Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Sejumlah Saham Unggulan Melaju
Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026, Indeks Bisnis-27 menunjukkan tren positif dengan pembukaan yang menguat. Beberapa saham terkemuka yang menjadi bagian dari konstituen indeks ini, seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), turut mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.05 WIB, Indeks Bisnis-27, yang merupakan hasil kolaborasi antara BEI dan Harian Bisnis Indonesia, berhasil dibuka menguat sebesar 0,87%. Indeks ini mencapai posisi 545,74. Dari total 27 saham yang menjadi konstituen indeks, mayoritas menunjukkan performa positif, dengan 17 saham menguat, sementara 7 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 3 saham terpantau stagnan.
Penguatan harga saham pada sesi awal perdagangan ini dipimpin oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Saham ANTM tercatat naik 2,37% dan diperdagangkan pada harga Rp4.320 per lembar. Posisi kedua ditempati oleh saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang menguat 2,04% ke level Rp300. Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) juga menunjukkan performa apik dengan kenaikan 1,98% ke harga Rp2.060.
Selain ketiga saham unggulan tersebut, beberapa emiten lain juga turut berkontribusi pada penguatan indeks. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mencatatkan kenaikan 1,90% dan diperdagangkan pada harga Rp1.075. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menyusul dengan penguatan 1,45% ke level Rp7.000. Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) juga turut menguat sebesar 1,28% pada harga Rp9.925.
Daftar saham yang mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan juga mencakup:
* PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL): Menguat 1,02% ke Rp1.490.
* PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Menguat 0,78% ke Rp3.870.
* PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI): Menguat 0,76% ke Rp1.325.
* PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Menguat 0,69% ke Rp7.275.
Di sisi lain, tidak semua saham dalam konstituen Indeks Bisnis-27 mengalami kenaikan. Beberapa saham tercatat mengalami pelemahan harga. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memimpin daftar pelemahan dengan koreksi 1,45% ke Rp1.705. Diikuti oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melemah 0,87% ke Rp2.280, serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang terkoreksi 0,81% ke Rp30.475.
Saham lain yang juga mengalami pelemahan pada sesi awal perdagangan ini antara lain:
* PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA): Melemah 0,76% ke Rp2.600.
* PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA): Terkoreksi 0,42% ke Rp2.370.
Prospek Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sebelumnya, para analis dari BRI Danareksa Sekuritas telah memprediksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini. Prediksi ini didasarkan pada berbagai analisis teknikal dan sentimen pasar yang berkembang.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup perdagangan pekan lalu dengan sedikit terkoreksi sebesar 0,03%, berada pada posisi 8.271. Pada saat yang sama, tercatat adanya net foreign sell senilai Rp360,91 miliar di pasar reguler. Para analis menilai bahwa pelemahan yang terbatas ini sejalan dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang cenderung bergerak lesu, sebagian dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Reza Diofanda, seorang Technical Analyst di BRI Danareksa Sekuritas, berpendapat bahwa pergerakan IHSG yang masih berada dalam rentang 8.150 hingga 8.230 menunjukkan tren yang masih konstruktif. Dengan kondisi ini, peluang untuk terjadinya rebound atau pembalikan arah penguatan bagi IHSG dinilai masih terbuka lebar di masa mendatang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar
Reza Diofanda lebih lanjut menjelaskan bahwa peluang rebound IHSG tetap terbuka dengan target level resistance pada area psikologis 8.400. Dari sisi sentimen pasar, beberapa faktor menjadi perhatian utama. Pertama, pasar akan mencermati progres komunikasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI terkait proposal yang diajukan kepada MSCI dan FTSE. Perkembangan ini dapat memberikan sentimen positif jika proposal tersebut diterima dengan baik.
Kedua, dinamika lanjutan pasca pembatalan tarif oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat juga menjadi sorotan. Keputusan ini berpotensi membuka kembali ruang negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pasar modal domestik.
Selain itu, pasar juga akan memberikan perhatian khusus pada rilis data money supply atau jumlah uang beredar di dalam negeri. Data ini dinilai akan menjadi katalis penting yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek. Kenaikan atau penurunan jumlah uang beredar dapat memberikan sinyal mengenai kondisi likuiditas dan inflasi, yang merupakan faktor krusial bagi investor.
Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat analisis dan prediksi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan tanggung jawab atas segala keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi sepenuhnya menjadi milik investor.




