• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Teddy & Prabowo ke Luar Negeri: Boros? Dino: Video Call Lebih Hemat

Luna by Luna
17 Juni 2026 - 16:38
in politik
0

Respons Istana Terhadap Kritik Kunjungan Luar Negeri Presiden

Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama terkait frekuensi kunjungannya ke luar negeri yang dianggap oleh sebagian pihak sebagai pemborosan anggaran. Kritikan ini salah satunya datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi mendalam mengenai berbagai aspek yang menjadi pokok permasalahan.

Klarifikasi Anggaran Perjalanan Luar Negeri

Salah satu poin utama yang disorot adalah anggaran untuk kunjungan luar negeri. Teddy menjelaskan bahwa segala biaya perjalanan luar negeri yang melebihi batas anggaran negara akan ditanggung sepenuhnya secara pribadi oleh Presiden Prabowo. Pernyataan ini disampaikan Teddy melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6/2026).

“Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” tegas Teddy. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dari pihak kepresidenan untuk memastikan bahwa anggaran negara tidak terbebani secara berlebihan oleh kunjungan luar negeri.

Pengurangan Drastis Jumlah Rombongan

Selain isu anggaran, jumlah rombongan yang menyertai Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri juga menjadi perdebatan. Teddy mengemukakan bahwa jumlah rombongan Presiden Prabowo telah berkurang drastis jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ungkap Teddy. Ia membandingkan, pada era Dino Patti Djalal menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, rombongan yang menyertai Presiden bisa mencapai 120 orang. Namun, di era Presiden Prabowo, jumlah tersebut berkisar antara 50 hingga 60 orang saja.

“Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” paparnya. Teddy menambahkan bahwa fakta ini sudah diketahui oleh banyak pihak, termasuk para wartawan.

Baca Juga  Analisis Mendalam: Dampak Pertemuan PBB di Jenewa terhadap Ketegangan Geopolitik Global

Dinamika Jadwal Kunjungan di Dunia yang Dinamis

Terkait dengan jadwal kunjungan Presiden Prabowo yang dinilai terlalu padat oleh Dino Patti Djalal, Teddy menjelaskan bahwa perkembangan dunia saat ini sangat dinamis. Selain jadwal tahunan yang sudah ditetapkan, terdapat pula jadwal pertemuan antar pemimpin negara yang bersifat mendesak, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara.

“Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis. Hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” jelas Teddy.

Kunjungan di Tengah Krisis Global

Frekuensi kunjungan Presiden ke luar negeri yang dinilai tinggi oleh Dino Patti Djalal juga dikaitkan oleh Teddy dengan kondisi dunia yang sedang dilanda krisis. Ia menyebutkan adanya konflik di berbagai wilayah seperti Ukraina, Venezuela, Iran, dan kawasan Timur Tengah yang melibatkan negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan lainnya.

Kunjungan Presiden ini, menurut Teddy, bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan para pemimpin dunia. “Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik,” tuturnya.

Dengan memiliki hubungan baik, diharapkan akan lebih mudah bagi Indonesia untuk meminta bantuan dari negara lain apabila suatu saat terjadi kondisi mendesak. “Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup. Nah itulah diplomasi,” ujar Teddy. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukanlah sekadar seremoni, melainkan upaya strategis yang telah menunjukkan hasil dalam satu setengah tahun terakhir.

Baca Juga  Fakta KontraS: Serangan Air Keras, Upaya Pembunuhan Novel Baswedan Terungkap

Perspektif dan Saran Dino Patti Djalal

Sebelumnya, Dino Patti Djalal, yang juga merupakan Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), telah menyampaikan lima saran kepada Presiden Prabowo terkait frekuensi kunjungannya ke luar negeri. Dino mengamati bahwa Presiden Prabowo menghabiskan sekitar satu dari enam hari masa jabatannya di luar negeri, yang menurutnya tidak lazim dan di luar batas kewajaran.

Dino memprediksi bahwa jika pola kunjungan ini terus berlanjut, akan memakan biaya yang sangat besar, mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah untuk satu kali perjalanan, meliputi biaya rombongan, pesawat, akomodasi, konsumsi, protokoler, pengamanan, hingga uang harian delegasi.

Meskipun telah dianugerahi Bintang Mahaputera oleh Presiden Prabowo, Dino merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangannya. Ia mengimbau Presiden untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak mengabaikan aspirasi publik.

Lima saran yang diajukan Dino Patti Djalal antara lain:

  1. Memanfaatkan Teknologi Komunikasi:
    Dino menyarankan agar Presiden lebih mengandalkan panggilan video atau telepon untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia. Ia berpendapat bahwa pertemuan bilateral yang biasanya hanya berlangsung satu hingga dua jam, selebihnya diisi basa-basi dan seremoni, bisa digantikan dengan panggilan video yang bernilai nol rupiah namun substansinya serupa. Hal ini juga dapat mengatasi persepsi publik tentang pemborosan. Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang lebih sering menggunakan telepon dan bahkan terbang kelas ekonomi saat kunjungan luar negeri.

