Kesiapan Infrastruktur Lebaran 2026: Jalan Nasional Pantura Bebas Lubang H-10, Jalan Tol Siap Sambut Pemudik
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, berbagai upaya maksimal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Salah satu fokus utama adalah perbaikan infrastruktur jalan, baik jalan nasional maupun jalan tol, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jutaan pemudik yang akan melakukan perjalanan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memberikan jaminan bahwa jalur nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat akan sepenuhnya bebas dari lubang pada H-10 Lebaran.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa masih terdapat ribuan lubang di sepanjang jalur Pantura. Namun, menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat, jumlah tersebut telah berkurang drastis dari sekitar 7.000 lubang menjadi hanya 2.500 lubang. “Kita pastikan H-10 sudah tidak ada lubang,” tegas Menteri Dody saat berada di Karawang, Jawa Barat.
Perbaikan Jangka Panjang Jalur Pantura
Meskipun target bebas lubang pada H-10 Lebaran akan tercapai, Menteri Dody mengakui bahwa perbaikan menyeluruh untuk jalur Pantura barat, khususnya dengan metode pelapisan ulang aspal baru atau overlay, membutuhkan waktu yang lebih lama. Proses overlay ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua tahun.
“Ke depan, khususnya di sekitar 100 kilometer terakhir yang berbatasan dengan Brebes, kita akan melakukan overlay menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” jelas Menteri Dody. “Karena bentangnya yang cukup panjang, penanganan Pantura akan kita lakukan dengan lebih sempurna lagi.”
Metode overlay ini sangat penting untuk menangani kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan parah, memastikan daya tahan dan kualitas jalan dalam jangka panjang.
Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol
Selain jalan nasional, kesiapan infrastruktur jalan tol juga menjadi prioritas utama dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kementerian PU memastikan bahwa seluruh ruas jalan tol yang beroperasi telah siap untuk melayani lonjakan kendaraan.
Saat ini, terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang mencapai 3.115,98 kilometer. Untuk mendukung kenyamanan para pengguna jalan tol, tersedia 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (rest area) yang tersebar di berbagai titik.
Fasilitas pendukung lainnya di jalan tol meliputi:
* 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
* 539 gerbang tol yang siap melayani transaksi pembayaran.
Prediksi Arus Mudik dan Antisipasi Kepadatan
Menteri Perhubungan memprediksi bahwa sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, berdasarkan hasil survei nasional.
Untuk mengelola dan mengoordinasikan seluruh moda transportasi, posko angkutan Lebaran akan beroperasi mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026. Posko ini akan mencakup koordinasi untuk transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi kepadatan, di antaranya:
* Pembatasan Operasional Angkutan Barang: Kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas akan dibatasi operasionalnya, kecuali untuk kendaraan yang mengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya. Pembatasan ini diatur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
* Rekayasa Lalu Lintas: Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di ruas-ruas tol yang diprediksi akan mengalami kepadatan. Skema ini meliputi penerapan sistem contraflow (arus berlawanan arah), sistem satu arah (one way), dan pengaturan ganjil genap.
Dengan kesiapan infrastruktur dan langkah-langkah antisipasi yang matang, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
















