No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pemuda Makassar Tewas: Kapoltabes Akui Senjata Polisi Meletus Tak Sengaja

Hidayat by Hidayat
10 Maret 2026 - 21:27
in Breaking News
0

Tragedi di Makassar: Permainan Senjata Mainan Berujung Maut, Polisi Akui Senjata Tak Sengaja Meletus

Makassar, Sulawesi Selatan – Bulan Ramadan 2026 diwarnai insiden tragis yang menggemparkan publik. Permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis “omega” dengan peluru plastik hingga jeli, yang sempat marak di Makassar, justru berujung pada kematian seorang pemuda. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekhawatiran masyarakat terkait potensi bahaya dari permainan yang awalnya dianggap sebagai hiburan semata.

Maraknya Permainan Berbahaya dan Respons Pemerintah

Permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan omega, yang menggunakan peluru plastik atau jeli, telah menjadi fenomena yang kian populer di kalangan pemuda Makassar, terutama selama bulan suci Ramadan. Meskipun mulanya dimaksudkan sebagai sarana hiburan, aktivitas ini semakin hari menimbulkan kekhawatiran serius. Potensi mencederai warga dan mengganggu ketertiban umum menjadi alasan utama kekhawatiran tersebut.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Makassar melalui Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa permainan ini tidak bisa dianggap remeh dan perlu ditindak tegas. Munafri menekankan bahwa meskipun hanya bersifat permainan, penggunaan senjata mainan dengan peluru tersebut tetap memiliki potensi untuk mencederai orang lain. Lebih lanjut, aktivitas ini dapat memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat, merusak harmoni sosial yang seharusnya dijaga, terutama di bulan penuh berkah.

Insiden Maut di Jalan Toddopuli

Kekhawatiran tersebut terbukti benar dengan terjadinya insiden yang viral di media sosial. Sebuah video memperlihatkan seorang pemuda di Makassar tewas tertembak oleh polisi saat aparat membubarkan aksi tembak-tembakan yang dilakukan sekelompok pemuda di tengah jalan. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, di kawasan Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Korban diketahui bernama Bertrand Eka Prasetyo, seorang pemuda berusia 18 tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya setelah terkena tembakan saat polisi berusaha membubarkan aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan antar pemuda yang berlangsung di badan jalan.

Baca Juga  Longsor Cisarua: Pencarian Korban Terus Berlanjut

Menanggapi kejadian yang menimbulkan perhatian luas ini, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memberikan keterangan bahwa senjata api yang digunakan oleh anggotanya meletus secara tidak sengaja. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul keprihatinan mendalam dari publik atas hilangnya nyawa seorang pemuda akibat insiden tersebut.

Kronologi Kejadian Menurut Pihak Kepolisian

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantornya, Kombes Pol Arya Perdana merinci kronologi kejadian yang berujung pada tewasnya Bertrand. Laporan awal diterima pihak kepolisian sekitar pukul 07.00 WITA dari Kapolsek Rappocini melalui handy talky (HT). Laporan tersebut menginformasikan adanya sekelompok pemuda yang sedang bermain senapan omega dan mengganggu pengguna jalan.

“Jadi kejadiannya adalah pukul 7 pagi, di mana ada laporan dari salah satu kapolsek kami yaitu Kapolsek Rappocini di HT yang melaporkan bahwa ada anak-anak muda yang sedang bermain senapan omega,” ujar Arya dalam keterangannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, seorang perwira polisi berinisial Iptu N dilaporkan langsung menuju lokasi kejadian sendirian menggunakan mobil. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Iptu N mendapati Bertrand sedang melakukan tindakan kasar terhadap seorang pengendara motor.

“Ketika datang ke TKP bertepatan dengan seorang anak muda atas nama Betran pada waktu itu sedang melakukan tindakan yang cukup keras kepada salah seorang pengendara motor,” terang Arya.

Saat Iptu N turun dari mobil dan berusaha melakukan penangkapan sambil memegang pelaku, ia sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, ketika Bertrand berusaha melarikan diri dan meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N dilaporkan meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian belakang tubuh korban.

“Kemudian Betran berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta dan ketika meronta pistol yang masih dipegang oleh IPTU N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang,” jelasnya.

Baca Juga  Api Lahap Plaju: Bocah 3 Tahun Tewas, Dua Terluka Bakar

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena keterbatasan peralatan medis, Bertrand kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara. Sayangnya, setibanya di RS Bhayangkara, nyawa Bertrand tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian menjalani proses otopsi pada malam itu juga.

Iptu N beserta senjata api yang digunakan juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian, termasuk Kasat Reskrim dan Kabid Propam, juga melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Meskipun hasil otopsi resmi belum keluar, Arya menyatakan kesimpulan sementara bahwa korban meninggal akibat tembakan tersebut.

“Tentu nanti hasil otopsi akan disampaikan oleh dokter karena kami tidak berwenang bukan ahlinya. Tetapi yang kami ketahui adalah bahwa korban memang meninggal karena letusan senjata yang tidak terprediksi oleh IPTU N ke tubuh korban,” tuturnya.

Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus ini dan meminta masyarakat serta keluarga korban untuk mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.

Kesaksian di Lokasi Kejadian

Seorang saksi mata berinisial DN (21) yang berada di lokasi kejadian menceritakan bahwa rombongan pemuda tersebut sempat bergerak dari Jalan Toddopuli 4 menuju Toddopuli 2 sebelum insiden terjadi di sekitar Toddopuli Raya.

