JAKARTA – Semangat juang Kartini terus diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendorong perempuan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk lebih mandiri secara ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan. Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Ruang Temu Asa Tegal melalui workshop baking dan cooking bertajuk Olahan Pisang Bernilai Jual, pada hari Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Jalan Ir Juanda, Kabupaten Tegal, diikuti oleh 50 peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Mereka diajarkan cara membuat banana muffin dan dadar gulung cokelat isi pisang keju, dua produk yang memiliki potensi pasar tinggi karena bahan bakunya mudah diperoleh. Selain itu, peserta juga mendapatkan bantuan modal usaha serta hadiah dari Kartini Challenge yang diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Setara.
Pelatihan serupa juga dilaksanakan di Cermin Timur, Kecamatan Sukakertama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar bersama Skies Indonesia tersebut diikuti oleh 50 ibu rumah tangga. Mereka diajarkan membuat bolu ketan hitam lumer dan thai dessert. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya terbatas pada satu daerah saja, tetapi mencakup berbagai wilayah.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan lembaganya selama sekitar 15 tahun. “Perempuan membutuhkan kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga keberanian untuk memulai usaha,” ujarnya dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Perwakilan Ruang Temu Asa Tegal, Mujab, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak harus melalui sektor formal. Menurutnya, aktivitas rumah tangga pun dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola secara kreatif. “Dari dapur rumah, perempuan bisa membantu ekonomi keluarga. Kuncinya ada pada kemauan dan kreativitas,” katanya.
Selain pelatihan memasak, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membuat konten pemasaran dan strategi penjualan berbasis preorder. Dalam sesi praktik, salah satu peserta bahkan berhasil memperoleh pesanan hingga 115 potong dadar gulung serta sejumlah banana muffin pada hari yang sama.
Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan tatap muka. Yayasan Indonesia Setara juga menyediakan pendampingan selama tiga pekan untuk membantu peserta mengembangkan usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran digital. Dengan begitu, diharapkan muncul pelaku usaha baru dari kalangan perempuan yang tidak hanya terampil, tetapi juga percaya diri dalam mengembangkan bisnis.



















