• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Olahraga

Persebaya Bola Panjang FC! Bonek Murka, Tavares Didesak Ubah Taktik

Hidayat by Hidayat
24 Februari 2026 - 20:02
in Olahraga
0

Persebaya Surabaya Diterpa Isu “Long Ball FC”: Suporter Tuntut Perubahan Taktik

Klub kebanggaan Surabaya, Persebaya, saat ini tengah menghadapi sorotan tajam dari para pendukungnya, yang akrab disapa Bonek. Label “Persebaya Surabaya Long Ball FC” mulai ramai diperbincangkan setelah tim berjuluk Green Force ini menunjukkan kecenderungan memainkan bola panjang secara berulang, terutama ketika menghadapi kebuntuan dalam membangun serangan. Desakan agar pelatih Bernardo Tavares mengubah gaya bermain semakin menguat seiring dengan hasil pertandingan yang dinilai belum konsisten.

Puncak kekecewaan suporter terjadi setelah kekalahan telak 1-3 dari Persijap Jepara dalam lanjutan Liga Super 2025/2026. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut, Persebaya terlihat begitu mudah kehilangan kontrol permainan. Sejak menit awal, tim kesulitan untuk membangun serangan yang rapi dari kaki ke kaki. Ketika tekanan dari lawan mulai terasa, pilihan umpan panjang kerap menjadi jalan pintas yang justru memutus alur serangan dan membuat permainan menjadi terfragmentasi.

Data statistik musim ini semakin memperkuat kritik yang dilayangkan. Dalam hal penguasaan bola, Persebaya Surabaya hanya mampu mencatatkan rata-rata 45,6 persen, menempatkan mereka di posisi ke-15 dari total 18 tim peserta liga. Angka ini secara gamblang menunjukkan bahwa Green Force belum mampu mendominasi jalannya pertandingan secara konsisten. Rendahnya penguasaan bola ini kemudian berbanding lurus dengan meningkatnya frekuensi permainan bola panjang.

Lebih lanjut, dalam kategori akurasi bola panjang per pertandingan, Persebaya Surabaya menempati peringkat keenam dengan catatan 22,0. Angka ini tergolong tinggi dan secara implisit menunjukkan pendekatan taktik yang sangat langsung atau “direct” dalam permainan. Ironisnya, efektivitas dari taktik ini belum sebanding dengan risiko yang ditimbulkan. Bola panjang yang gagal dikontrol dengan baik seringkali berujung pada transisi cepat tim lawan. Situasi ini terlihat sangat jelas saat menghadapi Persijap. Beberapa kali kehilangan bola di lini tengah membuka ruang lebar bagi serangan balik lawan yang sulit diantisipasi oleh lini pertahanan Persebaya.

Baca Juga  Daftar Pemburu Gol Liga 1: Persaingan Striker Arema FC, Persija Jakarta, Borneo FC, dan Persib Bandung

Respons Suporter: Frustrasi dan Sindiran di Media Sosial

Para Bonek tak tinggal diam melihat performa tim kesayangan mereka. Ungkapan kekecewaan dan frustrasi diluapkan melalui berbagai platform media sosial. Kritik dilayangkan langsung pada pola permainan yang dinilai monoton, mudah ditebak, dan kurang variatif.

  • “Mainmu Menyedihkan Kurangi Main Long Ball joll????”

    Kalimat singkat ini seketika menjadi viral dan mewakili perasaan banyak pendukung yang mulai merasa jenuh dengan gaya bermain tim.

  • “Maen mu enak an counter attack kok malah main long ball gak temu karepane, wes” bek mu iku enak an duet lelis ambk risto,”

    Komentar ini menyiratkan keyakinan bahwa Persebaya sebenarnya lebih cocok mengandalkan serangan balik cepat ketimbang umpan lambung yang berulang kali dilepaskan tanpa arah yang jelas.

  • “LONG BALL TERUS SAMPAI TEKAN TRIBUN,”

    Sindiran ini menggambarkan betapa seringnya bola panjang yang dilepaskan melambung tinggi tanpa memiliki tujuan yang jelas, seolah hanya ingin membuang bola ke area lawan.

  • “Terusno main Long ball ,yakin tambah remek ,penting Awuren , 2 match masakan e coach BT ga enak ????,”

    Komentar bernada satir ini secara langsung menyasar pelatih Bernardo Tavares, menunjukkan bahwa kesabaran para suporter mulai menipis melihat inkonsistensi permainan tim dalam beberapa laga terakhir.

Analisis Pelatih dan Akar Masalah

Menanggapi kritik dan sorotan tersebut, Bernardo Tavares tidak menampik bahwa timnya tampil di bawah standar yang diharapkan. Ia secara spesifik menyoroti banyaknya kesalahan individu yang berujung pada terciptanya gol untuk tim lawan.

