Sinergi Tiga Pilar NU Majalengka Matangkan Pendirian SMK Ma’arif NU 1
Majalengka, Indonesia – Inisiatif strategis untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 1 Majalengka terus digelorakan oleh tiga lembaga kunci di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka. Lembaga-lembaga tersebut adalah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU (LAZISNU), serta Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP) PCNU Kabupaten Majalengka. Upaya ini mencapai tahapan penting melalui forum diskusi strategi pendirian sekolah yang diselenggarakan di Graha LAZISNU, Jalan Pemuda, Majalengka.
Acara yang penuh makna ini juga dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. Momen silaturahmi ini menjadi penanda komitmen kuat bersama dalam mewujudkan kehadiran lembaga pendidikan formal setingkat SMK yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi warga Nahdliyyin, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul.
Ketua LP Ma’arif NU Majalengka, Dr. Mulya Syamsul, menegaskan bahwa pendirian SMK Ma’arif NU ini merupakan bagian integral dari ikhtiar organisasi untuk mencetak generasi muda Nahdliyyin yang tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.
“Diskusi yang kita laksanakan dalam suasana kebersamaan buka puasa ini menjadi momentum yang sangat penting untuk merealisasikan cita-cita pendirian lembaga pendidikan formal setingkat SMK. Sekolah ini kita siapkan secara khusus untuk generasi muda Nahdliyyin yang kelak diharapkan mampu melanjutkan kepemimpinan organisasi dan bangsa di masa mendatang,” ujar Dr. Mulya Syamsul.
Kolaborasi Strategis Tiga Lembaga NU
Dalam forum diskusi yang intensif tersebut, perwakilan dari LAZISNU dan LWP NU turut hadir sebagai narasumber utama. Kehadiran mereka sangat krusial dalam pembahasan berbagai aspek strategi pembangunan sekolah, mulai dari pemenuhan kebutuhan finansial hingga penyediaan sarana dan prasarana fisik.
Intan, salah seorang panitia kegiatan, menjelaskan bahwa forum ini digelar dengan tujuan utama untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama antar lembaga yang terlibat. Tujuannya adalah untuk memastikan keberhasilan pendirian SMK Ma’arif NU di Majalengka dapat terwujud sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Menurut Intan, setiap lembaga memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat strategis dalam seluruh proses pendirian sekolah ini. Pembagian peran yang jelas dan koordinasi yang baik antar lembaga menjadi kunci utama keberhasilan.
LAZISNU, misalnya, memikul tanggung jawab besar dalam pengelolaan dana umat yang dititipkan oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama. Pengelolaan dana ini harus dilakukan secara profesional dan transparan, dengan memastikan setiap penyalurannya memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas, terutama dalam sektor pendidikan.
Sementara itu, LWP NU memiliki tugas fundamental dalam menyiapkan dan mengelola aset wakaf yang akan menjadi sarana utama pembangunan sekolah. Ketersediaan lahan yang memadai dan strategis merupakan prasyarat mutlak bagi berdirinya sebuah institusi pendidikan.
“LAZISNU bertanggung jawab dalam mengelola dana titipan dari warga NU agar penyalurannya benar-benar memberikan kontribusi positif dan manfaat maksimal bagi umat, khususnya dalam pengembangan kualitas pendidikan. Di sisi lain, LWP NU memiliki mandat untuk menyiapkan dan mengamankan lahan wakaf yang akan menjadi lokasi utama pembangunan sekolah,” jelas Intan lebih lanjut.
Lahan Wakaf 2.600 Meter Persegi Siap Dibangun
Menindaklanjuti komitmen tersebut, Ketua LWP NU Majalengka, Kiai Jafar, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah berhasil menginventarisasi dan menyiapkan aset wakaf yang memadai untuk mendukung penuh pembangunan sekolah ini. Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program inventarisasi aset wakaf yang digalakkan di bawah kepemimpinan Ketua PCNU Majalengka, KH Muhammad Umar.
“Kami telah berhasil menginventarisasi sejumlah aset wakaf yang salah satunya secara khusus kami alokasikan untuk pembangunan SMK Ma’arif NU 1 Majalengka. Lahan tersebut kini telah kami serahkan secara resmi kepada LP Ma’arif NU, sebagai lembaga yang dipercayakan untuk mengawal dan mengelola aspek pendidikan di lingkungan NU,” ujar Kiai Jafar dengan optimis.
Rencananya, SMK Ma’arif NU 1 Majalengka akan didirikan di lokasi yang strategis di wilayah Kecamatan Sumberjaya, tepatnya di Desa Panjalin. LP Ma’arif NU sendiri telah secara resmi menerima penyerahan tanah wakaf seluas kurang lebih 2.600 meter persegi yang akan menjadi fondasi fisik pembangunan sekolah.
Target Pembukaan Pendaftaran Siswa Baru Tahun 2026
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, LP Ma’arif NU menargetkan SMK Ma’arif NU 1 Majalengka dapat mulai membuka gerbang penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026. Dr. Mulya Syamsul menyampaikan optimisme yang tinggi bahwa target ini dapat tercapai dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka.
Ia juga tidak lupa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Ketua PCNU Majalengka, KH Muhammad Umar, atas arahan, dukungan, dan dorongan yang tak henti-hentinya diberikan untuk terwujudnya pendirian SMK Ma’arif NU 1 Majalengka. Dukungan kepemimpinan ini menjadi salah satu pilar utama dalam merealisasikan visi pendidikan NU di Majalengka.
“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak KH Muhammad Umar selaku Ketua PCNU Majalengka yang telah memberikan arahan yang jelas dan dorongan yang kuat untuk terwujudnya SMK Ma’arif NU 1 Majalengka. Komitmen beliau menjadi inspirasi bagi kami semua,” pungkas Dr. Mulya Syamsul.




