Makassar, 1 Juni 2026 – Inflasi di Makassar pada bulan Mei 2026 berhasil dijaga tetap terkendali, sebuah pencapaian penting di tengah tekanan kenaikan harga pangan yang menjadi perhatian utama Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya sinergis pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, intervensi pasar dan kebijakan stabilisasi harga yang diterapkan membuahkan hasil positif.
Tekanan Inflasi Nasional dan Peran Sektor Pangan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi tahunan, dengan tingkat inflasi mencapai 4,94 persen. Komoditas seperti ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, serta cabai menjadi pemicu utama kenaikan harga di sektor ini.
Selain sektor pangan, BPS juga mencatat bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan. Kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika pasokan, permintaan pasar, dan bahkan fluktuasi harga komoditas global.
Strategi Stabilisasi Harga Pangan di Makassar
Menyadari potensi tekanan inflasi yang bersumber dari sektor pangan, pemerintah kota Makassar, melalui Perum Bulog Cabang Makassar, telah gencar melakukan berbagai strategi stabilisasi harga. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peresmian Kios Bulog di Pasar Pa’Baeng-Baeng pada pertengahan April 2026. Keberadaan kios ini bertujuan untuk memperluas jalur distribusi komoditas strategis agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Program ini mencakup penyaluran berbagai kebutuhan pokok penting seperti beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan minyak goreng Minyakita. Penjualan komoditas tersebut dilakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, memastikan harga tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ketersediaan Stok dan Pengawasan Pasar
Wakil Pemimpin Cabang Bulog Makassar, Arfendi Iskandar Putra, menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan ketersediaan stok minyak goreng Minyakita dalam jumlah yang memadai untuk menjaga stabilitas harga di wilayah Makassar dan sekitarnya. Saat ini, Bulog Makassar memiliki puluhan ribu liter Minyakita yang siap disalurkan, mencakup wilayah yang lebih luas.
Dalam setiap pelaksanaan operasi pasar, Bulog menyalurkan ribuan liter Minyakita di berbagai lokasi pasar untuk menekan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen. Arfendi menambahkan bahwa distribusi yang merata menjadi kunci agar harga tetap terkendali sesuai HET, yang ditetapkan maksimal Rp15.700 per liter untuk minyak goreng. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pangan pokok tetap aman dan stabil.
Peran Mitra dan Penegakan Aturan
Selain penyaluran komoditas komersial, Bulog juga menjalankan penugasan pemerintah melalui penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat penerima manfaat. Di sisi lain, Bulog secara tegas mengingatkan para pedagang untuk mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Pelanggaran terhadap HET akan ditindak tegas melalui koordinasi dengan Satgas Pangan dan instansi terkait. Sanksi yang dapat diberikan bervariasi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha.
Kerja sama dengan mitra binaan Bulog, seperti yang terjadi di Pasar Pa’Baeng-Baeng, memberikan dampak positif. Para mitra yang konsisten menjual Minyakita sesuai aturan tidak hanya membantu usahanya berkembang, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan terjangkau bagi masyarakat. Fenomena kelangkaan yang terkadang muncul lebih disebabkan oleh kendala distribusi dari produsen daripada habisnya stok di lapangan.
Dampak Positif dan Proyeksi Ke Depan
Dengan adanya Kios Bulog dan operasi pasar yang rutin digelar, akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok diharapkan semakin mudah. Upaya ini secara langsung berkontribusi pada pengendalian inflasi di Makassar, terutama yang berasal dari sektor pangan. Stabilitas harga pangan bukan hanya penting untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan di Sulawesi Selatan.
Keberhasilan pengendalian inflasi di Makassar pada bulan Mei 2026 ini menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan stabilisasi harga pangan yang terintegrasi. Meskipun tantangan ke depan mungkin tetap ada, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan para pelaku pasar menjadi pondasi kuat untuk menjaga Makassar tetap aman dari gejolak harga pangan yang berlebihan, serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Penulis: Erwin












