Rumah Aspirasi Sofyan Tan: Pancasila dan Trisakti sebagai Landasan

Diposting pada

Rumah Aspirasi Sofyan Tan Diresmikan: Penegasan Politik Berpihak pada Rakyat di Sumatera Utara

Medan – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno di Kompleks CBD Polonia, Medan, pada Senin (1/6/2026) bukan sekadar momen refleksi perjalanan bangsa Indonesia. Acara ini menjelma menjadi panggung penting bagi PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk menegaskan kembali arah perjuangan politik mereka. Di hadapan ratusan kader partai, relawan, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta para pegiat budaya, peresmian Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menjadi sorotan utama.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, dalam pidatonya menekankan pentingnya politik yang senantiasa berpijak pada kepentingan rakyat kecil. Bagi Rapidin, peringatan Hari Lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ini adalah amanat besar untuk menjaga demokrasi, merawat persatuan bangsa, dan memastikan negara senantiasa hadir untuk mereka yang lemah dan membutuhkan.

Rapidin menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara konsisten menjadikan pemikiran-pemikiran besar Bung Karno sebagai landasan perjuangan politik partai. Tidak hanya Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga Trisakti yang mengajarkan bangsa Indonesia untuk mencapai tiga pilar kemandirian: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Pemikiran Bung Karno tidak berhenti pada lahirnya Pancasila. Trisakti adalah jalan yang harus terus diperjuangkan. Itulah yang menjadi pegangan PDI Perjuangan dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan rakyat,” ujar Rapidin dengan tegas.

Menjaga Hak Demokrasi dan Kemerdekaan Berpendapat

Mantan Bupati Samosir ini kemudian menyoroti salah satu capaian fundamental demokrasi Indonesia, yaitu terjaminnya hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan politik secara langsung. Ia mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menyia-nyiakan hak yang telah diperjuangkan melalui perjalanan panjang sejarah demokrasi bangsa.

“Hak berpendapat dan hak memilih adalah hak paling mendasar yang dimiliki setiap warga negara. Jangan pernah menjual hak itu. Demokrasi yang sehat hanya bisa lahir dari rakyat yang merdeka dalam menentukan pilihannya,” tegas Rapidin, mengingatkan pentingnya kesadaran politik di kalangan masyarakat.

Rumah Aspirasi: Wujud Nyata Pengabdian untuk Rakyat

Nilai-nilai luhur tersebut kemudian dikaitkan dengan keberadaan Rumah Aspirasi Sofyan Tan yang baru saja diresmikan. Menurut Rapidin, rumah aspirasi bukan sekadar tempat untuk menampung keluhan masyarakat, melainkan harus menjelma menjadi ruang pengabdian yang nyata bagi seluruh rakyat. Ia memuji semangat yang ditunjukkan oleh Sofyan Tan, yang dinilainya sejalan dengan watak perjuangan PDI Perjuangan dalam menempatkan “wong cilik” atau rakyat kecil sebagai prioritas utama.

“Partai ini besar karena rakyat. Karena itu rumah aspirasi ini harus menjadi rumah rakyat. Rumah bagi mereka yang membutuhkan bantuan, membutuhkan pendidikan, dan membutuhkan jalan keluar atas persoalan hidup yang dihadapi,” jelas Rapidin, menekankan fungsi strategis rumah aspirasi tersebut.

Rapidin juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah dr. Sofyan Tan yang selama bertahun-tahun dikenal konsisten memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Ia mengakui banyak anak-anak di Sumatera Utara yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi berkat program beasiswa dan bantuan yang diperjuangkan oleh Sofyan Tan.

“Saya menjadi saksi bagaimana Pak Sofyan Tan bekerja untuk masyarakat. Banyak daerah yang merasakan manfaat perjuangannya, termasuk bantuan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan,” imbuh Rapidin, memberikan kesaksian atas dedikasi Sofyan Tan.

Komitmen Pendidikan Tanpa Batas

Menanggapi hal tersebut, dr. Sofyan Tan menegaskan bahwa Rumah Aspirasi yang diresmikannya akan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun kelompok sosial. Bertepatan dengan momen Hari Lahir Pancasila, ia memastikan rumah ini akan menjadi pusat bantuan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Orang miskin datang ke sini untuk pendidikan, kami akan bantu. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya,” ujar dr. Sofyan Tan dengan penuh keyakinan.

Peresmian Rumah Aspirasi ini berlangsung dalam suasana yang kental dengan nuansa kebangsaan. Acara diawali dengan doa bersama lintas agama, dilanjutkan dengan pertunjukan budaya yang menampilkan kekayaan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan pemersatu.

Di tengah semarak peringatan Bulan Bung Karno, pesan yang mengemuka dari seluruh rangkaian kegiatan ini sederhana namun memiliki kekuatan yang luar biasa: politik harus kembali kepada rakyat. Dan bagi PDI Perjuangan, jalan tersebut terus ditempuh melalui penguatan sektor pendidikan, keberpihakan yang teguh kepada wong cilik, serta upaya menjaga api semangat Pancasila dan Trisakti agar senantiasa menyala dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan