Performa Menurun, Nasib Pelatih Madura United di Ujung Tanduk
Musim 2025/2026 tampaknya menjadi musim yang sangat sulit bagi Madura United. Tim kebanggaan Pulau Garam ini tengah berjuang keras untuk keluar dari tren negatif, dan sorotan tajam kini tertuju pada sosok pelatih mereka, Carlos Parreira. Pelatih asal Brasil ini, yang bergabung di pertengahan musim, belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
Carlos Parreira mulai mengambil alih kemudi kepelatihan Madura United pada pekan ke-13 gelaran Super League musim ini. Sejak saat itu, ia telah memimpin tim dalam 14 pertandingan. Namun, rekam jejaknya sejauh ini sangat memprihatinkan. Dari 14 laga tersebut, Madura United hanya mampu meraih satu kemenangan.
Kemenangan tunggal tersebut diraih saat menghadapi Semen Padang dalam laga tunda pekan ke-8, dengan skor meyakinkan 5-1. Sayangnya, kemenangan ini menjadi satu-satunya catatan positif di bawah arahan Parreira. Sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan, sementara empat pertandingan lainnya berujung imbang.
Rentetan hasil yang kurang memuaskan ini membuat Madura United kini terperosok ke papan bawah klasemen. Performa yang stagnan ini telah berlangsung selama 10 pertandingan terakhir tanpa merasakan kemenangan. Situasi semakin memburuk setelah kekalahan telak dari Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam pertandingan tersebut, Madura United menyerah dengan skor 1-4.
Gol-gol Persita Tangerang dicetak oleh Ahmad Hardianto pada menit ke-4, Pablo Ganet pada menit ke-9, dan brace dari Rayco Rodriguez. Sementara itu, satu-satunya gol balasan Madura United dicetak oleh Riquelme pada menit ke-52.
Hasil minor ini berdampak langsung pada posisi Madura United di klasemen sementara Super League 2025/2026. Tim ini kini menempati peringkat ke-14 dengan mengumpulkan 20 poin. Jarak dengan tim-tim yang berada di zona degradasi pun semakin menipis, hanya terpaut 2 poin. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran besar bagi para penggemar Madura United.
Dengan rentetan hasil buruk yang terus berlanjut, masa depan Carlos Parreira di Madura United menjadi sangat tidak pasti. Ada kemungkinan besar manajemen tim akan mengambil keputusan drastis dalam waktu dekat untuk mengganti pelatih demi menyelamatkan musim ini.
Madura United saat ini hanya memiliki sisa sembilan pertandingan di Super League 2025/2026. Jika tim tidak segera menunjukkan perbaikan performa dan menemukan kembali jati dirinya, ancaman degradasi akan semakin nyata menghantui. Setiap pertandingan yang tersisa akan menjadi krusial bagi Laskar Sape Kerrab untuk mengamankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Nasib Pelatih Lain yang Juga Terancam
Situasi tidak lebih baik juga dialami oleh pelatih Persis Solo, Milomir Seslija. Masa depannya bersama tim Laskar Sambernyawa juga masih diselimuti ketidakpastian. Sebelumnya, Milomir Seslija telah diberikan ultimatum oleh manajemen Persis Solo untuk meraih total 6 poin dari dua pertandingan krusial melawan Persik Kediri dan Semen Padang.
Namun, target tersebut tidak tercapai sepenuhnya. Dalam dua pertandingan tersebut, Milomir Seslija hanya mampu mengumpulkan 4 poin. Persis Solo berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri pada pekan ke-23. Akan tetapi, pada pekan ke-24, tim ini hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Semen Padang.
Hasil yang tidak memenuhi ekspektasi ini membuat posisi Milomir Seslija semakin tertekan. Manajemen Persis Solo kemungkinan besar akan segera mengevaluasi kinerja pelatih asal Bosnia dan Herzegovina ini. Persaingan di papan tengah dan bawah klasemen Super League 2025/2026 semakin ketat, dan setiap poin menjadi sangat berharga. Para tim dipastikan akan berjuang keras untuk menghindari jurang degradasi.



















