Pencaker 2021 Palang: Aksi Protes di Kantor Bupati Manokwari

Diposting pada

Ratusan Pencari Kerja Desak Realisasi Janji Pengangkatan Formasi 2021 di Manokwari

Manokwari – Kekecewaan mendalam membuncah di kalangan ratusan pencari kerja (Pencaker) dari Formasi 2021 Kabupaten Manokwari. Aksi pemalangan jalan yang dilakukan di kawasan Jalan Drs Esau Sesa, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Sogun, tepat di bawah Kantor Bupati Manokwari, pada Selasa, Juni 2026, menjadi puncak dari akumulasi aspirasi yang belum mendapatkan titik terang. Aksi ini merupakan bentuk protes tegas atas belum terealisasinya janji pengangkatan pegawai yang sebelumnya telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari kepada para peserta Formasi 2021.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa massa aksi menutup sebagian ruas jalan dengan menggunakan kayu dan membentangkan spanduk yang berisi tuntutan mereka. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami gangguan serius. Antrean kendaraan yang cukup panjang terlihat terjadi dari kedua arah, sebelum akhirnya aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan untuk melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Kekecewaan Berulang Kali Tanpa Kepastian

Koordinator Lapangan Pencaker Formasi 2021, Oktopilus Renggo, dengan tegas menyatakan bahwa aksi kali ini merupakan luapan kekecewaan tertinggi setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi yang dilakukan berulang kali tanpa membuahkan hasil yang pasti.

“Sejak tahun 2024, kami sudah beberapa kali melakukan aksi damai. Mulai dari Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga ke Kantor Bupati. Namun, sampai hari ini belum ada proses maupun hasil yang memberikan kepastian bagi kami,” ungkap Oktopilus dengan nada prihatin.

Oktopilus mengingatkan kembali sebuah janji penting yang pernah diutarakan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada tanggal 22 Mei 2025. Kala itu, Bupati menjanjikan pengangkatan sekitar 120 orang dari Formasi 2021 secara bertahap. Namun, hingga kini, janji tersebut belum juga terwujud.

“Kami merasa ditipu karena janji tersebut tidak diwujudkan. Oleh karena itu, kami terpaksa turun ke jalan agar pemerintah dan masyarakat luas mengetahui persoalan yang sedang kami hadapi,” tegas Oktopilus, menyoroti dampak dari janji yang belum ditepati.

Tuntutan Formasi Baru dan Klarifikasi Resmi

Selain menagih janji pengangkatan, para pencaker juga menyuarakan keprihatinan mereka terkait proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru-baru ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Mereka berargumen bahwa kuota PPPK seharusnya terpisah dan tidak seharusnya mengurangi hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh peserta Formasi 2021.

Para pencari kerja ini mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi konkret. Jika penambahan kuota untuk Formasi 2021 dianggap tidak memungkinkan lagi, mereka meminta agar pemerintah membuka formasi baru.

“Kami sangat berharap ada solusi yang bisa diberikan. Jika memang tidak ada lagi penambahan kuota untuk Formasi 2021, maka bukalah formasi baru agar kami bisa kembali bersaing secara terbuka dan adil,” ujar Oktopilus, menyuarakan harapan akan kesempatan yang setara.

Lebih lanjut, massa aksi juga secara khusus meminta perhatian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta instansi terkait lainnya. Mereka mendesak adanya penjelasan resmi mengenai keterlambatan dalam penyelesaian proses Formasi 2021.

Para pencaker ini juga secara tegas menyinggung janji politik yang pernah disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manokwari terkait dengan rencana pengangkatan 1.000 pegawai baru, yang hingga kini juga belum sepenuhnya terealisasi. Hal ini menambah daftar kekecewaan dan rasa ketidakpercayaan terhadap janji-janji pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi demonstrasi, sembari menantikan tanggapan resmi yang diharapkan akan datang dari Pemerintah Kabupaten Manokwari. Sementara itu, situasi lalu lintas di sekitar Jalan Sogun berangsur-angsur kembali normal setelah aparat kepolisian melakukan pengaturan kendaraan dan berkoordinasi secara intensif dengan para peserta aksi. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak lebih lanjut terhadap aktivitas masyarakat.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan