No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Opini

Paradoks AI: Cepat Selesai, Pikiran Tumpul?

Hendra by Hendra
16 Desember 2025 - 05:19
in Opini
0

AI: Kemudahan Instan yang Mengikis Kemampuan Kognitif


Di era digital yang serba cepat ini, media sosial seperti TikTok dan Instagram ramai menawarkan jasa joki tugas. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah cerminan dari perubahan cara kita belajar dan bekerja. Para penyedia jasa ini, alih-alih begadang meneliti buku tebal, kini terang-terangan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk menyelesaikan pesanan pelanggan. Bisnis ini berkembang pesat, bahkan ada akun penyedia jasa yang memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial.

Fenomena ini bisa diibaratkan sebagai puncak gunung es dari realitas baru yang sedang kita hadapi. Bayangkan sebuah skenario yang mungkin akrab bagi banyak pelajar: tenggat waktu tugas tinggal satu jam, jantung berdebar kencang karena panik. Namun, alih-alih memeras otak dan berjuang keras, Anda cukup mengetik satu kalimat perintah ke chatbot AI. Dalam hitungan detik, tugas selesai. Tentu saja, perasaan lega segera menghampiri. Namun, di balik kenyamanan instan ini, ada harga mahal yang diam-diam sedang kita bayar, yaitu potensi penurunan kemampuan otak kita sendiri.

Fenomena Brain Rot dan Bukti Ilmiahnya


Generasi muda kini memiliki istilah untuk menggambarkan kondisi mental akibat terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dangkal dan instan: brain rot, atau otak yang membusuk. Istilah ini bukan sekadar ungkapan gaul, melainkan sebuah ancaman nyata terhadap penurunan fungsi kognitif akibat paparan informasi yang berlebihan dan tidak mendalam.

Kekhawatiran ini bukanlah isapan jempol semata. Sebuah riset terbaru yang diterbitkan pada tahun 2025 dalam jurnal MDPI oleh peneliti Michael Gerlich menguatkan hal ini. Dalam studinya yang berjudul “AI Tools in Society,” Gerlich menemukan hubungan negatif yang signifikan antara penggunaan alat AI dan kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga  7 shio berpeluang menerima kemudahan dan kelancaran di tahun kuda api 2026, lengkap dengan pesan pentingnya

Ia mengidentifikasi fenomena cognitive offloading, yaitu kecenderungan untuk menyerahkan tugas berpikir kepada mesin. Semakin sering seseorang melakukan cognitive offloading, semakin merosot kemampuan mereka untuk menganalisis masalah secara mandiri. Dengan kata lain, kita tidak serta-merta menjadi lebih pintar dengan bantuan alat canggih ini; kita hanya menjadi lebih pandai dalam memberikan instruksi kepada mesin.

Kejadian yang Menggelikan Namun Miris di Dunia Akademis


Indonesia ternyata menjadi salah satu negara dengan pengguna AI paling agresif di kalangan pelajar. Data dari survei global tahun 2025 yang dilakukan oleh Chegg dan GoodStats mencatat bahwa 95% mahasiswa di Indonesia menggunakan AI untuk keperluan belajar. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara 15 negara yang berpartisipasi dalam survei tersebut. Sayangnya, penggunaan AI ini sering kali melampaui batas yang seharusnya.

Sebuah cerita menarik dilaporkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada pertengahan tahun 2024. Seorang dosen di Palembang menemukan fakta mengejutkan saat memeriksa skripsi mahasiswanya. Setelah dilakukan pemeriksaan, terindikasi bahwa 95% isi skripsi tersebut dibuat oleh AI. Mahasiswa tersebut mungkin merasa cerdik karena berhasil mengelabui sistem, namun sebenarnya ia sedang menipu dirinya sendiri. Ia mungkin saja lulus, tetapi pengetahuannya menjadi dangkal dan minim.

Di belahan dunia lain, situasinya bahkan lebih menggelikan. Di Amerika Serikat, sempat viral kasus seorang mahasiswi bernama Ella Stapleton yang menuntut pengembalian uang kuliahnya. Alasan yang diajukan cukup ironis: ia memergoki dosennya menggunakan ChatGPT untuk mengajar dan memberikan umpan balik kepada mahasiswa.


Ini adalah potret pendidikan modern yang unik, di mana mahasiswa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas mereka, sementara dosen menggunakan AI untuk menilai tugas tersebut. Jika demikian, siapa sebenarnya yang belajar dalam proses ini? Seolah-olah hanya mesin yang saling berkomunikasi, sementara manusia menjadi penonton pasif.

Baca Juga  Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMP: Mengganti Judul Pidato

Bahaya Sarjana “Copy-Paste” di Dunia Kerja

Dampak dari kebiasaan serba instan ini mulai terasa di dunia kerja. Laporan analisis kode dari GitClear pada tahun 2024 menemukan bahwa kualitas kode pemrograman secara global mengalami penurunan drastis. Fenomena ini terjadi karena banyak pemrogram muda yang terbiasa menyalin kode langsung dari AI tanpa benar-benar memahami logika di baliknya. Akibatnya, kode yang dihasilkan sering kali bersifat repetitif dan sulit untuk diperbaiki atau dikembangkan lebih lanjut.

