Puncak Komunikasi Publik Kalsel 2026: Garda Terdepan Inovasi Informasi

Diposting pada

Memperkuat Komunikasi Publik di Era Digital: Kalsel Gelar Summit Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi

Banjarmasin – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan lanskap media yang terus berubah, kemampuan komunikasi publik pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan citra positif. Menyadari hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sebuah forum penting bertajuk “Public Communication Summit 2026”. Acara ini dirancang khusus untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan isu dan membangun narasi yang selaras serta responsif, demi mencegah kesalahpahaman yang dapat merusak reputasi pemerintahan.

Summit yang mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital” ini dijadwalkan berlangsung di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Pembukaan acara akan dilakukan oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Noor Yaumil, pada hari Rabu, April 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah momentum strategis yang melibatkan para kepala daerah dan kepala Dinas Kominfo se-Kalimantan Selatan. Lebih dari itu, summit ini juga akan diwarnai dengan penandatanganan komitmen bersama. Komitmen ini diharapkan menjadi wujud nyata dari upaya menciptakan komunikasi publik yang lebih konsisten dan terpadu di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui pembangunan narasi yang kuat dan profesional di berbagai platform media, baik media massa konvensional maupun media sosial.

Kehadiran media sosial dan platform online yang semakin masif menuntut adanya adaptasi dalam strategi komunikasi. Melalui Public Communication Summit 2026 ini, diharapkan tercipta sebuah kerangka komunikasi publik yang tidak hanya adaptif, tetapi juga terintegrasi secara efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, Diskominfo Kalsel telah mengundang sejumlah narasumber yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing.

Para pakar yang akan berbagi wawasan meliputi:

  • Dahlan Dahi: CEO Tribunnews dan Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers. Beliau akan memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana media memilih dan membingkai isu yang menarik perhatian publik, serta strategi membangun hubungan yang profesional dan kuat antara pemerintah dan media.
  • Ani Natalia Pinem: Kepala Subdirektorat Humas Direktorat P2Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Materi yang akan disampaikan akan berfokus pada pengelolaan isu yang memerlukan arah yang jelas, serta bagaimana menangani krisis komunikasi yang kerap muncul di lembaga pemerintahan agar reputasi tetap terjaga.
  • Dudy Rudianto: Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia. Beliau akan mengupas tuntas mengenai kebijakan nasional dalam pengelolaan isu dan strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh pemerintah.
  • Jojo S Nugroho: Konsultan Komunikasi Krisis dan Strategic Public Relations untuk berbagai korporasi, kementerian, dan lembaga. Sebagai seorang dosen Public Relations di Universitas Indonesia, beliau akan membagikan tips praktis untuk membangun narasi positif di media sosial.

Selain para narasumber ahli, acara ini juga akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, termasuk kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, pimpinan media massa, serta perwakilan dari Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Setiap narasumber akan mempresentasikan materi yang sangat relevan dengan tantangan dan peluang komunikasi di era digital saat ini.

Dudy Rudianto, misalnya, akan memaparkan kebijakan nasional yang mendasari pengelolaan isu dan komunikasi publik pemerintah. Dengan pengalamannya sebagai CEO salah satu media online terkemuka di Indonesia, Dahlan Dahi akan memberikan pandangan unik tentang dinamika pemberitaan dan cara menjalin kemitraan yang efektif dengan media.

Sementara itu, Ani Natalia Pinem akan menguraikan strategi penanganan isu-isu krusial, khususnya dalam konteks komunikasi krisis di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, lembaga dapat mempertahankan citra positif di mata publik. Jojo S Nugroho, dengan keahlian akademis dan praktisnya, akan membekali peserta dengan jurus-jurus jitu untuk menciptakan konten positif yang dapat menyebar luas di ranah digital.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, HM Muslim, menyampaikan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan Public Communication Summit 2026 ini adalah untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi kinerja humas di tingkat pemerintah daerah.

“Di era digital ini, komunikasi publik pemerintah dituntut untuk memiliki respons yang cepat, konsistensi dalam menyampaikan narasi positif, serta kemampuan berkolaborasi dengan mitra strategis. Hal ini menjadi semakin penting mengingat adanya keterbatasan sumber daya yang kerap dihadapi,” ujar HM Muslim. Beliau menambahkan, “Keberhasilan komunikasi publik diukur ketika humas pemerintah daerah mampu menjawab setiap kebutuhan dan pertanyaan masyarakat secara memuaskan. Inilah esensi yang ingin kami capai melalui forum ini.”

Melalui sinergi yang dibangun dalam summit ini, diharapkan Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan komunikasi publik yang efektif, adaptif, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan