Stabilitas Harga Beras di Pasangkayu Menjelang Ramadan, Permintaan Meningkat
Pasangkayu, Sulawesi Barat – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kondisi harga beras di Kabupaten Pasangkayu terpantau masih stabil. Kategori super premium, premium, hingga medium tidak menunjukkan lonjakan harga yang berarti, meskipun terjadi peningkatan permintaan yang mulai terasa. Fenomena ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan pokok untuk bulan penuh berkah ini.
Aco, seorang pemilik toko beras yang berlokasi di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, mengungkapkan bahwa stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi. Ia menjelaskan bahwa pasokan utama beras didatangkan dari Kabupaten Polewali Mandar, daerah tetangga yang menjadi salah satu sentra produksi beras di Sulawesi Barat.
“Stok kami datang dari Polewali Mandar. Biasanya, suplai masuk dua kali dalam sebulan untuk memastikan ketersediaan barang di toko,” ujar Aco.
Dalam kondisi normal, stok beras yang ada di tokonya dapat bertahan hingga sekitar sepuluh hari. Namun, memasuki bulan Ramadan, pola perputaran stok mengalami percepatan. “Kalau hari biasa bisa sampai sepuluh hari baru habis. Tapi di bulan puasa ini, tujuh hari sudah habis,” tambahnya, mengindikasikan tingginya antusiasme masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama berpuasa.
Rincian Harga Beras Berdasarkan Kategori
Meskipun permintaan meningkat, harga beras di Pasangkayu masih bertahan pada level yang stabil. Berikut adalah rincian harga berdasarkan kategori dan ukuran kemasan yang berlaku:
Beras Super Premium:
- 25 kilogram: Rp380.000
- 20 kilogram: Rp304.000
- 10 kilogram: Rp153.000
- 5 kilogram: Rp77.000
Beras Premium:
- 25 kilogram: Rp368.000
- 20 kilogram: Rp294.000
- 10 kilogram: Rp148.000
- 5 kilogram: Rp74.000
Beras Medium (Jenis 1):
- 25 kilogram: Rp352.000
- 20 kilogram: Rp282.000
- 10 kilogram: Rp142.000
- 5 kilogram: Rp71.000
Beras Medium (Jenis 2):
- 25 kilogram: Rp345.000
- 20 kilogram: Rp276.000
- 10 kilogram: Rp139.000
- 5 kilogram: Rp69.500
Kategori Super Premium Paling Diburu
Dari berbagai kategori yang tersedia, beras jenis super premium menjadi pilihan utama yang paling diminati oleh masyarakat Pasangkayu. Aco menjelaskan bahwa kualitas beras super premium yang dinilai lebih pulen dan bersih menjadikannya favorit untuk kebutuhan rumah tangga, terutama selama periode Ramadan.
“Masyarakat lebih memilih yang super premium karena kualitasnya. Teksturnya lebih pulen dan bersih, cocok untuk konsumsi sehari-hari selama bulan puasa,” ungkap Aco.
Faktor kualitas inilah yang tampaknya menjadi pertimbangan utama konsumen, bahkan ketika harga sedikit lebih tinggi dibandingkan kategori lainnya. Kebutuhan akan makanan yang berkualitas baik menjadi prioritas bagi banyak keluarga untuk menjaga kesehatan dan energi selama menjalankan ibadah puasa.
Antisipasi Lonjakan Permintaan di Puncak Ramadan
Meskipun saat ini harga masih stabil, para pedagang beras tetap mewaspadai potensi lonjakan permintaan yang biasanya mencapai puncaknya menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan. Peningkatan permintaan ini umumnya dipicu oleh tradisi menyelenggarakan acara keagamaan, perayaan Idulfitri, serta kebutuhan rumah tangga yang meningkat seiring dengan aktivitas memasak yang lebih intensif.
Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor pangan diharapkan terus memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras. Upaya koordinasi dengan daerah pemasok seperti Polewali Mandar, serta memastikan kelancaran distribusi, akan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak diinginkan di masa mendatang.
Dengan adanya stabilitas harga di awal Ramadan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan fokus. Ketersediaan beras yang terjangkau dan berkualitas menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang mungkin dihadapi.
Para pedagang seperti Aco juga terus berupaya memastikan stok tetap aman dan beradaptasi dengan dinamika permintaan pasar selama bulan suci ini. Perputaran stok yang lebih cepat di bulan puasa menjadi indikator positif bahwa masyarakat aktif dalam mempersiapkan kebutuhan mereka, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap pasokan yang tersedia.