Dahulu, karyawan baru atau junior belajar dari tugas-tugas yang dianggap remeh. Mereka belajar melalui proses melakukan kesalahan, memperbaikinya, dan akhirnya memahaminya secara mendalam. Namun kini, tugas-tugas dasar tersebut banyak diambil alih oleh AI. Konsekuensinya, banyak lulusan baru yang merasa gagap dan kesulitan saat dihadapkan pada masalah nyata yang tidak dapat dijawab secara langsung oleh chatbot. Mereka kehilangan proses perjuangan yang sebenarnya sangat penting untuk mematangkan keahlian dan membangun fondasi yang kokoh.

Jangan Musuhi AI, Tapi Kendalikan Penggunaannya


Lantas, apakah kita harus membuang semua gawai dan kembali ke zaman batu? Tentu saja tidak. AI adalah alat yang luar biasa dan memiliki potensi besar jika digunakan dengan cara yang benar.

Kunci utamanya terletak pada keseimbangan dan kesengajaan. Kita perlu secara sadar mempersulit diri kita sendiri sedikit. Gunakan otak Anda terlebih dahulu untuk membuat kerangka ide atau konsep dasar dari sebuah pekerjaan. Biarkan otak Anda bekerja keras sejenak. Setelah itu, barulah Anda dapat memanggil AI untuk berperan sebagai rekan diskusi atau asisten yang membantu merapikan dan menyempurnakan pekerjaan Anda. Yang terpenting, jangan biarkan AI mengambil alih kendali dari awal hingga akhir proses pengerjaan.

Baca Juga  Kunci Jawaban B. Indo Kls 9 Kurikulum Merdeka Hal 49: Isi Teks

Di era di mana segala sesuatu tampaknya dapat diselesaikan dalam hitungan menit, kita harus tetap waspada agar paradoks AI ini tidak justru membuat otak pemiliknya semakin tumpul dan kehilangan kemampuannya.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Ingin Percaya Diri? Tinggalkan 7 Kebiasaan Ini, Kata Psikologi
Opini

Ingin Percaya Diri? Tinggalkan 7 Kebiasaan Ini, Kata Psikologi

15 Mei 2026 - 09:41
Orang yang Tidak Suka Anda, Biasanya Lakukan 7 Perilaku Ini
Opini

Orang yang Tidak Suka Anda, Biasanya Lakukan 7 Perilaku Ini

15 Mei 2026 - 08:46
Sering Duduk di Tempat Sama? Ini 7 Ciri Tersembunyi Menurut Psikologi
Opini

Sering Duduk di Tempat Sama? Ini 7 Ciri Tersembunyi Menurut Psikologi

15 Mei 2026 - 06:40
Orang yang Tidak Menggunakan Tombol Tunda Alarm Punya 8 Ciri Unik Ini, Menurut Psikologi
Opini

Orang yang Tidak Menggunakan Tombol Tunda Alarm Punya 8 Ciri Unik Ini, Menurut Psikologi

15 Mei 2026 - 06:04
Sering Mengulang Percakapan dalam Pikiran? Ini 8 Tanda Menurut Psikologi
Opini

Sering Mengulang Percakapan dalam Pikiran? Ini 8 Tanda Menurut Psikologi

15 Mei 2026 - 05:28
Ramalan Aquarius 12 Mei 2026: Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Opini

Ramalan Aquarius 12 Mei 2026: Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

14 Mei 2026 - 23:27
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Jadwal Shalat Purwakarta Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Purwakarta Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 11:47
Jadwal Shalat Sukabumi Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Sukabumi Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 11:29
Satpam Tewaskan Rekan di Surabaya, TKP Rumah Kosong Dekat Pos Jaga

Satpam Tewaskan Rekan di Surabaya, TKP Rumah Kosong Dekat Pos Jaga

15 Mei 2026 - 11:11
Jadwal Shalat Subang Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Subang Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 10:53
Jadwal Shalat Sumedang Besok, Rabu 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Sumedang Besok, Rabu 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 10:35

Pilihan Redaksi

Jadwal Shalat Purwakarta Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Purwakarta Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 11:47
Jadwal Shalat Sukabumi Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Sukabumi Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 11:29
Satpam Tewaskan Rekan di Surabaya, TKP Rumah Kosong Dekat Pos Jaga

Satpam Tewaskan Rekan di Surabaya, TKP Rumah Kosong Dekat Pos Jaga

15 Mei 2026 - 11:11
Jadwal Shalat Subang Hari Rabu, 13 Mei 2026

Jadwal Shalat Subang Hari Rabu, 13 Mei 2026

15 Mei 2026 - 10:53
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.