• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Nyesek, Kisah Ngasirah, Ibu RA Kartini yang Jadi Selir Aturan Kolonial

Hidayat by Hidayat
28 April 2026 - 13:20
in Nasional
0

Latar Belakang Keluarga Ngasirah

Ngasirah, yang dikenal sebagai ibu dari Raden Ajeng Kartini, memiliki latar belakang keluarga yang sederhana namun religius. Ia lahir dengan nama lengkap Mas Ajeng Ngasirah dan merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah serta Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang kental akan nilai-nilai agama dan adat istiadat. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan formal seperti para priyayi pada masa itu, ia memperoleh pengetahuan tentang agama dan tata krama langsung dari orang tuanya.

Pernikahan dengan Sosroningrat

Pada tahun 1872, Ngasirah menikah dengan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang saat itu menjabat sebagai Wedana Mayong. Awalnya, pernikahan ini berjalan harmonis dan membawa mereka pada kehidupan yang relatif tenang. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai delapan anak, termasuk Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara. Kelahiran Kartini disambut dengan tradisi kenduri bubur merah dan putih, sebuah simbol doa dan harapan bagi keluarga.

Perubahan Status Akibat Aturan Kolonial

Kehidupan Ngasirah mengalami perubahan drastis ketika suaminya diangkat menjadi Bupati Jepara. Saat itu, pemerintah kolonial Hindia Belanda menerapkan aturan bahwa seorang bupati harus memiliki istri dari kalangan bangsawan. Karena Ngasirah bukan keturunan ningrat, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat kemudian menikah lagi dengan Raden Adjeng Woejan, yang memiliki garis keturunan bangsawan dari Madura.

Akibatnya, status Ngasirah turun menjadi selir. Meskipun ia adalah istri pertama dan ibu dari delapan anak, ia tidak lagi dianggap sebagai pasangan resmi dalam sistem pemerintahan saat itu.

Tekanan Tradisi Feodal

Sebagai seorang selir, Ngasirah harus menjalani berbagai aturan yang sangat menyakitkan. Ia tidak diperbolehkan tinggal di rumah utama kabupaten dan hanya ditempatkan di area belakang pendapa. Selain itu, ia diwajibkan memanggil anak-anaknya sendiri dengan sebutan “ndoro”, sedangkan anak-anaknya harus memanggilnya dengan sebutan “Yu”, yang biasanya digunakan untuk menyebut abdi dalem perempuan.

Baca Juga  Pengantin Baru, Permintaan Terakhir Sopir Tangki Tewas dalam Adu Kambing vs Bus ALS

Situasi ini mencerminkan kuatnya sistem feodal yang berlaku pada masa itu, di mana status sosial menentukan cara perlakuan dalam keluarga. Hal ini juga menjadi cerminan betapa kerasnya struktur sosial yang mengabaikan hak-hak perempuan.

Hubungan dengan Kartini dan Penolakan terhadap Ketidakadilan

Meski hidup dalam tekanan, hubungan antara Ngasirah dan Kartini tetap erat. Kartini lebih sering tinggal bersama ibunya dan menolak mengikuti aturan yang merendahkan posisi Ngasirah. Ia juga memberikan syarat sebelum menikah, yaitu agar ibunya diperbolehkan masuk ke pendopo sebagai bentuk penghormatan.

Pengalaman melihat penderitaan ibunya turut membentuk pemikiran kritis Kartini terhadap praktik poligami dan ketidakadilan terhadap perempuan. Dalam surat-suratnya kepada Stella Zeehandelaar, Kartini mengungkapkan penolakannya terhadap poligami dan menggambarkan penderitaan perempuan yang harus menerima kehadiran istri lain dalam rumah tangga.

Cerita yang Menggambarkan Ketidakadilan Perempuan

Kisah hidup Ngasirah bukan hanya sekadar cerita keluarga, tetapi juga menjadi potret nyata kondisi perempuan pada masa kolonial. Perubahan statusnya dari istri menjadi selir menunjukkan bagaimana aturan sosial dapat mengabaikan perasaan dan hak perempuan. Dari kisah inilah semangat perjuangan Kartini terhadap kesetaraan perempuan semakin kuat. Sosok Ngasirah pun menjadi bagian penting, meski sering terlupakan, dalam lahirnya pemikiran besar tentang emansipasi wanita di Indonesia.

Tags: aturankartinikolonialnasionalngasirah,nyesek,
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Kemenkes Luncurkan Program Vaksinasi Gratis Nasional untuk Lansia: Simak Selengkapnya
Berita Utama

Kemenkes Luncurkan Program Vaksinasi Gratis Nasional untuk Lansia: Simak Selengkapnya

16 Juni 2026 - 21:52
Atlet Kepri Siap Tampil Maksimal di Kejuaraan Nasional 2026: Persiapan, Target Medali, dan Harapan
Headline Kepri

Atlet Kepri Siap Tampil Maksimal di Kejuaraan Nasional 2026: Persiapan, Target Medali, dan Harapan

15 Juni 2026 - 14:59
Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Rosan Paparkan Fakta Meningkatnya Kepercayaan Global terhadap Indonesia
Nasional

Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Rosan Paparkan Fakta Meningkatnya Kepercayaan Global terhadap Indonesia

15 Juni 2026 - 10:02
Seskab Teddy Unggah Video Bersih-Bersih Pascaaksi, Pastikan Fasilitas Publik Siap Kembali Dipakai Warga
Nasional

Seskab Teddy Unggah Video Bersih-Bersih Pascaaksi, Pastikan Fasilitas Publik Siap Kembali Dipakai Warga

15 Juni 2026 - 09:02
BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Ini Lima Tuntutannya
Nasional

Demo Besar-Besaran Tuntut Presiden Mundur, Warga Mengaku Lelah Hidup Menderita

14 Juni 2026 - 10:39
Imigrasi dan Timpora Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing: Kebijakan Terkini, Tujuan, dan Dampaknya
Hukrim

Imigrasi dan Timpora Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing: Kebijakan Terkini, Tujuan, dan Dampaknya

14 Juni 2026 - 08:59
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Program Vaksinasi Lansia Nasional Kemenkes: Peluncuran di Medan dan Dampak Viral Media Sosial

Program Vaksinasi Lansia Nasional Kemenkes: Peluncuran di Medan dan Dampak Viral Media Sosial

16 Juni 2026 - 23:59
Starling Assault Charge: Detective’s Betrayal

Starling Assault Charge: Detective’s Betrayal

16 Juni 2026 - 23:59
Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Juni 2026: Cinta & Keuangan

Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Juni 2026: Cinta & Keuangan

16 Juni 2026 - 23:47
Tragic Toddler’s Oregon Escape: Dad Watched Helplessly

Tragic Toddler’s Oregon Escape: Dad Watched Helplessly

16 Juni 2026 - 23:21
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.