No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus Human Interest

Setengah Indonesia Kelaparan Sehat: Saatnya Revolusi Pangan!

Hendra by Hendra
31 Januari 2026 - 03:31
in Human Interest
0

Ironi Ketahanan Pangan Indonesia: Antara Komoditas Ekspor dan Kebutuhan Lokal

Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan sebuah ironi pahit: di tengah klaim sebagai negara agraris, jutaan warga Indonesia kesulitan mengakses pangan sehat. Pada tahun 2025, diperkirakan 43,5% penduduk, atau sekitar 123,4 juta jiwa, tidak mampu membeli makanan yang bergizi. Akar masalahnya terletak pada keterbatasan akses dan harga pangan yang melambung tinggi.

Fokus yang Salah: Komoditas Ekspor Mengalahkan Pangan Lokal

Analisis menunjukkan bahwa tantangan struktural utama adalah orientasi sektor pertanian yang lebih condong ke komoditas ekspor, seperti kelapa sawit, kopi, teh, kakao, dan karet. Sementara itu, tanaman pangan dan hortikultura yang kaya gizi, seperti buah-buahan, serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian, kurang mendapat perhatian.

Sebagai gambaran, data Kementerian Pertanian hingga akhir tahun 2023 mencatat luas lahan kelapa sawit nasional mencapai 16,38 juta hektare. Sebaliknya, luas panen sayuran hanya 1,2 juta hektare, dan buah-buahan bahkan lebih sedikit, hanya sekitar 39,3 ribu hektare. Ketidakseimbangan ini menyebabkan ketersediaan pangan dasar menjadi rentan.

Dominasi Beras dan Kerentanan Pangan

Beras masih menjadi makanan pokok yang dominan di Indonesia. Pada periode yang sama, produksi beras mencapai sekitar 31 juta ton, jauh melebihi jagung (19 juta ton), ubi jalar (1,4 juta ton), dan komoditas lain seperti kacang-kacangan dan serealia (di bawah 500 ribu ton). Ketergantungan yang berlebihan pada beras ini meningkatkan kerentanan pangan.

Badan Pangan Nasional mencatat bahwa 62 kabupaten/kota di Indonesia berada dalam kondisi rentan pangan. Kerentanan ini diukur berdasarkan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Wilayah yang paling rentan umumnya berada di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), seperti Indonesia bagian timur, kawasan perbatasan, dan kepulauan.

Baca Juga  Profil dan Karier Jenna Ortega: Aktris Muda yang Sedang Naik Daun

Konsumsi beras per kapita selama puluhan tahun mencapai lebih dari 1,5 kg per minggu, tujuh kali lebih banyak dibandingkan konsumsi pangan lokal lainnya, seperti ketela pohon atau ketela rambat. Jika terjadi gangguan pada rantai pasok atau lahan padi, sistem ketahanan pangan akan terancam karena tidak ada alternatif sumber pangan yang memadai.

Kebijakan yang Kontradiktif: Food Estate dan Diversifikasi Pangan

Kebijakan food estate pemerintah saat ini justru memperkuat dominasi beras melalui fokus pada swasembada beras dan pencetakan sawah baru. Padahal, Indonesia memiliki megabiodiversitas, atau keberagaman jenis makhluk hidup, yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keberagaman pangan. Persoalan pangan bukan hanya masalah produksi, tetapi juga ketimpangan dalam sistem pangan nasional.

Perpres Penganekaragaman Pangan: Antara Harapan dan Realita

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 81/2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Perpres ini memuat strategi nasional, termasuk pendekatan kewilayahan dengan mendorong agroindustri berbasis pangan lokal, smart farming (pertanian pintar dengan teknologi digital), dan pengembangan pangan alternatif selain beras.

Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan. Pangan alternatif yang diutamakan masih terbatas pada komoditas yang sudah umum diproduksi dalam skala besar, seperti ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan sagu. Komoditas lokal lain, seperti sorgum, talas, jewawut, dan lainnya, masih terabaikan.

Selain itu, penganekaragaman pangan berbasis penguatan komunitas belum banyak disentuh dalam Perpres ini. Belum ada instrumen yang jelas untuk mendukung komunitas masyarakat adat dalam mewujudkan kedaulatan pangan di daerah masing-masing. Padahal, komunitas lokal dan masyarakat adat memegang peranan penting dalam menjaga, memproduksi, dan mengonsumsi pangan yang beragam. Contohnya, masyarakat Boti di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, mampu berdaulat pangan dengan umbi-umbian dan berbagai sumber pangan yang mereka produksi dan konsumsi.

Insentif yang Belum Konkret dan Peran Dana Desa

Perpres No. 81/2024 memuat rencana insentif fiskal untuk memperkuat sektor pangan lokal. Di level daerah, ada rencana alokasi anggaran dan insentif untuk daerah yang berhasil mengembangkan pangan lokal. Pada level individu, pemerintah menyiapkan insentif dan memfasilitasi pembiayaan peralatan panen dan pasca panen, serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, semua ini masih sebatas rencana tanpa kebijakan konkret sebagai dasar pelaksanaannya.

Baca Juga  Balita Hilang Ditemukan di Muara Pasuruan

Langkah yang lebih nyata justru datang dari kebijakan Dana Desa 2025, yang mewajibkan minimal 20% dana desa digunakan untuk program ketahanan pangan, mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, hingga pemanfaatan pangan. Meskipun kebijakan ini dikritik karena dianggap memaksakan kontrol pusat atas dana desa, beberapa desa justru berhasil memanfaatkannya untuk memperkuat sistem pertanian dan pangan lokal.

Strategi Kombinasi untuk Diversifikasi Pangan

Untuk mendorong diversifikasi pangan dan mempercepat pengembangan pangan lokal, dibutuhkan kombinasi strategi:

  • Memperkuat penerapan Perpres penganekaragaman pangan: Pemerintah perlu memberikan dukungan nyata pada komunitas lokal dan masyarakat adat.
  • Memanfaatkan dana desa secara optimal: Dana desa dapat digunakan untuk memperkuat sistem produksi pangan lokal.
  • Mendorong kebijakan fiskal: Inisiatif seperti green KUR atau blended finance merupakan dukungan finansial yang perlu didorong untuk mendukung penguatan sistem pangan.
  • Menyediakan infrastruktur pertanian berbasis lokal: Infrastruktur yang memadai akan membantu menciptakan ketahanan pangan yang lebih merata dan berkelanjutan.
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan
Budaya

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan

22 April 2026 - 18:46
Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki
Alam

Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

21 April 2026 - 14:36
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya
Budaya

Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya

13 April 2026 - 09:23
Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan
Human Interest

Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan

12 April 2026 - 05:13
Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok
Human Interest

Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok

11 April 2026 - 01:02
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

24 April 2026 - 00:02
Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

23 April 2026 - 23:59
Jeda Koma di Selat Hormuz

Jeda Koma di Selat Hormuz

23 April 2026 - 23:43
Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

23 April 2026 - 23:23
Tenaga Hebat! 400 dk dengan Konsumsi BBM Irit, Inilah Baic BJ30 AWD

Tenaga Hebat! 400 dk dengan Konsumsi BBM Irit, Inilah Baic BJ30 AWD

23 April 2026 - 23:23

Pilihan Redaksi

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

24 April 2026 - 00:02
Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

23 April 2026 - 23:59
Jeda Koma di Selat Hormuz

Jeda Koma di Selat Hormuz

23 April 2026 - 23:43
Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

23 April 2026 - 23:23
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.