Kontroversi Kemenangan WO: Pelatih CAHN Akui Kesalahan, Namun Kritisi Komunikasi AFC
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh pelatih Cong An Ha Noi (CAHN), Mano Polking, setelah timnya harus menerima kenyataan pahit berupa kekalahan 0-3 dari Tampines Rovers dalam leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2). Hasil ini berbanding terbalik dengan kemenangan telak 4-0 yang sempat diraih CAHN di lapangan. Penyebabnya adalah penggunaan dua pemain yang dinilai ilegal, Stefan Mauk dan China, yang seharusnya menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.
Keputusan AFC yang membatalkan kemenangan 4-0 CAHN dan memberikan kemenangan 3-0 kepada Tampines Rovers tentu saja menjadi pukulan telak bagi tim asal Vietnam tersebut. Mano Polking, meskipun mengakui kelalaian timnya dalam melakukan verifikasi kelayakan pemain, merasa prihatin dengan cara penanganan kasus ini. Ia menyayangkan bahwa masalah krusial seperti ini tidak diangkat atau dikomunikasikan dengan lebih baik oleh pihak terkait, termasuk match commissioner, sebelum pertandingan berakhir.
Menurut Polking, hal semacam ini dapat merusak integritas dan keindahan sebuah pertandingan sepak bola. Hasil yang seharusnya ditentukan melalui perjuangan di lapangan justru bergeser karena faktor administratif. Oleh karena itu, ia berharap AFC dapat meningkatkan kualitas komunikasinya di masa mendatang, mengingat kasus serupa pernah terjadi di kompetisi yang sama pada musim sebelumnya.
“Saya memang selalu agak bertele-tele dalam beberapa hal, tetapi kami tidak akan mengalihkan tanggung jawab di sini,” ujar Polking. “Pertanyaan saya di sini adalah, ‘bukankah demi kepentingan semua orang jika hal-hal seperti ini tidak terjadi?’ Hal ini terjadi tahun lalu di kompetisi yang sama. Dan ini terjadi lagi.”
Kronologi dan Pernyataan Polking
Polking merinci kejadian sebelum pertandingan, di mana terdapat pertemuan dengan match commissioner. Laporan yang ia lihat saat itu menunjukkan bahwa semua pemain, termasuk Stefan Mauk dan China, dinyatakan eligible untuk bermain. Tidak ada indikasi bahwa mereka terganjal sanksi.
“Apa yang terjadi sehari sebelum pertandingan — ada meeting sebelumnya, match commisioner hadir. Saya melihat laporannya. Pemain eligible, semuanya — Stefan Mauk, China — semuanya bisa main. Pemain non-eligible Tidak ada,” jelasnya.
Namun, ia menyadari adanya klausul kecil dalam laporan AFC yang mungkin terlewatkan, yang menyarankan klub untuk melakukan pengecekan mandiri tanpa tanggung jawab dari pihak AFC.
“Tapi, tentu saja, dalam huruf kecil di bawah [cetakan kecil yang mungkin ada di laporan dari AFC]: ‘silakan periksa sendiri, kami tidak bertanggung jawab…'”
Polking menegaskan bahwa CAHN menerima sepenuhnya kesalahan mereka. “Jika semua orang tahu, katakan apa yang Anda ketahui. Saya tahu kami telah diberitahu [tentang penangguhan sebelumnya]. Kita seharusnya berbuat lebih baik. Ini kesalahan kita. Saya tidak akan mengalihkan tanggung jawab itu.”
Dampak dan Harapan ke Depan
Kekalahan 0-3 ini jelas merugikan CAHN, yang seharusnya memiliki keunggulan agregat yang signifikan untuk leg kedua. Namun, Mano Polking tidak ingin menjadikan hal ini sebagai alasan. Ia bertekad agar timnya tetap berjuang keras dalam pertandingan selanjutnya.
“Ini belum berakhir. Kami akan berjuang,” tegas Polking.
Ia kembali menekankan pentingnya komunikasi yang lebih baik. “Tetapi bukankah demi kepentingan semua orang bahwa sehari sebelumnya, beberapa orang dari AFC atau dari mana pun, jika Anda tahu mereka dilarang bermain, jika wasit tahu mereka dilarang bermain ketika [ia melihat mereka karena ia harus] memeriksa di ruang ganti… itu tetap kesalahan kami, tetapi bukankah ada satu orang yang mengatakan ‘tunggu, tahan dulu, orang-orang ini tidak bisa bermain’?”
Polking melihat insiden ini sebagai pelajaran berharga bagi timnya. “Ini pelajaran besar bagi kami. Kesalahan besar, tetapi saya tidak menyukainya dan, jujur saja, saya juga tidak akan menyukainya jika saya berada di pihak lain, hanya demi keindahan permainan yang seharusnya dihindari.”
Ia menambahkan, “Dan dapat dihindari dengan komunikasi yang lebih baik antara institusi dan klub.”

Preseden Serupa di ACL 2
Kasus penggunaan pemain ilegal bukanlah hal baru di AFC Champions League Two. Musim lalu, Lion City Sailors juga pernah diuntungkan oleh situasi serupa. Dalam leg pertama babak perempat final, Sanfrecce Hiroshima seharusnya meraih kemenangan 6-1 atas Lion City Sailors. Namun, AFC menganulir hasil tersebut dan memberikan kemenangan 3-0 kepada Lion City Sailors.
Penyebabnya adalah Sanfrecce Hiroshima menurunkan Velere Germain, striker asal Prancis yang baru bergabung, dalam pertandingan tersebut. Germain diketahui sedang menjalani sanksi larangan bermain tiga laga yang dijatuhkan oleh AFC pada Februari 2024. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya ketelitian dalam administrasi pemain dan perlunya komunikasi yang lebih transparan dari pihak konfederasi sepak bola Asia.

















