Setelah beberapa bulan beroperasi di The Centrepoint, toko roti Shio dan Sato mengumumkan rencana penutupan toko mereka pada bulan April tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh para pendiri toko roti tersebut, Genevieve Lee, seorang finalis MasterChef Singapura, dan Seth Lui, seorang influencer makanan terkemuka.
“
Menurut Seth, Shio and Sato sejak awal memang dirancang sebagai konsep pop-up, dimulai dengan acara pertama mereka di Takashimaya, diikuti dengan beberapa pop-up lainnya. Proyek di Centrepoint ini, lanjutnya, adalah proyek satu tahun yang akan berakhir pada April 2026.
Genevieve menambahkan harapannya agar para penggemar shio pan (roti gulung mentega asin ala Jepang) dapat memberikan dukungan terakhir kepada toko mereka sebelum hari penutupan resmi pada tanggal 26 April. Ia mengajak para pelanggan untuk mengunjungi toko mereka dalam beberapa bulan terakhir, menikmati shio pan sepuasnya, dan mencoba berbagai rasa baru yang akan terus mereka kreasikan hingga hari terakhir.
Berikut adalah rangkuman perjalanan Shio dan Sato:
- Awal Mula Konsep Pop-Up: Shio dan Sato sejak awal memang dirancang sebagai konsep pop-up yang fleksibel dan dinamis.
- Takashimaya: Lokasi pertama pop-up Shio dan Sato adalah di Takashimaya.
- Tom’s Palette dan Tree Storey: Shio dan Sato juga mengadakan acara pop-up di kedai es krim Tom’s Palette dan kafe bistro Tree Storey di The Star Vista.
- The Centrepoint: Toko pop-up di The Centrepoint dibuka pada bulan Mei.
- Penutupan: Toko di The Centrepoint akan ditutup pada bulan April tahun depan.
Genevieve, yang juga merupakan pendiri merek donat sourdough Sourbombe lima tahun lalu, sempat mengisyaratkan bahwa ia sedang mengerjakan usaha baru pada bulan September lalu. Bulan berikutnya, ia meluncurkan pop-up pertama Shio dan Sato di Takashimaya. Awalnya, pop-up ini hanya direncanakan berlangsung selama dua minggu. Namun, tingginya permintaan dan antrean panjang untuk mendapatkan kue-kue panggang tersebut membuat Genevieve dan timnya memutuskan untuk memperpanjang durasi toko pop-up menjadi satu bulan.
Setelah kesuksesan di Takashimaya, mereka kemudian mengadakan dua acara pop-up lainnya di kedai es krim Tom’s Palette dan kafe bistro Tree Storey di The Star Vista, masing-masing berlangsung selama tiga hingga empat minggu. Di sela-sela acara-acara pop-up tersebut, mereka juga menerima pemesanan di muka untuk shio pan mereka yang semakin populer. Pada bulan Mei, mereka membuka toko pop-up di The Centrepoint.
Beberapa rasa shio pan populer dari Shio and Sato yang menjadi favorit pelanggan antara lain adalah Garam Laut, Kombu, dan Bawang Bombay Cabai Hijau.
Kisah di Balik Shio Pan Gen
Dalam sebuah video yang diunggah di halaman Instagram toko roti tersebut, Genevieve berbagi cerita tentang bagaimana obsesinya terhadap shio pan dimulai. Ia menceritakan bahwa semuanya berawal setelah ia mencicipi shio pan rasa kombu dari sebuah toko roti lokal.
“Saya benar-benar kecanduan. Jadi, seperti halnya dengan segala sesuatu, ketika saya menyukai sesuatu, terutama makanan, saya selalu mencoba membuatnya sendiri,” ujarnya.
Setelah melalui serangkaian riset dan pengembangan, serta dengan bantuan dari teman-teman sesama pembuat kue, ia akhirnya berhasil menyempurnakan resep shio pan-nya sendiri, menghasilkan roti dengan tekstur renyah di luar, namun tetap lembut dan kenyal di dalam.
Selama setahun terakhir, Genevieve telah memperkenalkan berbagai macam rasa shio pan yang inovatif dan menarik, termasuk es krim shio pan selama kolaborasi dengan Tom’s Palette, bak kwa shio pan abon ayam, dan yang terbaru, panettone shio pan khusus untuk merayakan Natal.


















