Nelayan yang Hilang Seminggu di Laut Akhirnya Ditemukan Selamat
Kotabaru, Kalimantan Selatan – Sebuah kisah dramatis berakhir bahagia. Ridwan (71), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah berjuang bertahan hidup di lautan selama sepekan. Warga yang akrab disapa Papa Ombo ini ditemukan terombang-ambing di tengah samudera sebelum akhirnya diselamatkan oleh para nelayan asal Sulawesi di Perairan Selat Makassar.
Penemuan ini membawa kelegaan luar biasa bagi keluarga Ridwan. Dalam sebuah rekaman video yang dibagikan, terlihat momen haru ketika anggota keluarga Ridwan terhubung melalui panggilan video dengan korban. Di layar, Ridwan tampak duduk di atas kapal nelayan Sulawesi, sementara perahu miliknya yang terseret ditarik menuju tepian. Tangis bahagia tak terbendung pecah di rumah, menyaksikan orang tercinta mereka kembali setelah dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi kabar gembira ini. Menurutnya, informasi mengenai ditemukannya Ridwan pertama kali diterima oleh pihak keluarga pada hari Senin, 2 Maret 2026, yang kemudian segera meneruskan kabar tersebut.
Proses evakuasi Ridwan beserta kapalnya dilakukan dengan menarik perahu tersebut menuju daerah Pamboang, Pelabuhan Palipi, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Saat ini, pihak keluarga tengah berkoordinasi untuk mengatur kepulangan Ridwan ke rumahnya.
“Sejak ada titik terang ini, operasi pencarian kami usulkan untuk ditutup,” ujar Sudayana pada hari Selasa, 3 Maret 2026. Ia juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keselamatan Ridwan, serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah dalam upaya pencarian.
Upaya Pencarian yang Intensif
Operasi pencarian Ridwan melibatkan berbagai elemen penting, menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai instansi dan masyarakat. Pihak-pihak yang terlibat dalam pencarian antara lain:
- Pos SAR Kotabaru (Basarnas)
- Pos TNI AL Sekapung
- Satpolair Polres Kotabaru
- Nelayan setempat
- Masyarakat umum
- Keluarga korban
Penyisiran area pencarian dilakukan secara intensif dan terstruktur. Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB) dan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) pendukung lainnya. Area pencarian bahkan diperluas hingga mencapai radius 20 Nautical Mile (NM) dari titik terakhir korban dilaporkan hilang. Upaya pencarian ini telah dimulai sejak Ridwan dilaporkan menghilang pada tanggal 24 Februari 2026. Kegigihan dan dedikasi tim gabungan inilah yang akhirnya membuahkan hasil manis dengan ditemukannya Ridwan dalam keadaan selamat.
Kisah Ridwan menjadi pengingat akan ketangguhan manusia dalam menghadapi alam serta pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam situasi darurat. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan meningkatkan kesadaran akan keselamatan bagi para nelayan yang beraktivitas di laut.

















