari berbagai pihak.
Perjuangan Anggota DPRD Berujung Solusi
Titik terang muncul setelah anggota DPRD Maluku Utara dari daerah pemilihan Pulau Taliabu, Mislan Syarif, melakukan perjuangan yang membuahkan hasil. Melalui rapat koordinasi intensif yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom pada Sabtu, 14 Maret 2026, antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, sebuah solusi konkret pun tercipta.
Koordinasi lintas provinsi ini tidak hanya menghasilkan keputusan, tetapi juga memberikan kelegaan bagi 302 penumpang yang sebelumnya harus diturunkan dari kapal karena tiket telah habis dan tidak memiliki tiket untuk mudik. Mereka kini diberangkatkan tanpa dikenakan biaya tiket yang semula membebani.
Program Mudik Gratis: Bentuk Perhatian Pemerintah
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap warganya yang berada di Kota Kendari dan sekitarnya. Program ini adalah hasil dari rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan penting.
Pihak-pihak yang terlibat dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:
* Sashabila Mus, Bupati Pulau Taliabu.
* Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara.
* Ketua Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026.
* Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
* Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara.
* Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara.
* Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu.
* Perwakilan Lanal Kendari.
* Perwakilan Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara.
* Perwakilan PT Pelindo Terminal Petikemas Kendari.
* Perwakilan PT Uki Raya Lines.
* Perwakilan calon penumpang.
“Seluruh tiket perjalanan mudik telah ditanggung oleh Pemprov Maluku Utara bersama Pemkab Taliabu sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam membantu warga agar dapat pulang ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” ujar Sashabila Mus pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Rincian Pemberangkatan dan Tujuan Penumpang
Hasil dari rapat koordinasi tersebut menyepakati pemberangkatan 302 orang penumpang secara gratis menggunakan kapal milik PT Uki Raya Lines dengan tujuan akhir Pulau Taliabu. Rincian tujuan para penumpang tersebut adalah sebagai berikut:
- 232 orang tujuan Bobong
- 14 orang tujuan Lede
- 29 orang tujuan Tikong
- 4 orang tujuan Jorjoga
- 23 orang tujuan Falabisahaya
- 3 orang tujuan Sanana
Program mudik gratis ini dijadwalkan untuk berangkat pada hari Minggu, 15 Maret 2026, tepatnya pukul 17.00 WITA dari Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara. Rute pelayaran yang akan ditempuh adalah Kendari-Bobong-Lede-Tikong-Jorjoga-Falabisahaya.
“Perjalanan kapal diperkirakan menempuh waktu sekitar 18 jam, pelayaran hingga tiba di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu,” tutur Sashabila Mus.
Solusi Keterbatasan Kapasitas Angkutan Laut
Sashabila Mus menambahkan bahwa mayoritas penumpang yang mengikuti program mudik gratis ini berasal dari Pulau Taliabu. Menurutnya, program ini menjadi solusi efektif atas keterbatasan kapasitas angkutan laut yang seringkali menjadi kendala menjelang periode mudik Lebaran.
Pemerintah berharap program mudik gratis ini tidak hanya membantu warga yang berada di perantauan untuk pulang ke kampung halaman dengan lebih mudah, tetapi juga dapat mempererat kebersamaan antarwarga menjelang perayaan hari besar keagamaan. Inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan warganya dapat merayakan momen penting bersama keluarga tercinta tanpa terhalang oleh kendala transportasi.



















