Penyintas Banjir Bandang Hadapi Lebaran dalam Keterbatasan Ekonomi
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, para penyintas banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih bergulat dengan kesulitan ekonomi. Mereka yang kini menghuni Hunian Sementara (Huntara) Kapalo Koto merasakan dampak ganda, yaitu trauma mendalam akibat bencana dan tantangan finansial yang berat.
Bagi sebagian warga, perayaan Lebaran tahun ini akan sangat berbeda dari biasanya. Murni, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa fokus persiapan Lebaran tidak lagi pada kue-kue tradisional, melainkan pada bagaimana membangun kembali ekonomi keluarga dari nol.
“Persiapan raya kali ini sedikit berbeda. Kami tidak lagi fokus ke urusan kue-kue, tapi lebih memikirkan bagaimana ekonomi ke depan,” ujarnya saat ditemui di Huntara Kapalo Koto.
Banjir bandang yang menerjang beberapa bulan lalu tidak hanya menghancurkan rumah mereka, tetapi juga meluluhlantakkan sumber penghidupan utama. Sawah yang menjadi mata pencaharian kini tertutup lumpur dan bebatuan, sementara bangunan rumah hanyut terbawa arus deras.
“Semua sawah maupun rumah disapu banjir, tidak bisa dipakai lagi. Segalanya harus dimulai dari nol, sementara modal yang tersisa nyaris tidak ada,” keluh Murni.
Kondisi semakin sulit karena bantuan dari berbagai pihak mulai berkurang. Warga kini dituntut untuk mandiri dan mencari cara bertahan hidup tanpa terus-menerus bergantung pada uluran tangan.
Senada dengan Murni, Ija, warga lain yang menghuni Huntara Kapalo Koto, menyatakan bahwa tradisi merayakan Lebaran dengan memasak rendang mungkin tidak dapat dilakukan tahun ini.
“Untuk merendang, tahun ini belum tentu. Kami masih terkendala masalah ekonomi dan masih beradaptasi dengan suasana yang sekarang,” tuturnya.
Prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari dan biaya pendidikan anak. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan, warga tetap berusaha untuk saling menguatkan dan bertahan. Mereka sangat berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi konkrit terkait pemulihan lahan pertanian atau membuka peluang kerja baru bagi mereka yang terdampak bencana.
Kebijakan Penggunaan Mobil Dinas Pemko Padang Saat Lebaran dan WFH
Pemerintah Kota Padang mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap menggunakan mobil dinas selama periode libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Keputusan ini diambil seiring dengan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menjelaskan bahwa kebijakan peminjaman mobil dinas perorangan ini sejalan dengan arahan pusat terkait WFH.
“Pada prinsipnya kita tetap meminjamkan mobil dinas perorangan, karena diberlakukan WFH, sesuai kebijakan pusat,” ujar Raju.
Periode cuti Lebaran dijadwalkan mulai tanggal 19 Maret 2026. Sementara itu, kebijakan WFH akan diterapkan pada tanggal 16-17 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 25-27 Maret 2026. Meskipun bekerja dari rumah, ASN tetap menjalankan tugasnya meskipun tidak berada di kantor. Namun, beberapa instansi yang bersifat operasional, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup, mewajibkan sekitar 50 persen pegawainya untuk tetap masuk kantor.
Lebih lanjut, Raju menegaskan bahwa penggunaan mobil dinas untuk keperluan keluar kota selama masa libur Lebaran tetap memerlukan izin resmi dari pemerintah daerah.
“Ada surat izinnya kalau ada yang pulang kampung. Kalau dalam kota tetap pada kedinasan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada Hari Raya Idul Fitri masih ada kegiatan kedinasan yang harus dilaksanakan, termasuk pelaksanaan salat Id berjamaah.
Bantuan Baznas untuk 108 Kepala Keluarga Penyintas Bencana di Pauh

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, melakukan kunjungan ke kawasan Hunian Sementara (Huntara) Mandiri di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, pada Jumat, 13 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerahkan bantuan kepada warga penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir secara simbolis menyerahkan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang. Sebanyak 108 kepala keluarga (KK) menerima bantuan ini. Rinciannya, 98 keluarga masih menghuni Huntara Kapalo Koto, sementara 10 keluarga lainnya telah berhasil menempati hunian tetap di Kampung Talang. Setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan dana tunai sebesar Rp500 ribu.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang tinggal di huntara dan huntap di Kecamatan Pauh. Semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Maigus Nasir.
Pemerintah Kota Padang terus berupaya untuk menyediakan hunian tetap bagi seluruh warga yang saat ini masih berada di hunian sementara. Lahan seluas 4,6 hektare di kawasan Lambung Bukit telah disiapkan untuk pembangunan hunian tetap. Selain itu, dua lokasi alternatif juga telah disiapkan, yakni di Balai Gadang seluas 4,9 hektare dan di Simpang Haru seluas sekitar 5.000 meter persegi. Lahan-lahan ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 600 hingga 700 unit rumah bagi warga yang terdampak bencana.
“Kita berharap pembangunan hunian tetap ini dapat segera terealisasi melalui dukungan pemerintah pusat serta kolaborasi berbagai pihak,” harap Maigus. Ia juga berpesan agar warga yang masih berada di hunian sementara untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Baznas Kota Padang Mufti Syarfie, perwakilan BNPB, sejumlah kepala perangkat daerah Pemko Padang, Camat Pauh Titin Masfetrin, serta para lurah se-Kecamatan Pauh.