“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan,” ujar Tavares dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan, “Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas.”

Baca Juga  Persib Bandung: Gebrakan Gila Setelah Lumat Madura, Bidik Persebaya!

Pernyataan Tavares ini sangat relevan dengan risiko yang muncul dari permainan direct yang tidak dieksekusi dengan sempurna. Ketika bola panjang yang dilepaskan tidak menemui sasaran atau berhasil direbut lawan, ruang di belakang lini tengah pertahanan menjadi terbuka lebar, rentan terhadap serangan balik cepat.

Masalah pertahanan tidak berhenti pada situasi permainan terbuka saja. Set-piece atau bola-bola mati juga menjadi celah yang berulang kali dimanfaatkan lawan. Dalam dua pertandingan terakhir sebelum sorotan ini muncul, Persebaya Surabaya tercatat kebobolan empat gol dari situasi bola mati.

“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” ungkap Tavares, menunjukkan bahwa masalah ini menjadi perhatian serius tim pelatih.

Secara kualitas pemain, Tavares merasa timnya memiliki kemampuan untuk bermain lebih baik. Namun, inkonsistensi dalam penampilan membuat identitas permainan tim belum benar-benar terbangun dengan solid. “Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya, mengakui adanya fluktuasi performa tim.

Ujian Berikutnya: Akankah Ada Perubahan Taktik?

Kini, seluruh perhatian tertuju pada keberanian Persebaya Surabaya untuk melakukan penyesuaian taktik. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah, apakah Green Force akan tetap mempertahankan pola permainan bola panjang yang kini kerap dikritik, ataukah mereka akan berani kembali ke permainan kombinasi yang lebih sabar dan terstruktur?

Pertandingan berikutnya melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi ujian krusial sekaligus penentu. Jika pola permainan lama tetap dipertahankan tanpa adanya perbaikan yang signifikan, label “Persebaya Surabaya Long Ball FC” berpotensi akan semakin melekat di benak para pendukung setia, Bonek, dan menjadi momok tersendiri bagi tim. Perubahan dan inovasi taktik menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan tentunya, meredakan kekecewaan para suporter.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Kabar Gembira K-Popers: Grup Populer Umumkan Tur Dunia, Jadwal Konser Jakarta & Cara Beli Tiket
berita

Kabar Gembira K-Popers: Grup Populer Umumkan Tur Dunia, Jadwal Konser Jakarta & Cara Beli Tiket

19 Juni 2026 - 15:31
4 tips sederhana kembalikan gaya hidup sehat pasca Idul Adha, coba sekarang!
Olahraga

4 tips sederhana kembalikan gaya hidup sehat pasca Idul Adha, coba sekarang!

19 Juni 2026 - 15:19
Analisis Mendalam: Drama Final Liga Champions 2026 dan Dampaknya Bagi Juara Baru
Olahraga

Analisis Mendalam: Drama Final Liga Champions 2026 dan Dampaknya Bagi Juara Baru

19 Juni 2026 - 14:07
Jay Idzes Absen, Rizky Ridho Pimpin Garuda
Olahraga

Jay Idzes Absen, Rizky Ridho Pimpin Garuda

19 Juni 2026 - 14:03
25 Pemain Unggulan Soekarno Cup II Diburu di Sleman
Olahraga

25 Pemain Unggulan Soekarno Cup II Diburu di Sleman

19 Juni 2026 - 07:59
Pembalap Indonesia Ukir Sejarah: Podium Formula 2 Monaco, Kabar Terbaru
Olahraga

Pembalap Indonesia Ukir Sejarah: Podium Formula 2 Monaco, Kabar Terbaru

19 Juni 2026 - 07:45
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Sukses Besar! Festival Musik Makassar Pecahkan Rekor Penonton

Sukses Besar! Festival Musik Makassar Pecahkan Rekor Penonton

19 Juni 2026 - 16:56
AFL Grand Final Shocker: Stance Under Fire

AFL Grand Final Shocker: Stance Under Fire

19 Juni 2026 - 16:51
Ancaman Rare Earth Brasil: Cina Terancam

Ancaman Rare Earth Brasil: Cina Terancam

19 Juni 2026 - 16:38
Film Indonesia Terbaru ‘Kabar Makassar’ Pecahkan Rekor Penonton 5 Juta dalam Seminggu: Analisis Fenomena Suksesnya

Film Indonesia Terbaru ‘Kabar Makassar’ Pecahkan Rekor Penonton 5 Juta dalam Seminggu: Analisis Fenomena Suksesnya

19 Juni 2026 - 16:14
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In