Lonjakan Signifikan Penggunaan QRIS di Sulawesi Selatan: Transformasi Digital yang Pesat di 2025
Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyaksikan sebuah transformasi digital yang luar biasa dalam sistem pembayaran pada tahun 2025. Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatat pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari segi nilai transaksi, jumlah pengguna, maupun jumlah pedagang atau merchant yang mengadopsinya. Fenomena ini menandakan pergeseran signifikan masyarakat dan pelaku usaha di Sulsel menuju metode pembayaran yang lebih modern, efisien, dan aman.
Peningkatan Nilai Transaksi yang Mencengangkan
Salah satu indikator paling kentara dari pesatnya adopsi QRIS adalah lonjakan nominal transaksi. Sepanjang tahun 2025, total nilai transaksi QRIS di wilayah Sulawesi Selatan dilaporkan mencapai angka fantastis sebesar Rp19,05 triliun. Angka ini merupakan lompatan besar, meningkat sebesar 85,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2024, di mana total transaksi QRIS hanya berkisar pada angka Rp10,28 triliun. Kenaikan lebih dari separuh ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan QRIS untuk berbagai keperluan transaksi finansial mereka, mulai dari pembayaran kebutuhan sehari-hari hingga pembelian barang dan jasa yang lebih besar.
Pertumbuhan Pengguna yang Berkelanjutan
Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Selatan juga mengalami pertumbuhan yang stabil dan signifikan. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 1,32 juta individu telah terdaftar sebagai pengguna QRIS. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8% jika dibandingkan dengan tahun 2024, yang mana pada tahun tersebut jumlah pengguna masih berada di angka 1,22 juta orang. Pertumbuhan ini menegaskan bahwa QRIS semakin diterima dan menjadi bagian integral dari gaya hidup digital masyarakat Sulsel. Kemudahan penggunaan dan fleksibilitasnya menjadi daya tarik utama bagi berbagai kalangan.
Volume Transaksi Melambung Tinggi
Selain nilai dan jumlah pengguna, volume transaksi QRIS di Sulawesi Selatan juga menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Pada tahun 2025, QRIS di Sulsel digunakan sebanyak 170,5 juta kali. Angka ini melonjak drastis sebesar 116,56% dibandingkan dengan tahun 2024, di mana volume transaksi hanya tercatat sebanyak 78,73 juta kali. Peningkatan volume transaksi yang lebih dari dua kali lipat ini mengindikasikan frekuensi penggunaan QRIS yang semakin tinggi. Masyarakat tidak hanya menggunakan QRIS untuk transaksi besar, tetapi juga untuk pembelian dalam skala kecil yang dilakukan berulang kali, menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi pilihan pembayaran utama untuk berbagai jenis transaksi.
Dominasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Data menunjukkan bahwa mayoritas merchant yang mengadopsi QRIS di Sulsel adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 1,34 juta merchant telah menggunakan QRIS. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,8% didominasi oleh UMKM, sementara sisanya merupakan merchant dari kategori usaha besar. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS telah berhasil memberikan solusi pembayaran yang terjangkau dan mudah diakses bagi para pelaku usaha kecil, memberdayakan mereka untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital.
Makassar sebagai Pusat Adopsi QRIS, Namun Perluasan Terus Dijalankan
Kota Makassar menjadi episentrum adopsi QRIS di Sulawesi Selatan, dengan konsentrasi merchant pengguna QRIS mencapai sekitar 43% dari total keseluruhan di wilayah tersebut. Keberadaan pusat ekonomi dan bisnis yang kuat di Makassar secara alami mendorong penggunaan teknologi pembayaran digital. Namun, komitmen untuk memperluas jangkauan digitalisasi pembayaran tidak berhenti di ibukota provinsi. Ada upaya berkelanjutan untuk merambah ke seluruh wilayah di Sulawesi Selatan, memastikan bahwa manfaat dari pembayaran digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha, tanpa terkecuali.
Manfaat QRIS yang Mendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan pesat penggunaan QRIS di Sulawesi Selatan ini tidak terlepas dari berbagai manfaat yang ditawarkannya, antara lain:
- Kemudahan dan Kecepatan: Pengguna hanya perlu memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital di ponsel pintar mereka untuk menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.
- Keamanan: Transaksi QRIS menggunakan standar keamanan yang ketat, mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau pemalsuan.
- Efisiensi Biaya: Merchant tidak perlu menyediakan uang kembalian dalam jumlah besar, serta mengurangi biaya pengelolaan uang tunai.
- Pencatatan Transaksi Otomatis: Setiap transaksi tercatat secara digital, memudahkan pelaporan keuangan bagi merchant, terutama UMKM.
- Promosi dan Program Loyalitas: Merchant dapat dengan mudah mengintegrasikan program promosi dan loyalitas melalui platform QRIS.
- Inklusi Keuangan: Membuka akses bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank untuk bertransaksi secara digital melalui dompet digital.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, QRIS diprediksi akan semakin memperkuat perannya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan digital di Sulawesi Selatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui efisiensi dan kemudahan bertransaksi.












