THR ASN, TNI-Polri, Pensiunan Cair 100%: Rp 55 T untuk 10,5 Juta Penerima

Diposting pada

Kesiapan Pemerintah: THR ASN 2026 Dipastikan Utuh 100 Persen, Anggaran Naik Signifikan

Pemerintah Indonesia telah memberikan kepastian mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2026. Seluruh komponen tunjangan dipastikan akan dibayarkan secara penuh, 100 persen, tanpa adanya potongan atau penyesuaian. Anggaran yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ini pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, mencapai Rp 55 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan dengan total anggaran THR tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 49 triliun.

Kebijakan pemberian THR penuh ini merupakan bagian dari strategi stimulus ekonomi lanjutan yang dirancang pemerintah untuk menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional, yaitu Idul Fitri 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada tahun 2026 Masehi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, menyampaikan rincian mengenai alokasi anggaran tersebut.

“Untuk THR ASN pemerintah pusat, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota TNI dan Polri, serta para pensiunan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 triliun. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp 49 triliun, atau naik 10 persen,” ujar Airlangga.

Rincian alokasi anggaran tersebut mencakup beberapa kategori penerima utama. Untuk ASN di lingkungan pemerintah pusat, yang meliputi juga anggota TNI dan Polri, dialokasikan dana sebesar Rp 22,2 triliun. Jumlah ini akan disalurkan kepada sekitar 2,4 juta jiwa ASN pusat, TNI, dan Polri.

Selanjutnya, untuk ASN yang bertugas di pemerintah daerah, telah disiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 20,2 triliun. Dana ini akan menjangkau sekitar 4,3 juta ASN daerah di seluruh penjuru negeri.

Tidak ketinggalan, para pensiunan yang telah mengabdikan diri kepada negara juga akan menerima THR. Sebanyak 3,8 juta pensiunan akan mendapatkan tunjangan hari raya dengan total anggaran mencapai Rp 12,7 triliun. Dengan demikian, total penerima manfaat dari kebijakan THR penuh ini diperkirakan mencapai sekitar 10,5 juta orang di seluruh Indonesia.

Komponen THR yang Diterima

Penting untuk dicatat bahwa komponen THR yang akan diterima oleh para ASN dan penerima lainnya mencakup seluruh unsur pendapatan yang menjadi hak mereka. Airlangga Hartarto menjelaskan lebih lanjut mengenai komponen-komponen tersebut, yang meliputi:

  • Gaji Pokok: Seluruh gaji pokok yang menjadi hak ASN akan dibayarkan secara penuh.
  • Tunjangan Keluarga: Tunjangan yang diberikan untuk anggota keluarga juga akan masuk dalam perhitungan THR.
  • Tunjangan Pangan: Komponen tunjangan pangan, yang seringkali berbentuk beras atau bantuan serupa, akan dibayarkan secara utuh.
  • Tunjangan Jabatan: Tunjangan yang melekat pada jabatan fungsional atau struktural juga akan dibayarkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  • Tunjangan Kinerja: Bagi ASN yang berhak menerima tunjangan kinerja, komponen ini juga akan dibayarkan penuh.

Semua komponen ini dibayarkan sesuai dengan regulasi yang berlaku, memastikan bahwa setiap penerima mendapatkan haknya secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah memberikan sinyal positif mengenai pencairan THR bagi ASN, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri. Beliau memastikan bahwa pencairan THR akan dilakukan dalam waktu dekat, seiring dengan mendekatnya bulan suci Ramadhan.

“THR ASN akan cair pada minggu pertama puasa, sebentar lagi,” ujar Purbaya kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta.

Meskipun detail waktu pencairan yang pasti belum diungkapkan secara spesifik, perkiraan waktu tersebut merujuk pada kalender Ramadhan. Mengingat Ramadhan tahun 2026 akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026, maka minggu pertama bulan puasa diperkirakan akan berakhir pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Ini berarti pencairan THR diharapkan akan dilakukan sebelum atau sekitar tanggal tersebut, memberikan keleluasaan bagi para ASN dan penerima lainnya untuk mempersiapkan kebutuhan menjelang Idul Fitri.

Kesiapan pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk THR tahun 2026 menunjukkan komitmennya dalam memberikan apresiasi dan dukungan kepada para abdi negara. Hal ini diharapkan dapat turut mendongkrak daya beli masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, terutama dalam menghadapi momen penting keagamaan seperti Idul Fitri.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan