Isu perpindahan Putri Dakka ke PDIP kembali mencuat seiring dengan wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI Sulsel setelah pengunduran diri Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Putri Dakka, mantan Ketua NasDem Luwu Utara, dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya masih berstatus sebagai kader Partai NasDem.
Penegasan Status di NasDem
Putri Dakka menjelaskan bahwa ia tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari NasDem, maupun menerima surat pemecatan dari partai. Ia menekankan bahwa tidak ada proses administratif yang menyatakan dirinya bukan lagi bagian dari NasDem.
“Saya tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah menerima surat pemecatan. Jadi dua poin itu yang perlu digarisbawahi,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya telah resmi menjadi kader PDIP. Menurutnya, isu ini tidak berdasar dan hanya merupakan spekulasi politik belaka.
“Kalau saya kader PDIP, masak tidak ada jabatan saya? Masak saya tidak punya etika untuk mengundurkan diri dari NasDem? Itu cuma isu yang digoreng,” tegasnya.
Klarifikasi Penggunaan Kendaraan Politik
Putri Dakka menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan politik PDIP dan PAN saat maju pada Pilwali Palopo adalah bagian dari strategi politik dan tidak mengindikasikan perpindahan partai.
“Saya diminta maju oleh ketua saya. Saya mengendarai PDIP dan PAN, tapi saya tidak pernah pindah partai politik,” jelasnya.
Komunikasi dengan DPP NasDem
Setelah kontestasi politik, Putri Dakka mengakui bahwa dirinya lebih fokus pada urusan bisnis. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa hubungannya dengan partai tetap terjaga.
“Soal komunikasi, ada hal-hal yang belum bisa saya publikasikan. Tapi yang jelas, status saya di NasDem tidak pernah berubah,” katanya.
Sikap Terkait PAW DPR RI
Menanggapi wacana PAW Rusdi Masse, Putri Dakka memilih untuk bersikap tenang dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
“Soal PAW, saya tidak mau berandai-andai. Rezeki orang tidak ada yang tahu. Kalau memang rezekiku, tidak akan tertukar. Kalau bukan, ya kita terima,” tandasnya.
Potensi PAW dan Perolehan Suara Caleg NasDem Dapil III Sulsel
Pengunduran diri Rusdi Masse dari DPR RI membuka peluang bagi kader NasDem lainnya untuk mengisi posisi tersebut melalui mekanisme PAW. Daerah pemilihan III Sulsel meliputi wilayah Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo.
NasDem berhasil meloloskan dua kadernya dari Dapil III Sulsel, yaitu Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba. Rusdi Masse memperoleh suara signifikan sebesar 161.301, sementara Eva Stevany Rataba meraih 73.910 suara. Keduanya telah menjabat selama dua periode di DPR RI.
Dengan mundurnya Rusdi Masse, beberapa nama kader NasDem berpotensi untuk menggantikannya. Berdasarkan perolehan suara, Putri Dakka memiliki peluang besar karena meraih suara terbanyak ketiga dengan 53.700 suara. Meskipun demikian, isu mengenai kepindahannya ke PDIP sempat mencuat, namun telah dibantah oleh yang bersangkutan.
Berikut adalah daftar perolehan suara caleg NasDem Dapil III Sulsel setelah Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba:
Putri Dakka: 53.700 suara
Aslam Patonangi: 43.580 suara
- Aslam Patonangi adalah mantan Bupati Pinrang selama dua periode. Namun, ia telah mengundurkan diri dari Partai NasDem.
Hayarna Hakim: 29.162 suara
- Hayarna Hakim adalah istri dari Basmin Mattayang, mantan Bupati Luwu. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Luwu.
Judas Amir: 12.669 suara
- Judas Amir adalah mantan Wali Kota Palopo selama dua periode.
Nicodemus Biringkanae: 4.908 suara
- Nicodemus Biringkanae adalah mantan Bupati Tana Toraja.
Penentuan siapa yang akan menggantikan Rusdi Masse melalui mekanisme PAW akan menjadi keputusan penting bagi Partai NasDem, dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk perolehan suara, loyalitas partai, dan dinamika politik yang berkembang.



















