Penataan Kota Bandung: Fokus pada Kesejukan dan Estetika
Setelah proses penataan kawasan Eyckman dan Cicadas mulai berjalan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini beralih perhatian ke penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Penataan ini tidak hanya bertujuan untuk memindahkan aktivitas para pedagang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar dalam memperbaiki wajah Kota Bandung agar kembali tertib dan nyaman.
Menurut Dedi, pembenahan kota harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terkait keberadaan PKL, tetapi juga mencakup kondisi jalan, trotoar, drainase hingga kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan mengganggu estetika kota. Ia menegaskan bahwa jika Bandung ingin kembali menjadi kota yang dulu dikenal nyaman dan indah, maka jalannya harus bersih, trotoarnya tertata, drainasenya baik, dan kabel-kabel semrawut juga harus dibenahi.
“Kalau Bandung ingin kembali jadi kota yang dulu dikenal nyaman dan indah, maka jalannya harus bersih, trotoarnya tertata, drainasenya baik, dan kabel-kabel semrawut juga harus dibenahi. Itu target yang saya tetapkan,” ujarnya, Sabtu 23 Mei 2026.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran cukup besar untuk mendukung revitalisasi sejumlah kawasan strategis di Kota Bandung. Salah satu proyek yang segera masuk tahap pelaksanaan adalah penataan kawasan Pasteur yang kini tinggal menunggu pengumuman pemenang lelang.
“Sekarang Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penataan lingkungan Kota Bandung. Pasteur sebentar lagi diumumkan pemenang lelangnya dan nanti akan menjadi kawasan yang jauh lebih tertata,” kata Dedi.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Pemprov Jabar juga mulai mengatur aspek visual perkotaan. Dedi menyebut pemerintah telah menerbitkan surat edaran terkait pemasangan bendera, spanduk, dan baliho, khususnya di sekitar bangunan bersejarah maupun kantor pemerintahan. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun citra Bandung sebagai kota modern dengan tata ruang yang lebih rapi dan representatif.
“Pemasangan bendera, spanduk, baliho di sekitar gedung bersejarah dan gedung pemerintah juga harus diatur kalau kita ingin kota ini menjadi kota dunia,” ujarnya.
Tujuan Utama Penataan Kota Bandung
Penataan kawasan Pasteur dan kawasan lainnya memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Memastikan kawasan kota lebih rapi dan nyaman bagi pengguna jalan
- Mengurangi kemacetan dan meningkatkan keamanan lalu lintas
- Meningkatkan nilai estetika kota melalui penataan infrastruktur dan tata ruang
- Menjaga kelestarian bangunan bersejarah dengan aturan pemasangan iklan dan baliho
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Pemprov Jabar juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, serta Badan Pengusahaan Kawasan Perkotaan (BPKP). Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para PKL, agar mereka memahami pentingnya penataan kawasan.
Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penataan
Masyarakat, khususnya para PKL, juga diminta untuk berpartisipasi dalam proses penataan kawasan. Dedi menjelaskan bahwa penataan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
- Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan rutin dengan para PKL
- Penyediaan tempat usaha yang layak dan aman bagi para pedagang
- Pembentukan kelompok kerja masyarakat untuk membantu proses penataan
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan dukungan bagi para PKL yang terdampak oleh penataan kawasan. Hal ini dilakukan agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan akibat perubahan yang terjadi.
Tantangan dalam Proses Penataan
Meskipun langkah-langkah penataan kawasan telah diambil, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi. Beberapa di antaranya adalah:
- Ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap relokasi PKL
- Masalah koordinasi antar-instansi terkait
- Keterbatasan anggaran dalam beberapa tahapan
Namun, Dedi yakin bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, semua tantangan tersebut dapat diatasi. Ia berharap, dengan penataan yang dilakukan, Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang indah, nyaman, dan layak huni.



















