No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Opini: Pajak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Wafaul by Wafaul
24 April 2026 - 05:10
in Nasional
0



JAKARTA – Krisis ekonomi global terus menghantui perekonomian dunia. Pemicu utama dari goncangan ini adalah lonjakan harga minyak mentah yang mencapai sekitar US$99,64 per barel serta kenaikan harga energi. Selain itu, gangguan pada rantai pasokan juga berkontribusi pada situasi ini, terutama akibat perang antara Iran dan Israel.

Masalah ini menyebabkan inflasi yang tinggi di berbagai negara, termasuk di negara-negara barat yang terus meningkatkan anggaran pertahanan. Hal ini berdampak pada stagflasi, yaitu kombinasi antara stagnasi ekonomi dan inflasi. Wilayah Timur Tengah juga menghadapi risiko ekonomi yang serius, dengan potensi kelangkaan pasokan global akibat gangguan jalur pelayaran strategis.

Namun, ada pendapat yang mengatakan bahwa krisis ekonomi bukan sepenuhnya disebabkan oleh faktor eksternal seperti globalisasi. Beberapa ekonom berpendapat bahwa penyebabnya adalah struktur ekonomi yang lemah dan tidak efisien. Dengan kata lain, kerusakan ekonomi negara-negara tersebut lebih disebabkan oleh kelemahan internal daripada cacat globalisasi.

Dalam konteks ekonomi, semua variabel saling terkait seperti mata rantai yang saling mengikat satu sama lain. Teori Sistem Dunia (World Systems Theory) yang dikembangkan oleh Immanuel Wallerstein menjelaskan bagaimana ekonomi global memengaruhi struktur ekonomi nasional. Dalam situasi saat ini, kekacauan ekonomi nasional sangat berkaitan dengan kekacauan global.

Contohnya, jika Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi, hal ini akan berdampak pada negara-negara berkembang. Modal asing cenderung keluar dari negara berkembang, sehingga nilai tukar melemah dan utang luar negeri menjadi lebih berat. Banyak negara mengalami kesulitan dalam membayar utang luar negeri, seperti Sri Lanka dan Argentina.

Fluktuasi harga komoditas seperti minyak, batu bara, dan pangan yang naik atau turun secara tajam disebabkan oleh faktor-faktor global. Negara-negara eksportir akan diuntungkan saat harga naik, tetapi rentan saat harga turun.

Baca Juga  Dishub Sulteng: Angkutan Desa, Kunci Distribusi Hasil Bumi

DAMPAK PERPAJAKAN

Target penerimaan pajak dalam APBN 2026 ditetapkan senilai Rp2.357,7 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 13,5% dibandingkan outlook 2025. Target ini didukung oleh optimalisasi Coretax dan pertukaran data. Namun, di tengah lonjakan harga energi dan konflik global, situasi perekonomian nasional akan sangat terpengaruh.

Perusahaan-perusahaan dalam negeri akan mengalami guncangan ketika ekonomi makro dan internasional melemah. Pendapatan perusahaan akan menurun, yang otomatis akan menekan pendapatan pajak penghasilan perusahaan (PPh Badan). Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menyusul, sehingga jumlah karyawan menurun dan pajak penghasilan atas karyawan (PPh 21) tergerus. Selain itu, daya beli masyarakat akan melemah, yang berdampak pada penurunan pajak pertambahan nilai (PPN).

Dari kondisi ini, target penerimaan pajak 2026 rasanya akan sulit dicapai. Oleh karena itu, diperlukan respons pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak melalui insentif pajak dan penurunan tarif pajak jika memungkinkan.

Teori Kurva Laffer menjelaskan bahwa jika pajak terlalu tinggi, orang tidak mau berinvestasi. Namun, jika pajak diturunkan secara tepat, aktivitas ekonomi akan meningkat, basis pajak melebar, dan penerimaan pajak naik. Contohnya, penurunan pajak UMKM dari 1% menjadi 0,5% membuat lebih banyak pelaku usaha mau membayar pajak dengan baik, sehingga basis pajak dan penerimaan pajak meningkat.

Sedangkan teori supply side economics menciptakan insentif pajak dengan pemotongan pajak, yang akan mendorong investasi, produksi, dan lapangan kerja. Contoh nyata terjadi di Amerika Serikat pada era Presiden Ronald Reagan, di mana pajak diturunkan pada 1980-an, sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi meningkat, dan penerimaan pajak ikut naik. Jika perlu, pemerintah bisa memberikan tax holiday di beberapa sektor industri agar mereka bisa maju dan berkembang, sehingga menyerap tenaga kerja.

