Kegiatan Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Kasuari Wailukum
Pesisir Pantai Kasuari Wailukum tiba-tiba menjadi pusat perhatian dan semangat yang luar biasa. Ratusan pasang tangan dari berbagai elemen masyarakat bersatu padu dalam kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove. Kegiatan ini dilakukan di bawah semilir angin laut Maba, mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Penanaman ini bukan hanya sekadar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Timur, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah telah merencanakan transformasi kawasan Pantai Kasuari Wailukum menjadi kawasan hijau hutan mangrove yang terintegrasi di masa depan.
Kegiatan ini dimotori oleh berbagai kelompok seperti Karang Taruna Salawako Wailukum, Pemuda Muhammadiyah, Brigif TP 28/Barifola, Polres Haltim, serta tim External Relation & Comdev PT Position melalui program PPM. Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari para pemangku kebijakan.
Kebersamaan dan kerja sama tanpa batas terlihat jelas saat 40 personel berseragam loreng dari Komando Brigif TP 28/Bari Fola bergabung dengan personel Polres Haltim, Polsek Maba Selatan, Kejaksaan Negeri Haltim, BPBD Haltim, Dinas Kominfo, Dinas Pariwisata, dan beberapa dinas terkait serta organisasi kepemudaan di Halmahera Timur.
Pjs. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Position, Jana Roesmana, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi area operasionalnya. Ia menyampaikan bahwa melalui program PPM, PT Position berkomitmen penuh untuk memberikan legacy atau warisan yang baik kepada masyarakat Halmahera Timur, khususnya yang berada di wilayah lingkar tambang kami.
Kegiatan Sinergi Hijau dengan berbagai instansi dan organisasi ini menjadi fondasi yang membangun relasi dan silaturahmi kita semua. Ini harus menjadi standar kegiatan kolaborasi kita di masa yang akan datang.
Mewakili Bupati Halmahera Timur, Asisten II Setda Haltim bidang Ekonomi dan Pembangunan, Nurdin Hadi mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang diadakan oleh PT. Position. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Kabupaten Halmahera Timur, khususnya Kota Maba yang sebagian besar berada di pesisir pantai sangat rawan abrasi. Mangrove sebagai salah satu tanaman yang paling efektif dalam menahan ombak di pesisir pantai.
Beliau juga menekankan pentingnya persatuan lintas sektoral dalam menjaga kelestarian alam. Ia menyampaikan bahwa “Menanam satu pohon itu berarti menyelamatkan seribu kehidupan. Hari ini kita merangkul semua instansi untuk membangun silaturahmi dan bersama-sama melawan kerusakan lingkungan.”
Selanjutnya acara dibuka dan dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis oleh seluruh perwakilan undangan. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas pemuda, serta rekan-rekan wartawan menjadi saksi sejarah dimulainya restorasi besar-besaran pesisir Wailukum.
Dengan tertanamnya 1.000 mangrove ini, mimpi melihat pesisir timur Halmahera yang asri, hijau dan terlindungi dari abrasi kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.



















