Madura United Kalah 1-3 dari Bhayangkara FC di Lampung
Pertandingan antara Madura United dan Bhayangkara FC dalam pekan ke-32 Super League 2025/2026 berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Bhayangkara FC. Laga yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (11/5/2026) malam, menjadi pertandingan yang penuh perjuangan bagi tim asal Madura.
Gol pertama Madura United dicetak oleh Jordy Wehrmann pada menit ke-5. Namun, situasi berubah drastis setelah Iran Junior, salah satu pemain kunci, keluar lapangan pada menit ke-17 akibat cedera. Kepergian pemain tersebut memberi dampak signifikan terhadap performa Madura United.
Kehilangan Iran Junior Berdampak Besar
Pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki, mengakui bahwa kehilangan Iran Junior menjadi faktor utama dalam kekalahan timnya. Ia menyebut bahwa Iran Junior adalah pemain yang mampu mengatur ritme permainan, sehingga kepergiannya membuat lini tengah Madura United lebih rentan.
“Kami kehilangan pemain terlalu cepat, kami kehilangan pemain yang bisa mengatur ritme permainan,” ujarnya setelah pertandingan. Ia juga memprediksi bahwa Bhayangkara FC akan mencetak gol meskipun Madura United bertahan kuat.
Gol Pertama Mengubah Arus Permainan
Gol pertama Bhayangkara FC yang dicetak oleh Ryo Matsumura pada menit ke-63 menjadi titik balik dalam pertandingan. Setelah itu, Bhayangkara FC terus mengancam dan berhasil unggul melalui gol Henri Cedric Doumbia pada menit ke-66. Di akhir pertandingan, Moussa Sidibe menambah gol ketiga untuk Bhayangkara FC pada menit ke-87.
Rakhmat Basuki mengakui bahwa strategi permainan Bhayangkara FC sudah dievaluasi sebelum laga. Namun, ia mengatakan bahwa kehilangan fokus membuat Madura United sulit untuk membalikkan keadaan.
Puji Kerja Keras Pemain
Meski kalah, Rakhmat Basuki tetap memuji kerja keras para pemain Madura United. Ia mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh seluruh pemain untuk membalikkan keadaan, meskipun akhirnya gagal meraih kemenangan.
“Saya mengapresiasi kerja keras pemain yang tidak berhenti untuk bisa membalikkan keadaan, meskipun hasilnya memang kami kalah,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk meningkatkan performa di masa depan.
Kekecewaan Paulo Sitanggang
Gelandang Madura United, Paulo Sitanggang, juga menyampaikan kekecewaannya atas kekalahan tim. Ia mengakui bahwa Madura United sempat unggul di awal pertandingan, namun situasi berubah secara tiba-tiba.
“Dari awal kami bisa unggul, tapi ya sepak bola semuanya tiba-tiba berbalik,” katanya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain dalam pertandingan ini.
Jadwal Berikutnya
Madura United akan segera menjalani laga tandang berikutnya melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026). Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi tim untuk bangkit dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.



