Baca Juga  Kadin Desak Prabowo: Hentikan Impor Mobil India, Selamatkan Industri Lokal

KEBUTUHAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Di luar sektor perpajakan, Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peran pemerintah harus lebih besar dalam mendorong sektor riil, mengingat sumber daya alam dan manusia melimpah. Dengan bermodalkan SDM dan SDA, Indonesia dapat mengikuti peta jalan perekonomian sektor riil seperti Cina dan India.

Selain itu, pemerintah perlu proaktif membenahi semua sektor yang mendukung industri berbasis pasar ekspor. Caranya dengan memberi stimulus infrastruktur yang memadai di sektor ini. Membantu sektor usaha kecil akan mendorong terciptanya perekonomian nasional yang kuat, karena hampir 63% UMKM menjadi kontributor pendapatan domestik bruto (PDB).

Semua upaya dan stimulus perlu dilakukan pemerintah guna mengatasi melemahnya perekonomian di tengah kecamuk geopolitik, karena semuanya akan berdampak pada penerimaan pajak dan kesejahteraan rakyat.

Tags: ekonomiketidakpastiannasionalopini:tengah
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur
Nasional

Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur

24 April 2026 - 05:29
Mengapa Pertamax Turbo Naik Jadi Rp19.400, Ini Penjelasan Menteri ESDM
Nasional

Mengapa Pertamax Turbo Naik Jadi Rp19.400, Ini Penjelasan Menteri ESDM

24 April 2026 - 04:50
Fakta Mengejutkan: Sisilah RA Kartini Ternyata Keturunan Majapahit!
Nasional

Fakta Mengejutkan: Sisilah RA Kartini Ternyata Keturunan Majapahit!

24 April 2026 - 04:31
BNI Janjikan Kembalikan Dana Gereja Katolik Aek Nabara Rp 28 M, Denny Sumargo Menangis: Tuhan Jawab
Nasional

BNI Janjikan Kembalikan Dana Gereja Katolik Aek Nabara Rp 28 M, Denny Sumargo Menangis: Tuhan Jawab

24 April 2026 - 03:33
Harga Baru Tabung Elpiji di Setiap Provinsi, Pemerintah Naikkan
Nasional

Harga Baru Tabung Elpiji di Setiap Provinsi, Pemerintah Naikkan

24 April 2026 - 03:14
Segera perbaiki setelah membentak anak dengan 3 langkah ini
Kesehatan

Segera perbaiki setelah membentak anak dengan 3 langkah ini

24 April 2026 - 02:55
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Ancol perluas lahan 65 hektar untuk kembangkan wisata

Ancol perluas lahan 65 hektar untuk kembangkan wisata

24 April 2026 - 06:27
Kode Redeem Mobile Legends April 2026, Klaim Bundle Gratis!

Kode Redeem Mobile Legends April 2026, Klaim Bundle Gratis!

24 April 2026 - 06:07
KFC Indonesia (FAST) Alami Kerugian Rp369 Miliar di 2025, Turun 53,7%

KFC Indonesia (FAST) Alami Kerugian Rp369 Miliar di 2025, Turun 53,7%

24 April 2026 - 05:48
Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur

Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur

24 April 2026 - 05:29
Opini: Pajak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Opini: Pajak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

24 April 2026 - 05:10

Pilihan Redaksi

Ancol perluas lahan 65 hektar untuk kembangkan wisata

Ancol perluas lahan 65 hektar untuk kembangkan wisata

24 April 2026 - 06:27
Kode Redeem Mobile Legends April 2026, Klaim Bundle Gratis!

Kode Redeem Mobile Legends April 2026, Klaim Bundle Gratis!

24 April 2026 - 06:07
KFC Indonesia (FAST) Alami Kerugian Rp369 Miliar di 2025, Turun 53,7%

KFC Indonesia (FAST) Alami Kerugian Rp369 Miliar di 2025, Turun 53,7%

24 April 2026 - 05:48
Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur

Masalah lahan shortcut Pegayaman Bali, warga cari jalur komunikasi ke gubernur

24 April 2026 - 05:29
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.