Pentingnya Kewaspadaan Dini Terhadap Stroke di Awal Tahun Baru
Memasuki tahun baru, menjaga kesehatan menjadi kunci utama untuk tetap produktif dan menjalani rutinitas dengan optimal. Di tengah kesibukan yang kian meningkat, risiko penyakit dapat muncul kapan saja, termasuk stroke, kondisi serius yang dapat menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai gejala stroke, penyebabnya, serta langkah penanganan medis yang cepat dan tepat sangat krusial, terutama dalam situasi darurat.
Stroke, seperti yang dijelaskan oleh dr. Dedy Kurniawan, Sp.N (K), FINA dari Mayapada Hospital Surabaya, merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini disebabkan oleh dua mekanisme utama: penyempitan hingga penyumbatan pembuluh darah di otak atau leher, yang dikenal sebagai stroke iskemik, atau pecahnya pembuluh darah di otak, yang disebut stroke hemoragik. Baik pembuluh darah kecil, sedang, maupun besar dapat terdampak. Mengingat potensi fatalnya, stroke dikategorikan sebagai kondisi gawat darurat atau brain attack. Penanganan yang cepat dan tepat sangat esensial untuk meminimalkan kerusakan otak yang mungkin terjadi pasca-stroke.
Lebih lanjut, dr. Dedy menguraikan bahwa gejala stroke sering kali diawali dengan kesulitan dalam bergerak, berbicara, atau merasakan kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh. Beberapa individu mungkin mengalami Transient Ischemic Attack (TIA), atau serangan otak sesaat, yang gejalanya mirip stroke namun menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Berbeda dengan stroke sejati, di mana gangguan neurologis berlangsung lebih lama. Memahami perbedaan antara TIA dan stroke sangat penting agar intervensi medis dapat diberikan secara optimal dan tepat waktu.
Mengenali Gejala Stroke dengan Slogan ‘SeGeRa Ke RS’
Untuk memudahkan masyarakat mengenali gejala stroke, dr. Fadil, Sp.N (K) dari Mayapada Hospital Surabaya merekomendasikan penggunaan slogan ‘SeGeRa Ke RS’. Slogan ini mencakup beberapa indikator penting:
- Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi) dan kesulitan menelan.
- Gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba.
- Ricara pelo atau tidak dapat berbicara dengan jelas.
- a (tidak ada, namun untuk kelancaran slogan)
- Kebas atau kesemutan yang terasa pada satu sisi tubuh.
- e (tidak ada, namun untuk kelancaran slogan)
- Rabun mendadak, baik pada satu mata maupun kedua mata.
- Sakit kepala hebat yang disertai dengan gangguan keseimbangan.
“Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami atau menyaksikan gejala-gejala tersebut, bahkan jika gejalanya sempat mereda, segera bawa ke Unit Gawat Darurat (UGD),” tegas dr. Fadil. Ia menambahkan, “Perhatikan betul waktu timbulnya gejala. Penanganan yang paling efektif dapat diberikan selama periode emas (golden period), yaitu rentang waktu 4,5 jam pertama sejak serangan stroke terjadi.”
Penanganan yang tepat dan cepat, termasuk pemberian obat-obatan yang sesuai selama periode kritis ini, memiliki peran signifikan dalam meminimalkan risiko kematian atau kecacatan permanen pada pasien stroke.
Layanan Kegawatdaruratan Stroke Berstandar Internasional di Surabaya
Bagi masyarakat Surabaya, Jawa Timur, hingga wilayah Indonesia Timur, ketersediaan layanan kegawatdaruratan stroke dengan respons cepat menjadi faktor penentu dalam menghadapi kondisi medis yang mengancam jiwa ini. Mayapada Hospital Surabaya telah membuktikan komitmennya dengan menyediakan layanan Stroke Emergency 24/7.
Keunggulan rumah sakit ini tidak hanya berhenti pada ketersediaan layanan, tetapi juga diakui secara internasional. Mayapada Hospital Surabaya berhasil meraih penghargaan WSO Angels Award dari World Stroke Organization (WSO). Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas penanganan stroke yang telah memenuhi standar internasional.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, M.D., FISQua, menjelaskan bahwa dalam menangani kasus kegawatdaruratan stroke, tim Stroke Emergency Mayapada Hospital Surabaya secara ketat menerapkan protokol internasional Door to Needle. Protokol ini dirancang untuk memberikan penanganan yang sangat cepat, bahkan mampu menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 60 menit bagi pasien stroke sumbatan.
“Dengan kolaborasi yang erat antara seluruh tenaga medis, kami memastikan setiap detik berharga tertolong dan setiap pasien menerima intervensi yang paling akurat dan aman,” ujar dr. Bona.
Stroke Emergency merupakan bagian integral dari layanan unggulan Tahir Neuroscience Center di Mayapada Hospital. Pusat ini menyediakan penanganan komprehensif untuk berbagai gangguan saraf, otak, dan tulang belakang. Layanan ini juga mencakup penanganan kasus-kasus kompleks yang memerlukan teknologi canggih dan tindakan lanjutan, seperti Digital Subtraction Angiography (DSA), Deep Brain Stimulation untuk pasien Parkinson, Microvascular Decompression, serta berbagai jenis operasi saraf dan tulang belakang minimal invasif.
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis atau mencari informasi kesehatan lebih lanjut, Mayapada Hospital menyediakan aplikasi MyCare. Melalui aplikasi ini, pasien dapat membuat janji temu dan mengakses berbagai informasi kesehatan melalui fitur Health Articles and Tips. Selain itu, fitur Personal Health memungkinkan pengguna untuk memantau aktivitas harian seperti jumlah langkah, detak jantung, kalori yang terbakar, serta menghitung Indeks Massa Tubuh (BMI).

















