Jakarta Berbagi Empati: 10% Pendapatan Ancol dan Donasi Publik untuk Korban Bencana Sumatera
Jakarta, 31 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan solidaritas yang mendalam terhadap para korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada malam pergantian tahun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan sebuah langkah filantropis yang signifikan. Sebanyak 10 persen dari total pendapatan Taman Impian Jaya Ancol pada malam tahun baru 2026 akan disumbangkan untuk membantu meringankan beban para penyintas bencana.
Langkah ini bukan sekadar gestur belaka, melainkan sebuah komitmen nyata untuk berbagi. Dana yang terkumpul dari 10 persen pendapatan Ancol tersebut akan disalurkan bersamaan dengan hasil penggalangan donasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui sistem pembayaran QRIS. Upaya pengumpulan donasi ini secara khusus digelar pada malam pergantian tahun, sebagai momentum untuk merefleksikan arti penting kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Sepuluh persen pendapatan Ancol juga akan disumbangkan untuk bersama-sama dengan QRIS, hasil penggalangan donasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Kalau 10 persen pendapatan Ancol, pasti nilainya signifikan,” ujar Pramono Anung dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (31/12/2025), yang disiarkan melalui program Sapa Tahun Baru 2026 di KompasTV.
Mekanisme Penggalangan dan Penyaluran Donasi
Penggalangan donasi melalui QRIS yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta secara resmi ditutup pada Kamis, 1 Januari 2026, tepat pukul 01.00 WIB. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa seluruh teknis penyaluran dana donasi ini sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi erat akan dilakukan bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta untuk memastikan dana tersalurkan secara efektif dan transparan kepada mereka yang membutuhkan.
Tradisi Kepedulian di Malam Pergantian Tahun
Pramono Anung juga menyoroti bahwa kegiatan penggalangan donasi untuk korban bencana di malam pergantian tahun bukanlah hal baru bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif serupa telah beberapa kali dilakukan, bahkan secara khusus, Pemprov DKI Jakarta sendiri mungkin telah menginisiasi kegiatan ini sebanyak empat kali. Hal ini menunjukkan konsistensi dan komitmen jangka panjang dalam upaya membantu sesama, terutama di saat-saat sulit.
Perayaan Sederhana Penuh Makna
Acara perayaan tahun baru 2026 di Jakarta kali ini sengaja dirancang untuk berlangsung secara sederhana, namun sarat makna. Fokus utama perayaan dialihkan dari kemeriahan yang berlebihan menjadi momentum refleksi dan empati bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera. Keputusan untuk tidak menggelar pesta kembang api dan petasan disambut dengan dukungan publik yang luar biasa.
“Ini menggambarkan sebenarnya keinginan masyarakat juga. Begitu saya mengumumkan Jakarta tidak ada kembang api dan petasan, dukungan publiknya luar biasa,” kata Pramono Anung. Ia menambahkan, “Dan ini adalah cermin dari itu, dan saya juga bersyukur ternyata ini juga diikuti di suatu daerah.” Sikap ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya kepedulian sosial di tengah musibah yang menimpa saudara sebangsa.
Hasil Donasi yang Menggugah Hati
Berkat partisipasi aktif masyarakat dan berbagai pihak, hasil donasi yang terkumpul untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera sungguh menggugah hati. Berdasarkan informasi yang dirilis melalui laman berita resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai angka fantastis, yaitu Rp3,1 miliar.
“Sejumlah warga menyumbang donasi melalui sistem pembayaran QRIS untuk bencana banjir di Pulau Sumatera saat malam Tahun Baru 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (31/12). Total donasi yang terkumpul pada malam Tahun Baru 2026 tersebut mencapai lebih dari 3,1 miliar rupiah,” demikian keterangan resmi yang tertera di laman tersebut.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia tetap membara, bahkan di tengah suasana perayaan. Dana yang terkumpul ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang berarti bagi para korban bencana, mulai dari kebutuhan dasar, perbaikan rumah, hingga pemulihan kondisi pasca-bencana. Langkah Jakarta ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan empati.




