  2. Strategi “1 + 8” dalam Forum Internasional:
    Untuk menghemat biaya dan waktu, Dino menganjurkan agar Presiden memanfaatkan kehadiran dalam forum internasional untuk bertemu dengan kepala negara lain yang juga hadir. Ia mencontohkan, dalam sebuah forum internasional seperti PBB atau KTT ASEAN, Presiden dapat bertemu dengan delapan kepala negara lain di samping menyampaikan pidato. Angka delapan ini dipilih karena dianggap sebagai angka favorit Presiden.

  3. Perencanaan dan Transparansi Kunjungan:
    Dino menekankan pentingnya kunjungan internasional yang profesional dan terencana dengan baik. Ia mengamati adanya kunjungan yang dilakukan secara spontan tanpa tujuan yang jelas. Rencana kunjungan internasional sebaiknya dipetakan setahun sebelumnya dan diumumkan kepada publik satu bulan atau minimal seminggu sebelum keberangkatan, beserta negara yang akan dikunjungi. Hal ini demi penerapan asas akuntabilitas dan transparansi, karena publik seringkali tidak mengetahui keberadaan Presiden di luar negeri.

  4. Menerima Tamu Negara di Dalam Negeri:
    Dino menyarankan agar Presiden Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di tanah air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia mencontohkan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang lebih sering menjamu tamu negara di Beijing.

  5. Delegasi Misi Diplomatik ke Menteri Luar Negeri:
    Dino mengusulkan agar sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri. Hal ini dinilai akan menghemat biaya perjalanan karena Menteri Luar Negeri biasanya hanya didampingi oleh staf yang lebih sedikit dibandingkan rombongan Presiden. Namun, ia menekankan bahwa Menteri Luar Negeri harus fokus pada urusan politik luar negeri dan tidak hanya menjadi bagian dari rombongan pengiring Presiden, seperti yang dicontohkan oleh para Menteri Luar Negeri sebelumnya.

Baca Juga  Tarif Trump 10%: Prabowo Nilai Menguntungkan

Dino menegaskan bahwa saran-saran ini disampaikan sebagai suara murni dari nurani rakyat Indonesia yang mengharapkan pemimpinnya menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Waspada Varian Baru Flu Burung: Gejala, Pencegahan, dan Imbauan Kemenkes
Berita Utama

Sidang Paripurna DPR: RUU IKN Tahap Akhir, Apa Dampaknya Bagi Yogyakarta?

17 Juni 2026 - 16:56
Debat Demokrasi Bawaslu Nunukan: 26 Sekolah Beradu Argumen
politik

Debat Demokrasi Bawaslu Nunukan: 26 Sekolah Beradu Argumen

17 Juni 2026 - 11:27
Timwas DPR Temukan Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam di Mina, Lansia Tergelincir
politik

Timwas DPR Temukan Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam di Mina, Lansia Tergelincir

17 Juni 2026 - 10:09
Update Program Vaksinasi Lansia Nasional dari Kemenkes: Syarat & Cara Daftar
berita

Update Program Vaksinasi Lansia Nasional dari Kemenkes: Syarat & Cara Daftar

17 Juni 2026 - 05:38
Wabup Buol: Pancasila, Aksi Nyata Sehari-hari
politik

Wabup Buol: Pancasila, Aksi Nyata Sehari-hari

17 Juni 2026 - 04:58
Vaksinasi Lansia Gratis Nasional: Program Kemenkes Terbaru di Bali Tingkatkan Perlindungan Kesehatan
berita

Vaksinasi Lansia Gratis Nasional: Program Kemenkes Terbaru di Bali Tingkatkan Perlindungan Kesehatan

17 Juni 2026 - 02:49
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Persib: 4 Laga, 1 Musim, Ambisi Juara!

Persib: 4 Laga, 1 Musim, Ambisi Juara!

17 Juni 2026 - 17:56
Kabar Yogyakarta: Mengapa Serial Netflix Korea ‘Squid Game’ Menggemparkan Dunia dan Menjadi Tren Global Nomor 1

Kabar Yogyakarta: Mengapa Serial Netflix Korea ‘Squid Game’ Menggemparkan Dunia dan Menjadi Tren Global Nomor 1

17 Juni 2026 - 17:38
Honda Super-One: Under $30k Down Under

Honda Super-One: Under $30k Down Under

17 Juni 2026 - 17:30
Warga Relokasi Penuhi Rusunawa Margaluyu Serang

Warga Relokasi Penuhi Rusunawa Margaluyu Serang

17 Juni 2026 - 17:30
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.