Persebaya Surabaya Bertekad Bungkam Kritik di Laga Kandang Melawan Persijap Jepara
Pertarungan antara Persebaya Surabaya dan Persijap Jepara yang akan digelar sore ini di Stadion Gelora Bung Tomo tidak hanya menjadi perebutan tiga poin krusial, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, untuk meredam gelombang kritik tajam yang dilayangkan oleh para pendukungnya, Bonek. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, sebagai bagian dari pekan tunda ke-8 Liga Super yang sarat dengan tekanan bagi kedua tim.
Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan kandang ini memiliki arti strategis untuk mengamankan posisi mereka di papan tengah klasemen. Sementara itu, bagi Persijap Jepara, laga ini merupakan kesempatan emas untuk memutus tren negatif yang terus membelenggu tim mereka.
Kondisi Kontras Kedua Tim
Persijap Jepara datang ke Surabaya dengan catatan performa yang sangat mengkhawatirkan. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini belum pernah merasakan kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka dan masih terperosok di zona degradasi. Saat ini, Persijap menduduki peringkat ke-17 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi 9 poin, hasil dari 2 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 9 kekalahan sepanjang musim ini. Situasi ini membuat Persijap berada dalam posisi yang rentan, hanya terpaut dua poin dari Persis Solo di dasar klasemen. Setiap pertandingan yang tersisa kini menjadi laga hidup mati bagi tim asal Jepara ini.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya menempati posisi ke-9 klasemen dengan raihan 19 poin. Green Force, julukan Persebaya, telah mencatatkan 4 kemenangan, 7 hasil seri, dan 3 kekalahan sejauh ini. Meskipun posisi ini terbilang aman, namun belum sepenuhnya memuaskan bagi para pendukung setia, Bonek. Tekanan pun mulai mengarah kepada Uston Nawawi, pelatih caretaker Persebaya, yang saat ini menjadi sorotan utama.
Optimisme dari Kubu Persijap
Meskipun berada dalam kondisi sulit, Persijap Jepara tetap datang ke Surabaya dengan semangat optimisme. Pelatih Divaldo Alves menyatakan keyakinannya bahwa timnya mampu mencuri poin di kandang Persebaya. Divaldo Alves sendiri bukan sosok asing bagi Stadion Gelora Bung Tomo. Ia memiliki rekam jejak positif di Surabaya, pernah membawa Persebaya meraih kemenangan saat menangani klub tersebut pada periode 2011-2012.
“Lihat histori saya, kemarin saya sebelum ke Persijap, saya satu dua tahun di Persebaya, kita menang di sini (saat melawan tim yang sama). Mudah-mudahan kita bisa menang melawan Persebaya,” ujar Divaldo Alves, penuh harap.
Pelatih asal Portugal ini mengakui kualitas Persebaya Surabaya yang sedang berada dalam tren positif. Namun, ia percaya bahwa Persijap memiliki potensi untuk memberikan kejutan. “Memang Persebaya tim berkualitas dan beberapa ini dalam hal positif. Saya kira tim kita akan spartan dan fokus kerja betul dan membuat surprise di kandang Persebaya,” pungkasnya.
Persebaya Mendapat Suntikan Moral
Kabar baik datang untuk Persebaya Surabaya menjelang laga krusial ini. Sejumlah pemain kunci yang sebelumnya absen kini telah kembali berlatih penuh. Risto Mitrevski, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera dipastikan siap memperkuat tim. Kehadiran ketiga pemain pilar ini menjadi modal berharga bagi Uston Nawawi, yang kini memiliki lebih banyak opsi taktik dan kedalaman skuad yang lebih fleksibel.
“Kita siapkan tim untuk lawan Persijap, tentunya kita ingatkan kepada pemain untuk tidak meremehkan Persijap yang saat ini berada di posisi bawah klasemen sementara,” ujar Uston Nawawi. Ia menambahkan, “Kondisi tim semakin baik. Beberapa pemain yang sebelumnya absen sudah kembali dan ikut berlatih penuh. Ini tentu menambah opsi dan kekuatan kami.”
Uston Nawawi menegaskan bahwa target Persebaya Surabaya tetap mengincar hasil maksimal. Fokus utama adalah kedisiplinan para pemain dalam menjalankan instruksi dan rencana permainan yang telah disusun. “Target kami jelas, tampil maksimal dan berusaha mendapatkan hasil positif. Tapi yang utama, pemain menjalankan rencana permainan dengan baik,” tegasnya.
Kritik dari Bonek dan Tekanan bagi Uston Nawawi
Meskipun tim mulai menunjukkan progres positif, Uston Nawawi rupanya belum sepenuhnya mendapatkan dukungan penuh dari Bonek. Sejumlah kritik keras justru mulai bermunculan menjelang laga melawan Persijap Jepara. Berbagai komentar bernada pesimis dan meminta penggantian pelatih ramai diperbincangkan di media sosial.
“Lawan Persijap pasrahno Coach Shin Sang-gyu seng dampingi, Uston minggir sek amit,” ujar salah seorang Bonek, menyuarakan kekecewaan. Komentar serupa datang dari Bonek lainnya, “Saatnya coach Shin Sang Gyu kembali yg mimpin, uston istirahat dulu saja demi Persebaya.” Nada yang sama terus bermunculan dari berbagai kalangan pendukung.
“Coach Shin aja plis yang mimpin,” tulis seorang Bonek, sementara yang lain menyarankan, “Uston prei sek ae.” Ada pula komentar yang lebih pedas, “Uston Nawawi ojok diajak tinggalen ae 😩 @officialpersebaya.” Tekanan publik ini jelas menjadi ujian mental tersendiri bagi Uston Nawawi.
Titik Balik Potensial
Namun, laga melawan Persijap Jepara ini justru berpotensi menjadi titik balik bagi Uston Nawawi. Sebuah kemenangan akan menjadi jawaban paling konkret dan efektif atas kritik yang datang bertubi-tubi. Dengan komposisi pemain yang kembali lengkap dan bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya memiliki keunggulan signifikan. Dukungan penuh dari Bonek di stadion juga akan menjadi faktor penentu.
Secara teori, Persebaya Surabaya memiliki kualitas dan momentum yang lebih baik dibandingkan Persijap. Prediksi mengarah pada kemenangan tipis bagi Green Force, asalkan mereka mampu bermain efektif dan disiplin di lapangan.
Bagi Uston Nawawi, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah panggung pembuktian kapasitas dan kemampuannya sebagai pelatih, sebelum era pelatih permanen, Bernardo Tavares, resmi dimulai pada Januari 2025 mendatang.




















