Sampah Berton-ton Pasca Arus Mudik Gilimanuk: STT Kumpulkan 150 Kg

Diposting pada

Pasca Arus Mudik Lebaran: Warga Jembrana Bersih-bersih Sampah Plastik di Pinggir Jalan

Kawasan Desa Adat Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, menjadi saksi bisu dari dampak arus mudik Lebaran 2026. Setelah jutaan kendaraan melintas, menyisakan tumpukan sampah plastik di sepanjang pinggir jalan, warga setempat tak tinggal diam. Sekaa Truna Truni (STT) setempat, bersama dengan pihak Desa Adat, bahu-membahu membersihkan lingkungan mereka dari sampah yang berserakan.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap kondisi kebersihan yang menurun pasca membludaknya aktivitas mudik. Antrean kendaraan yang panjang di jalur nasional wilayah tersebut, yang membentang dari Denpasar hingga Gilimanuk, ternyata berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah yang dibuang sembarangan oleh para pemudik.

Satu Per Satu, Sampah Plastik Diangkat

Proses pembersihan dilakukan dengan menyisir satu per satu sampah yang mengotori pinggir jalan. Fokus utama adalah sampah plastik, yang merupakan jenis sampah anorganik paling banyak ditemukan. Puluhan warga dikerahkan dalam kegiatan gotong royong ini. Hasilnya cukup mengejutkan, terkumpul tidak kurang dari 150 kilogram sampah plastik dari area Desa Adat Sumbersari saja.

Menurut keterangan salah seorang warga yang terlibat, sampah-sampah tersebut banyak ditemukan di sepanjang jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Kondisi kemacetan panjang yang terjadi sejak H-6 hingga H-3 Idul Fitri kemarin, diduga menjadi penyebab utama banyaknya sampah yang dibuang oleh pengendara yang terjebak dalam antrean. Lokasi Desa Adat Sumbersari yang berdekatan dengan Hutan Cekik Gilimanuk, semakin mempertegas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari ancaman sampah.

“Astungkara sudah dibersihkan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang ada di desa untuk diolah lebih lanjut.

Gilimanuk Juga Bergerak: Tonase Sampah Meningkat

Tidak hanya di Desa Adat Sumbersari, aksi serupa juga digalakkan di Kelurahan Gilimanuk. Pihak Kelurahan Gilimanuk bersama warga setempat telah melakukan pembersihan sampah pada H-3 dan H-2 Lebaran 2026. Kegiatan ini difokuskan di kawasan sekitar Terminal Kargo Gilimanuk dan sebagian wilayah gang pemukiman warga yang menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Hasil pembersihan di hari pertama, tercatat berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 ton sampah campuran. Sementara itu, pada hari kedua, jumlah sampah yang terkumpul mencapai dua ton. Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, membenarkan peningkatan volume sampah ini. Ia memperkirakan jumlah sampah pasca arus mudik tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Prediksi ini didasarkan pada peningkatan jumlah pengguna jasa dan kendaraan yang melakukan mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk. “Prediksi kami mungkin lebih banyak dari tahun lalu. Nanti kami akan libatkan instansi terkait untuk pembersihan,” ujarnya.

Tantangan Kebersihan Pasca Lebaran

Peningkatan volume sampah pasca arus mudik memang menjadi tantangan tahunan di berbagai daerah, terutama di titik-titik yang menjadi jalur utama mudik dan destinasi wisata. Di Jembrana, khususnya di sekitar Pelabuhan Gilimanuk, volume sampah yang meningkat pasca Lebaran 2026 menjadi perhatian serius.

Upaya Penanganan Sampah yang Berkelanjutan

Menanggapi kondisi ini, pihak Kelurahan Gilimanuk berencana untuk melakukan pembersihan secara bertahap di seluruh gang dan jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk. Rencananya, kegiatan ini akan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana.

Seluruh sampah yang terkumpul akan dievakuasi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meskipun dihadapkan pada lonjakan volume sampah akibat aktivitas mudik.

Pentingnya Kesadaran Lingkungan Pemudik

Fenomena sampah yang berserakan di pinggir jalan pasca arus mudik Lebaran menjadi pengingat pentingnya kesadaran lingkungan dari para pemudik. Meskipun upaya pembersihan telah dilakukan oleh warga dan pemerintah, pencegahan tetap menjadi kunci utama.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemudik untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan:

  • Menyimpan Sampah di Kendaraan: Sediakan kantong sampah di dalam kendaraan dan simpan sampah hingga menemukan tempat pembuangan yang sesuai.
  • Memanfaatkan Fasilitas Publik: Gunakan tempat sampah yang tersedia di rest area, masjid, atau fasilitas publik lainnya.
  • Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Bawa botol minum dan wadah makanan sendiri untuk mengurangi timbulan sampah.
  • Mendidik Anggota Keluarga: Ajak anak-anak untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan selama perjalanan.

Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, diharapkan dampak negatif sampah terhadap lingkungan dapat diminimalisir, baik saat musim mudik maupun di hari-hari biasa.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan