Tiket Bus Rp10 Juta: Damai di Mamuju, PO Ganti Rugi Korban

Diposting pada

Polemik Penipuan Rp10,5 Juta Berakhir Damai Melalui Mediasi Polisi

Mamuju, Sulawesi Barat – Sebuah kasus dugaan penipuan yang melibatkan seorang warga bernama Kasman dan sebuah perusahaan otobus (PO) Rinra Trans, yang semula berujung pada kerugian finansial sebesar Rp10,5 juta, akhirnya menemukan titik terang. Perkara ini berhasil diselesaikan secara damai melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.

Mediasi ini dilaksanakan di Terminal Simbuang, Kabupaten Mamuju, pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di bawah pengawasan langsung dari Kapolsek Mamuju. Hasilnya, pihak PO Rinra Trans menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan seluruh uang korban yang telah disetorkan, sebesar Rp10.500.000. Setelah kesepakatan damai ini tercapai, Kasman, selaku korban, juga menyatakan niatnya untuk mencabut laporan pengaduan yang sebelumnya telah ia buat di Polda Sulawesi Barat.

Kapolsek Mamuju, AKP Mustapa, menjelaskan bahwa mediasi ini merupakan upaya untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Prosesnya berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. “Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara di luar proses hukum,” ujar AKP Mustapa. Ia menambahkan bahwa kesepakatan penting yang dicapai adalah kesediaan perwakilan PO Bus untuk mengembalikan kerugian korban akibat dugaan penipuan online sebesar Rp10.500.000.

Latar Belakang Kasus: Aksi Protes dan Dugaan Penipuan

Sebelum mediasi ini terjadi, situasi sempat memanas. Pada Rabu malam, 25 Maret 2026, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pattidi menggelar aksi pengadangan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Mamuju, tepatnya di Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Majene, Sulawesi Barat. Massa aksi secara spesifik mencari setiap bus yang berada di bawah naungan PO Rinra Trans.

Aksi ini merupakan bentuk protes atas dugaan tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan perusahaan otobus tersebut terhadap warga lokal. Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan pemuda dan orang tua tampak memadati bahu jalan trans-Sulawesi. Kendaraan roda dua terparkir di pinggir jalan, sementara massa aksi berdiri berjejer di tepi aspal, dengan seksama mengamati setiap bus yang melintas dari arah Mamuju menuju Makassar. Sorot lampu dari kendaraan yang lewat sesekali menerangi wajah-wajah tegang massa yang berjaga. Meskipun suasana cukup ramai, arus lalu lintas dilaporkan tetap lancar karena massa tidak melakukan penutupan jalan secara total. Fokus mereka hanya pada bus yang memiliki stiker atau identitas PO Bus dengan inisial “RT”.

Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Pattidi, Kasmang, menjelaskan kronologi awal dugaan penipuan. Permasalahan bermula dari pemesanan tiket perjalanan menuju Makassar. Korban, Kasman, disebut telah menyetorkan uang dalam jumlah yang cukup besar, namun tiket yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. “Kerugian mencapai Rp10 juta dengan dalih pengurusan administrasi tiket untuk dua orang,” ungkap Kasmang.

Sebelum aksi pengadangan dilakukan, pihak keluarga korban sebenarnya telah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan menghubungi manajemen PO bus. Namun, upaya tersebut dilaporkan tidak membuahkan hasil, yang akhirnya mendorong pelaporan kasus ini ke pihak kepolisian.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi menahan salah satu armada bus PO Rinra Trans. Namun, komunikasi yang terjalin antara sopir bus dan warga akhirnya membuka jalan untuk penyelesaian. Pihak perusahaan saat itu disebut berjanji akan bertanggung jawab. Kabarnya, perwakilan manajemen pun dilaporkan berangkat dari Makassar menuju Mamuju untuk mengatasi persoalan tersebut. “Informasinya, perwakilan bus sedang menuju ke Mamuju untuk menyelesaikan persoalan,” ujar salah seorang warga, Ramli, pada saat itu.

Klarifikasi dari Pihak PO Rinra Trans

Menanggapi situasi yang berkembang, Manajer PO Rinra Trans, Bobot, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat secara langsung dalam dugaan penipuan yang merugikan korban hingga Rp10 juta. Bobot menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika korban hendak memesan tiket rute Mamuju–Makassar. Namun, pada saat itu, seluruh kursi bus milik PO Rinra Trans telah terisi penuh.

Sebagai bentuk pelayanan, admin PO Rinra Trans justru memberikan daftar kontak perwakilan bus lain agar korban tetap dapat memperoleh transportasi. “Korban meminta nomor perwakilan lain karena tiket kami sudah penuh. Kami kirimkan sekitar 10 nomor kontak agen bus lain dari informasi umum seperti Google dan media sosial,” jelas Bobot pada Jumat, 27 Maret 2026.

Bobot menduga, salah satu nomor kontak yang dihubungi oleh korban, yang mengatasnamakan Bus Primadona, adalah pelaku penipuan sebenarnya. Korban kemudian diminta untuk mentransfer uang secara bertahap, mulai dari Rp500 ribu, Rp5 juta, hingga Rp4 juta, dengan berbagai alasan administrasi tiket. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp10 juta.

“Kami sudah menggunakan daftar nomor itu selama satu tahun dan baru kali ini terjadi kasus seperti ini. Kami tidak memiliki hubungan dengan nomor tersebut,” tegas Bobot.

Manajemen PO Rinra Trans juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa korban. Meskipun kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian, Bobot menyatakan kesiapan manajemen untuk mengikuti proses hukum yang berjalan. Selain itu, manajemen juga membuka ruang mediasi dengan korban dan keluarga.

Meskipun merasa tidak terlibat secara hukum, PO Rinra Trans mempertimbangkan adanya tanggung jawab moral. “Kami siap bertanggung jawab karena prihatin. Namun nominalnya cukup besar, sehingga perlu pendalaman transaksi. Saat ini kami lakukan penyelidikan internal dan mediasi,” pungkas Bobot.

Kesepakatan damai yang dicapai melalui mediasi ini diharapkan dapat mengakhiri polemik dan memberikan kelegaan bagi semua pihak yang terlibat.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan