Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas)! Kali ini, sekelompok mahasiswa cerdas berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025. Kompetisi bergengsi ini menguji kemampuan mahasiswa dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Tim Unhas yang beranggotakan Muhammad Al Mabrur G, Muhammad Farid Hidayat, Panji Bagus Satria, dan Erland Gavril Rande, berhasil memukau para juri dengan inovasi mereka yang diberi nama Aerotrak.
Apa itu Aerotrak?
Aerotrak adalah perangkat portabel yang dirancang khusus untuk mendeteksi polusi udara. Keunggulan utama Aerotrak terletak pada basis keberlanjutan lingkungannya. Perangkat ini hadir sebagai solusi praktis untuk memantau kualitas udara di sekitar kita, terutama partikel halus PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Muhammad Al Mabrur mengungkapkan bahwa ide pembuatan Aerotrak muncul dari keprihatinan mereka terhadap masalah polusi udara. Seringkali, keberadaan polusi udara tidak disadari dan sulit dideteksi secara langsung. Padahal, paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit serius, bahkan hingga menyebabkan kematian.
“Aerotrak dirancang untuk membantu masyarakat memantau kualitas udara di sekitar mereka secara real-time, sehingga mereka dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini,” jelas Al Mabrur.
Latar Belakang Kompetisi EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge
Kompetisi EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Academy of Entrepreneurs Australia, dan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Proses Seleksi yang Ketat
Perjalanan tim Aerotrak menuju gelar juara tidaklah mudah. Mereka harus melewati serangkaian seleksi yang ketat, dimulai dari tingkat internal kampus. Berkat kerja keras dan inovasi yang cemerlang, Al Mabrur dan tim berhasil meraih peringkat pertama dan terpilih sebagai perwakilan Universitas Hasanuddin.
Setelah lolos seleksi internal, mereka melanjutkan perjuangan di tingkat nasional. Tim Aerotrak kembali menunjukkan kualitasnya dan berhasil masuk dalam enam besar finalis terbaik. Pada babak final, mereka tampil memukau dan sukses meyakinkan dewan juri untuk memberikan gelar juara.
Hadiah dan Rencana Pengembangan Aerotrak
Sebagai juara pertama, tim Aerotrak berhak menerima hadiah berupa uang tunai sebesar 16.000 AUD atau setara dengan Rp 170 juta. Hadiah ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan Aerotrak ke tahap berikutnya. Mereka berencana untuk melakukan penyempurnaan teknologi dan mempersiapkan produksi massal.
Fitur dan Cara Kerja Aerotrak
Aerotrak memiliki desain yang ringkas, praktis, dan mudah digunakan. Ukurannya yang kecil memungkinkan perangkat ini dijadikan gantungan kunci atau dikaitkan pada tas maupun kendaraan. Aerotrak sangat cocok digunakan oleh individu yang sering beraktivitas di luar ruangan, seperti pengemudi ojek online, pekerja lapangan, atau pelajar.
Secara teknis, Aerotrak dikendalikan oleh mikrokontroler yang terintegrasi dengan sensor kualitas udara serta berbagai komponen pendukung lainnya.
Peduli Lingkungan dengan Daur Ulang
Tim Aerotrak tidak hanya peduli terhadap kesehatan manusia, tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan. Casing Aerotrak dibuat dari sampah plastik daur ulang, sehingga berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan.
Apresiasi dari Universitas Hasanuddin
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K), menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim Aerotrak. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas dan daya saing mahasiswa Universitas Hasanuddin. Selain itu, inovasi yang dihasilkan tim Aerotrak mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan selaras dengan komitmen pelestarian lingkungan.
Rencana Tindak Lanjut
Universitas Hasanuddin memberikan dukungan penuh kepada tim Aerotrak untuk melanjutkan pengembangan inovasi mereka. Tim Aerotrak akan mengikuti program studi independen Greenpreneurship dan ditargetkan untuk mengikuti expo pada semester mendatang. Selain itu, keempat mahasiswa tersebut juga akan mendapatkan diploma selama satu tahun dan pendampingan intensif dari Academy of Entrepreneurs untuk memperkuat pengembangan model bisnis, produk, serta strategi keberlanjutan.
Keberhasilan tim Aerotrak dalam kompetisi EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025 merupakan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ringkasan Poin Penting Aerotrak:
- Fungsi: Mendeteksi polusi udara secara real-time.
- Target Pengguna: Individu yang sering beraktivitas di luar ruangan.
- Keunggulan: Portabel, mudah digunakan, dan ramah lingkungan (casing dari daur ulang).
- Dampak: Membantu masyarakat memantau kualitas udara dan mencegah penyakit akibat polusi.


















