• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Trending

Sutradara Bangun Semesta Pelangi Mars: Sekuel & IP Menanti

Hidayat by Hidayat
19 Maret 2026 - 00:00
in Trending
0

Pelangi di Mars: Misi Inspiratif untuk Mengembalikan Semangat Sci-Fi Generasi Pemimpi

Film fiksi ilmiah terbaru dari sutradara Upie Guava, Pelangi di Mars, hadir dengan misi yang lebih dari sekadar hiburan. Film ini digadang-gadang sebagai upaya untuk membangkitkan kembali semangat science fiction era 90-an yang diyakini mampu membentuk generasi pemimpi, yang penuh rasa ingin tahu dan berani menjelajahi dunia. Upie Guava sendiri telah menyatakan keseriusannya: jika film ini sukses, ia akan mendedikasikan kariernya untuk mengembangkan semesta Pelangi di Mars.

Ambisi Besar di Balik Produksi Film

Pelangi di Mars dapat dikatakan sebagai proyek yang sangat ambisius. Proses produksinya memakan waktu hingga lima tahun. Lebih dari itu, seluruh tim yang terlibat dipaksa untuk mempelajari teknologi baru dari awal. Hal ini dikarenakan film ini mengusung konsep hybrid yang menggabungkan teknik live action dengan animasi dan teknologi Extended Reality (XR).

Upie Guava, sebagai sutradara, memiliki pandangan mendalam mengenai peran fiksi ilmiah dalam membentuk imajinasi. Ia meyakini bahwa literasi sci-fi di suatu negara dapat menjadi tolok ukur sejauh mana masyarakatnya mampu bermimpi tentang masa depan. Di tengah dominasi genre ini dari Amerika Serikat, Jepang, serta kemunculan China dan Korea Selatan, Upie melihat Pelangi di Mars sebagai kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam genre ini sekaligus menumbuhkan imajinasi generasi muda.

“Saya bilang sama Dendi (produser Pelangi di Mars) kalau ini insya Allah sukses, saya mungkin akan mendedikasikan next career saya buat universe Pelangi di Mars,” ujar Upie dalam konferensi pers yang berlangsung meriah di XXI Epicentrum. Ia melanjutkan, “Mendampingi anak-anak supaya bangga jadi astronot, mendampingi anak-anak supaya pas besar, ‘Saya tumbuh bersama Robot Batik.’ Seperti orang Jepang bisa bangga tumbuh bersama Gundam.”

Baca Juga  Dua Lipa's Secret Wedding?

Pendekatan IP Jangka Panjang untuk Semesta Pelangi di Mars

Lebih lanjut, Upie menjelaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang dengan pendekatan Intellectual Property (IP) jangka panjang. Tim produksi telah memikirkan pengembangan semesta ini secara matang dan terukur sejak awal.

“Kami percaya dari awal bahwa ini project harus panjang. Artinya, ini kita lakukan dengan kehati-hatian, dan terukur. Tiga tahun yang kami pakai untuk ngebangun infrastruktur pabrik teknologinya, bersamaan dengan kami ngebangun story dan universe-nya,” papar Upie.

Untuk mewujudkan visi jangka panjang ini, tim produksi telah menyiapkan berbagai elemen penting sebagai fondasi. Ini termasuk bible cerita, pengembangan universe, dan buku panduan. Dari sisi merchandise, mereka juga telah membuat berbagai versi LOD (Level of Detail) karakter, termasuk LOD robot yang dirancang untuk versi film maupun versi game.

“Artinya, proses desain pun kita lakukan dengan pola pendekatan IP sebenarnya, bukan hanya film,” tegas sutradara yang memiliki nama asli Lutfie Abdullah ini. Pendekatan ini menunjukkan komitmen untuk membangun sebuah waralaba yang kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar film tunggal.

Sekuel Menanti Sambutan Positif

Produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, mengungkapkan bahwa diskusi mengenai sekuel film ini sudah mulai berjalan bersama Upie Guava. Rencana untuk melanjutkan cerita Pelangi di Mars melalui proyek sekuel akan sangat bergantung pada sambutan positif yang diterima film pertamanya dari para penonton.

“Rencananya kita di 2028 yang kedua buatnya. Kalau mudah-mudahan ini diterima dengan baik ya. Mohon doanya,” ujar Dendi, penuh harap.

Film Pelangi di Mars, yang dijadwalkan tayang sebagai film Lebaran 2026, akan mengikuti kisah petualangan seorang anak bernama Pelangi. Ia adalah manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Latar cerita yang unik ini diharapkan dapat menarik perhatian penonton dan memberikan pengalaman sinematik yang berbeda.

Baca Juga  King Tut's 'Alien Glass': New Discovery Deepens Egyptian Mystery

Kesiapan tim untuk belajar mandiri, bahkan dari platform seperti YouTube, menunjukkan dedikasi mereka dalam menciptakan karya berkualitas. Selain itu, kehadiran para artis ternama di gala premiere, termasuk keluarga Raffi Ahmad, turut menambah antusiasme publik terhadap film ini. Alasan Dendi Reynando memproduseri Pelangi di Mars juga berangkat dari keprihatinannya akan minimnya film anak berkualitas yang tayang di bioskop tanah air. Dengan segala upaya dan visi yang diusung, Pelangi di Mars berpotensi menjadi tonggak penting dalam perkembangan genre fiksi ilmiah di Indonesia.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

11 Tanaman Hias Viral Unik: Harga Mengejutkan!
Trending

11 Tanaman Hias Viral Unik: Harga Mengejutkan!

15 Juni 2026 - 07:08
Tsaqib: Dari Super7 ke Suami Adhisty Zara, Siapa Sosok & Hartanya?
Trending

Tsaqib: Dari Super7 ke Suami Adhisty Zara, Siapa Sosok & Hartanya?

15 Juni 2026 - 03:40
Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Komandan Pusterad Asal Manado
Trending

Lagu My Little Bolu Ketan Viral, Menter Bahlil Penasaran dan Undang Makan

15 Juni 2026 - 01:50
Céline Dion Adds More Aussie Shows
Trending

Céline Dion Adds More Aussie Shows

15 Juni 2026 - 00:38
Trending

4 Zodiak Beruntung Juni 2026: Rezeki dan Peluang Melimpah

14 Juni 2026 - 23:21
Kumpulan ucapan Waisak 2026 yang bisa dibagikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Trending

Kumpulan ucapan Waisak 2026 yang bisa dibagikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia

14 Juni 2026 - 19:35
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Analisis Lengkap Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak, Proyeksi, dan Tanggapan Para Ahli

Analisis Lengkap Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak, Proyeksi, dan Tanggapan Para Ahli

15 Juni 2026 - 08:28
Outback Councils Hire Texas Lawyers to Push Renewables

Outback Councils Hire Texas Lawyers to Push Renewables

15 Juni 2026 - 08:25
Kronologi Tragis: Pemuda OKI Tewas Tertembak Saat Live TikTok, Jeritan Tolong Terakhir

Kronologi Tragis: Pemuda OKI Tewas Tertembak Saat Live TikTok, Jeritan Tolong Terakhir

15 Juni 2026 - 08:25
Perebutan 9 Tiket ke Karimun, 23 Siswi Ikut Seleksi Popda Lingga 2026

Perebutan 9 Tiket ke Karimun, 23 Siswi Ikut Seleksi Popda Lingga 2026

15 Juni 2026 - 08:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.