Harapan Baru di Aceh Tamiang: Pertamina Peduli Hadirkan Air Bersih dan Layanan Kesehatan Pascabencana
Dua pekan setelah bencana melanda Kabupaten Aceh Tamiang, perjuangan para penyintas untuk kembali ke kehidupan normal masih terus bergulir. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi warga adalah ketersediaan air bersih yang layak. Akibat banjir bandang, sebagian besar sumber air warga dilaporkan tercemar lumpur pekat, menjadikannya tidak aman untuk dikonsumsi maupun digunakan dalam kegiatan sanitasi sehari-hari.
Kondisi ini menjadi realitas pahit bagi Yanti, seorang warga di Desa Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Ia dan keluarganya terpaksa mengandalkan air parit yang keruh sebagai satu-satunya sumber air untuk segala kebutuhan. Namun, senyum mulai kembali merekah di wajah Yanti sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba. Kini, keluarganya dapat menikmati pasokan air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
Mobil tangki Pertamina Peduli menjadi pemandangan yang dinanti. Kendaraan ini berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung oleh warga menggunakan jerigen dan ember. “Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti, mengungkapkan rasa syukurnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Putera, warga setempat. Ia menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sebagai sangat memprihatinkan. Air parit yang bercampur lumpur harus melalui proses penyaringan yang rumit sebelum dapat digunakan, itupun dengan kualitas yang jauh dari kata layak. “Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya dengan nada lega.
Komitmen Pertamina dalam Pemulihan Akses Air Bersih
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli pascabencana. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi masyarakat yang terdampak. Sejak tanggal 4 Desember 2023 hingga awal Januari 2024, Pertamina telah berhasil menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi ini dilakukan secara bergilir menggunakan armada yang terdiri dari 191 unit mobil tangki yang menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang.
Lebih dari sekadar mendistribusikan air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap berupaya memulihkan sumber air warga. “Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” tegas Baron.
Program sanitasi air ini merupakan bagian integral dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, yang bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.
Kolaborasi untuk Pemulihan Berkelanjutan
Dalam upaya merevitalisasi sumber air, Pertamina berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Wanadri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hingga saat ini, kolaborasi ini telah berhasil mengaktifkan kembali sebanyak 12 sumur di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Aceh Tamiang. Titik-titik tersebut meliputi Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Kecamatan Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, dan Kota Kualasimpang. Langkah ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih yang lebih permanen dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Layanan Kesehatan Gratis 24 Jam
Selain fokus pada penyediaan air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang beroperasi selama 24 jam penuh. Posko ini didirikan untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana. Berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, posko medis ini menjadi tumpuan bagi warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.
Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menjelaskan bahwa tim medis yang bertugas berkomitmen memberikan pelayanan tanpa henti. “Keluhan yang paling banyak kami temui pascabencana antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana,” jelas dr. Betty, merinci kondisi kesehatan yang paling sering dihadapi pasien.
Melalui kehadiran bantuan air bersih yang terjamin dan layanan kesehatan yang terpadu, Pertamina Peduli kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada masa-masa krisis. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi sosial dan kesehatan warga terdampak, agar mereka dapat bangkit kembali dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak dan aman.



















