Renungan Harian: Pengharapan oleh Kebangkitan Yesus Kristus
Pada hari Minggu, 12 April 2026, renungan harian Kristen mengajak kita untuk merenungkan firman Tuhan yang terdapat dalam kitab 1 Petrus pasal 1 ayat 3. Ayat ini menyatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”
Tema khotbah pada hari ini adalah Pengharapan oleh Kebangkitan Yesus Kristus. Sebagai umat Kristen, kita diajak untuk memahami bahwa pengharapan kita bukanlah sesuatu yang sementara atau tidak nyata, melainkan berdasarkan kebangkitan Yesus Kristus yang memberikan makna baru bagi kehidupan kita.
Harapan Manusia dan Kehidupan yang Tidak Menjanjikan
Setiap orang memiliki harapan masing-masing. Ada yang berharap cepat menemukan jodoh, ada yang ingin segera mendapatkan pekerjaan, menjadi kaya, atau mencapai jabatan tertentu. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua harapan manusia dapat terwujud sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini sering kali menyebabkan kekecewaan yang mendalam.
Kekurangan harapan yang terpenuhi bisa membuat seseorang merasa putus asa. Dari berita-berita yang beredar di media sosial seperti Facebook, kita sering melihat kasus-kasus di mana orang-orang yang kecewa akhirnya melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri, seperti bunuh diri, alkoholisme, atau kecanduan narkoba.
Pengharapan yang Tidak Mengecewakan
Namun, dalam firman Tuhan, kita diberitahu bahwa setiap orang percaya memiliki pengharapan yang tidak akan mengecewakan. Pengharapan ini berasal dari Yesus Kristus yang bangkit dari kematian. Ini adalah pengharapan yang nyata, bukan sekadar harapan semu.
Pengharapan orang percaya bukanlah hasil dari usaha manusia, melainkan karunia dari Tuhan. Tuhan memberikan keselamatan dan juga hidup baru melalui kelahiran kembali yang terjadi melalui kebangkitan Yesus Kristus. Ini adalah karya agung Tuhan yang memberikan harapan bagi seluruh umat-Nya.
Pujian sebagai Bentuk Syukur
Sebagai orang percaya, kita harus selalu memuji Tuhan. Pujian kepada Tuhan adalah bentuk syukur atas karya-Nya yang besar, yaitu karya keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Melalui karya-Nya, kita menjadi orang-orang yang memiliki pengharapan yang pasti dan kuat.
Pengharapan kita adalah kehidupan kekal, sesuai dengan janji Tuhan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Inilah yang menjadikan kita tetap bersemangat dan percaya meskipun dalam ujian atau tantangan hidup.
Hidup dalam Keinginan Tuhan
Oleh karena itu, sebagai keluarga Kristus—baik sebagai orang tua maupun anak-anak serta anggota keluarga lainnya—kita diingatkan untuk selalu hidup dalam kehendak Tuhan. Kita harus menjalani kehidupan ini dengan keyakinan akan kasih dan berkat-Nya.
Dengan demikian, kita tidak hanya memegang pengharapan yang benar, tetapi juga menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa
Ya Tuhan Allah, kami bersyukur atas karya besar-Mu bagi kami. Tuntun dan kuatkan kami dalam menjalani kehidupan agar iman kami selalu hidup dalam kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.



















