Tragedi di Mamuju: Petani Menjadi Korban Serangan Parang saat Tertidur, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
Sebuah insiden kekerasan yang mengerikan terjadi di Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ardin (36), seorang petani yang sedang terlelap di rumahnya, menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan parang. Pelaku, yang diketahui berinisial Kasma (66), merupakan kerabat dekat korban dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Aksi sadis ini terjadi pada Selasa dini hari, meninggalkan korban dengan luka menganga yang serius di wajah dan tangannya.
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 05.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Menurut kronologi yang dihimpun, ayah korban saat itu baru saja keluar dari rumah untuk menunaikan salat Subuh di masjid terdekat. Pintu rumah yang tidak tertutup rapat diduga menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Kasma, yang diketahui tinggal di rumah sebelah, merupakan saudara korban.
Tanpa disadari, Kasma dilaporkan menyelinap masuk ke dalam rumah yang dalam keadaan sepi. Ia langsung menuju ruang tamu tempat Ardin tertidur pulas. Dalam kegelapan dini hari, pelaku tanpa ampun menghujamkan parang ke tubuh korban yang tak berdaya.
Teriakan kesakitan Ardin sontak memecah keheningan. Ibunya yang mendengar jeritan anaknya segera keluar kamar dan mendapati pemandangan yang mengerikan. Anaknya tergeletak bersimbah darah di ruang tamu.
“Tidak lama kemudian, korban berteriak. Ibu korban yang mendengarnya segera keluar dan melihat anaknya sudah dalam keadaan penuh darah pada bagian wajah,” ungkap Kasi Humas Polresta Mamuju, IPTU Herman Basir.
Dalam kepanikan dan rasa takut yang luar biasa, ibu korban segera berlari keluar rumah sambil berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. “Diparangi anakku oleh Kasma!” serunya, memecah ketenangan desa. Setelah melancarkan aksinya, pelaku Kasma dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan Ardin dalam kondisi kritis.
Latar Belakang Pelaku dan Riwayat Tinggal
Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkapkan bahwa pelaku Kasma, yang tercatat sebagai warga Desa Takandeang, ternyata telah menumpang tinggal di rumah saudara korban di Desa Dungkait. Keberadaannya di desa tersebut sudah berlangsung kurang lebih selama 10 hari, terhitung sejak dua hari sebelum perayaan Hari Raya Idulfitri.
Warga setempat mengenal Kasma sebagai sosok yang kerap menunjukkan gejala gangguan mental. Ia dilaporkan sering terlihat marah-marah tanpa alasan yang jelas di area jalanan. Perilaku yang tidak menentu ini sudah menjadi perhatian bagi masyarakat sekitar sebelum insiden penganiayaan tersebut terjadi.
Luka Parah yang Diderita Korban
Akibat serangan brutal yang dilakukan oleh Kasma, Ardin menderita luka robek yang sangat parah di beberapa bagian tubuhnya. Luka tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwanya, tetapi juga meninggalkan bekas luka fisik yang mendalam.
Berdasarkan laporan dari Polsek Tapalang, korban mengalami luka robek yang serius pada:
- Wajah: Bagian wajah Ardin mengalami luka robek yang dalam, mengindikasikan serangan yang sangat membabi buta.
- Mulut: Luka di area mulut juga dilaporkan parah, kemungkinan besar terkena sabetan parang saat korban mencoba melindungi diri atau saat serangan dilakukan.
- Dahi: Dahi korban juga tidak luput dari serangan, memperlihatkan betapa ganasnya pelaku melancarkan aksinya.
- Tangan Kanan: Tangan kanan Ardin mengalami luka robek yang signifikan. Luka ini kemungkinan timbul saat korban mencoba menangkis serangan atau sebagai akibat dari upaya mempertahankan diri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pasti di balik penganiayaan ini dan upaya pencarian terhadap pelaku Kasma terus dilakukan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, serta kepedulian terhadap individu yang menunjukkan tanda-tanda gangguan mental demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.













