Kebutuhan Listrik 24 Jam di Kepulauan Sangkarrang: Aspirasi Warga dan Janji Pemerintah
Kondisi kelistrikan di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yang meliputi lima pulau di wilayah Makassar, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota. Hingga kini, masyarakat di wilayah kepulauan tersebut belum dapat menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh. Keterbatasan ini diungkapkan langsung oleh Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat kunjungan Safari Ramadan di Pulau Barrang Lompo.
Andi Asdhar menyampaikan bahwa aspirasi warga terkait pemenuhan kebutuhan listrik telah lama menjadi perhatian. Ia menegaskan bahwa kondisi yang ada saat ini masih jauh dari kata ideal. “Boleh dikatakan hampir 100 persen masyarakat kami belum bisa menikmati listrik 24 jam,” ujar Andi Asdhar, menggambarkan skala permasalahan yang dihadapi.
Keterbatasan pasokan listrik ini berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Listrik yang tersedia saat ini hanya menyala dalam rentang waktu terbatas, yakni dari sore hingga pagi hari. “Di sini sekitar 12 jam padam. Listrik mulai menyala pukul 4 sore dan kembali padam pukul 6 pagi,” jelasnya. Durasi pemadaman yang cukup panjang ini tentu menimbulkan berbagai kendala, mulai dari aktivitas rumah tangga, kegiatan ekonomi, hingga akses informasi bagi warga di pulau-pulau tersebut.
Masyarakat di lima pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang sangat berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah. Mereka mendambakan pemenuhan kebutuhan listrik yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Respons Pemerintah: Prioritas Utama dan Upaya Solusi
Menanggapi keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh Camat Kepulauan Sangkarrang, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengakui bahwa persoalan kelistrikan di wilayah kepulauan merupakan salah satu prioritas utama dalam program pemerintahannya. Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar untuk berupaya semaksimal mungkin dalam mengatasi masalah ini.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin. Tahun ini kami mencoba mengakses berbagai pihak agar listrik bisa menyala penuh,” kata Munafri Arifuddin, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi.
Pemerintah Kota Makassar tidak hanya berfokus pada pemenuhan pasokan listrik konvensional, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan energi alternatif sebagai solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Salah satu opsi yang sedang dijajaki adalah pembangunan panel surya.
- Pemanfaatan Energi Alternatif:
- Pembangunan panel surya menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dipertimbangkan.
- Energi surya dapat menjadi solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kepulauan.
- Pemerintah akan terus mengeksplorasi potensi dan kelayakan implementasi teknologi ini.
Munafri Arifuddin juga memastikan bahwa pemerintah akan terus mencari skema terbaik untuk menjamin keberlanjutan pasokan listrik di wilayah kepulauan. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai untuk operasional pembangkit listrik, jika diperlukan.
“Insyaallah, paling lambat tahun depan listrik di Pulau Barrang Lompo bisa menyala 24 jam,” tutup Wali Kota Makassar, memberikan harapan dan target waktu yang jelas bagi masyarakat setempat.
Upaya untuk mewujudkan listrik 24 jam di Kepulauan Sangkarrang ini diharapkan tidak hanya sekadar janji, tetapi dapat segera terealisasi demi peningkatan kualitas hidup dan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kota Makassar. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan listrik negara, investor, dan masyarakat, akan sangat krusial dalam mencapai tujuan mulia ini.



















