Kebakaran Melanda Aceh Timur, Tiga Hektare Lahan dan Perkebunan Ludes Terbakar
Aceh Timur – Musim kemarau kembali memunculkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan di Aceh Timur. Kawasan Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup parah. Api yang pertama kali dilaporkan berasal dari gampong tetangga, dalam kurun waktu tiga hari terakhir, dilaporkan terus meluas. Peristiwa tragis ini telah menghanguskan sedikitnya tiga hektare lahan pertanian dan perkebunan milik warga.
Kebakaran hebat ini diketahui tersebar di dua titik utama yang cukup mengkhawatirkan. Pertama, api melalap sekitar dua hektare lahan di Dusun Kubu Tungku. Tak lama kemudian, titik api kedua muncul dan menghanguskan satu hektare lahan di Dusun Kuta Tuha. Upaya pemadaman api dilakukan secara intensif oleh beberapa unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Aceh Timur. Petugas bekerja keras tanpa henti untuk menjinakkan kobaran api yang terus membesar.
Kelalaian Manusia Picu Titik Api Baru
Situasi semakin memprihatin ketika upaya petugas pemadam kebakaran sedang fokus menjinakkan api di titik pertama. Di tengah perjuangan tersebut, muncul titik kebakaran baru yang tak kalah besarnya. Sumber api baru ini diduga kuat berasal dari kelalaian seorang petani yang sedang membakar jerami di area persawahan. Api dari jerami yang mudah terbakar itu dengan cepat menjalar dan melahap lahan tidur di sekitarnya, menambah daftar kerugian akibat kebakaran.
Camat Julok, Muhammad Ishak, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. “Awalnya api berasal dari Gampong Ujong Tunong sejak tiga hari lalu, dan lalu meluas ke Tumpok Teungoh. Saat armada Damkar sedang memadamkan titik pertama, tiba-tiba ada petani yang membakar jerami hingga memicu titik kebakaran kedua yang tak kalah besar,” ujarnya pada Senin (1/6/2026).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, lahan yang hangus di Dusun Kubu Tungku merupakan aset berharga milik beberapa warga, termasuk almarhum Muhammad Jamil (mantan keuchik), H Budiman, dan Tgk Ridwan. Sementara di Dusun Kuta Tuha, api tidak pandang bulu melalap lahan milik Tgk Muhammad Nur, Agustiar, T Mahdi, dan Muhammad Amin.
Langkah Preventif dan Imbauan Mendesak
Menghadapi situasi yang semakin rawan di musim kemarau ini, Camat Julok, Muhammad Ishak, telah mengambil langkah-langkah strategis. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan melaporkan langsung insiden ini kepada Bupati Aceh Timur guna penanganan lebih lanjut.
“Menanggapi situasi yang kian rawan di musim kemarau, kami menginstruksikan seluruh keuchik untuk memperketat pengawasan, dan memasang spanduk larangan membakar hutan serta lahan di titik-titik rawan,” tegas Camat Ishak.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan sebenarnya sudah pernah dilakukan di gampong-gampong yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Namun, kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran dinilai masih minim.
Oleh karena itu, Camat Ishak menyampaikan imbauan yang sangat penting kepada seluruh masyarakat. “Kami mengimbau agar masyarakat stop membakar jerami di sawah atau membakar sampah di ladang secara sembarangan. Di musim kemarau seperti ini tindakan sekecil itu sangat berpotensi memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” pungkasnya.
Prakiraan Cuaca: Ancaman Panas Menyengat dan Potensi Hujan di Sebagian Aceh
Di tengah kekhawatiran akan kebakaran, kondisi cuaca di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya juga menjadi perhatian. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca pada Senin (1/6/2026) pagi di Lhokseumawe dilaporkan berawan. Namun, pada siang harinya, kota tersebut diprediksi akan dilanda hujan ringan. Menjelang malam, cuaca kembali diprediksi berawan.
Berdasarkan pengamatan langsung, pada pagi hari, cuaca memang terpantau cerah. Memasuki siang hari, sekitar pukul 12.20 WIB, cuaca di Lhokseumawe tetap cerah dan terasa panas menyengat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Suhu udara di Lhokseumawe pada hari itu dilaporkan berkisar antara 23 derajat Celsius hingga 34 derajat Celsius, sesuai informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara.
Prediksi Cuaca Tiga Hari ke Depan
BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, juga memberikan prediksi cuaca untuk beberapa wilayah di Aceh selama tiga hari ke depan, mulai dari Selasa (2/6/2026) hingga Kamis (4/6/2026). Hujan dan cuaca berawan diprediksi akan melanda enam kabupaten/kota, antara lain:
- Bener Meriah: Cuaca diprediksi berawan sepanjang periode tiga hari tersebut.
- Bireuen: Akan dilanda hujan ringan pada Selasa, dan cuaca berawan pada Rabu serta Kamis.
- Lhokseumawe: Diprediksi mengalami hujan ringan pada Selasa, dan cuaca berawan pada dua hari berikutnya.
- Aceh Utara: Akan diguyur hujan sedang pada Selasa, lalu cuaca berawan pada Rabu dan Kamis.
- Aceh Timur: Diprediksi mengalami hujan ringan pada Selasa, dan cuaca berawan pada Rabu serta Kamis.
- Langsa: Akan dilanda hujan ringan pada Selasa, dan cuaca berawan pada Rabu serta Kamis.
Meskipun ada prediksi hujan di beberapa wilayah, suhu yang cukup tinggi di siang hari tetap menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai. Kombinasi antara cuaca panas dan potensi aktivitas pembakaran oleh masyarakat dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah-daerah yang kering. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangatlah krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerugian yang lebih besar.