“Kejadiannya itu, dia pertama, dia mengarah itu lawan, dia pertama dia dari Toddopuli 4. Toddopuli 4 terus dia pergi lagi, pergi, terus dia keluar lagi di Toddopuli 2,” ungkap DN.

Menurut DN, sempat terjadi bentrokan antar kelompok yang ia sebut sebagai pihak penyerang. “Eh di situ mulai kejadian situ tabrakan, tabrakan sesama yang menyerang. Iya (tabrakan) tapi sesamanya ji yang menyerang. Terus anak-anak tembaki dia, tembak mainan,” tambahnya.

DN juga mengaku mendengar suara orang mengokang senjata sebelum polisi datang menggunakan mobil biasa dari arah Hertasning. “Tidak lama itu, ada datang polisi dari Hertasning. Pakai mobil biasa. Terus tidak lama itu, dia turun, angkat senjata tembak mi satu kali, terus saya lari masuk,” ujarnya.

Baca Juga  Gunung Dukono Meletus Tiga Kali Pagi Ini

Keterangan Keluarga Korban

Ibu korban, Desi Manuhutu, mengaku menerima kabar duka saat berada di Jakarta. Ia baru mendapat informasi sekitar pukul 11.00 WITA, beberapa jam setelah kejadian.

“Baru dikasih informasi. Tapi bilangnya itu dibawa dari rumah sakit, katanya ada curi-curi gitu. Tapi belum dibilang meninggal, terus nggak lama, nggak sampai satu jam, sudah ada informasi bilang anakku meninggal,” ungkap Desi dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengungkapkan rasa herannya atas kejadian tersebut, mempertanyakan bagaimana anaknya bisa tertembak. “Kok bisa, Pak, anak ketembak? Orang kan kalau polisi menembak itu kan ke atas, kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan ini, Pak,” ujarnya penuh kepedihan.

Desi juga bersikeras meminta agar dilakukan otopsi terhadap jenazah putranya. “Saya bilang harus, anakku diotopsi. Saya bilang begitu, jadi diotopsi di sana. Tapi bapaknya yang urus itu, karena saya nggak ada kan,” tuturnya.

Setibanya di Makassar, ia melihat kondisi jenazah anaknya dengan sejumlah memar di wajah.

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Hasil otopsi resmi akan menjadi penentu utama dalam memastikan penyebab pasti kematian Bertrand, serta mendalami aspek prosedural terkait penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian di lapangan. Pihak kepolisian berjanji akan transparan dalam penanganan kasus ini demi terciptanya keadilan.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM
Breaking News

Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM

28 Mei 2026 - 11:05
Jembatan Roboh Tewaskan 2 Wisatawan Austria, Polisi Selidiki Kelalaian
Breaking News

Jembatan Roboh Tewaskan 2 Wisatawan Austria, Polisi Selidiki Kelalaian

27 Mei 2026 - 23:02
9 WNI Purna Tahanan Militer Israel Tiba di Indonesia, Mengaku Dipukul dan Disetrum
Breaking News

9 WNI Purna Tahanan Militer Israel Tiba di Indonesia, Mengaku Dipukul dan Disetrum

27 Mei 2026 - 19:53
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Sulbar: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam
Breaking News

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Sulbar: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam

27 Mei 2026 - 14:35
Kyiv Diserang 600 Drone dan Rudal Oreshnik, UE Akui Rusia Mainkan Senjata Nuklir
Breaking News

Kyiv Diserang 600 Drone dan Rudal Oreshnik, UE Akui Rusia Mainkan Senjata Nuklir

27 Mei 2026 - 11:41
11 Pencari Emas Jadi Korban
Breaking News

11 Pencari Emas Jadi Korban

27 Mei 2026 - 10:29
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
AS Roma Juara Zona Liga Champions, Milan dan Juventus ke Liga Eropa

AS Roma Juara Zona Liga Champions, Milan dan Juventus ke Liga Eropa

28 Mei 2026 - 11:20
Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM

Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM

28 Mei 2026 - 11:05
Daftar Harga HP Samsung Akhir Mei 2026: Lengkap dari Series A, S, dan Z

Daftar Harga HP Samsung Akhir Mei 2026: Lengkap dari Series A, S, dan Z

28 Mei 2026 - 10:51
Rumah Rp500 Juta Ludes Terbakar Sebelum Direnovasi di Bontang Baru

Rumah Rp500 Juta Ludes Terbakar Sebelum Direnovasi di Bontang Baru

28 Mei 2026 - 10:36

Ketua Umum BPD HIPMI Bangka Belitung Dukung Munas XVIII di Lampung

28 Mei 2026 - 10:22

Pilihan Redaksi

AS Roma Juara Zona Liga Champions, Milan dan Juventus ke Liga Eropa

AS Roma Juara Zona Liga Champions, Milan dan Juventus ke Liga Eropa

28 Mei 2026 - 11:20
Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM

Gempa Bumi Aceh Mengguncang Pukul 12 Siang, Kedalaman 5 KM

28 Mei 2026 - 11:05
Daftar Harga HP Samsung Akhir Mei 2026: Lengkap dari Series A, S, dan Z

Daftar Harga HP Samsung Akhir Mei 2026: Lengkap dari Series A, S, dan Z

28 Mei 2026 - 10:51
Rumah Rp500 Juta Ludes Terbakar Sebelum Direnovasi di Bontang Baru

Rumah Rp500 Juta Ludes Terbakar Sebelum Direnovasi di Bontang Baru

28 Mei 2026 - 10:36
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.