Veda Kian Dekati 10 Besar, Uriarte Mengancam Diam-diam

Diposting pada

Veda Ega Pratama Fokus Tingkatkan Konsistensi di Tes Pramusim Moto3


Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan fokus yang kuat pada peningkatan konsistensi selama hari terakhir tes pramusim Moto3. Misi ini menjadi prioritas utama sang rookie menjelang musim kompetisi yang akan datang.

Rangkaian tes pramusim Moto3 secara resmi ditutup setelah hari kedua pelaksanaannya di Sirkuit Jerez, Jerez de la Frontera, Spanyol, pada Minggu, 16 Februari 2026. Selama enam hari kesempatan uji coba yang berharga, Veda Ega Pratama didampingi oleh kuda besinya, Honda NSF250RW.

Rincian jadwal uji coba Veda mencakup dua hari di Jerez pada pekan lalu, dua hari di Portimao pada awal pekan yang sama, serta dua hari tambahan di Jerez pada November tahun sebelumnya, tepat setelah gelaran musim usai.

Salah satu aspek yang konsisten dilakukan Veda dalam setiap sesi tes adalah long run, atau yang lebih dikenal sebagai simulasi lomba. Dalam simulasi ini, seorang pembalap ditantang untuk mempertahankan kecepatan tinggi dalam serangkaian putaran yang cukup panjang secara beruntun.

Simulasi Lomba: Tolok Ukur Kemajuan Veda

Pada akhir pekan lalu di Jerez, Veda secara konsisten menjalani simulasi lomba dengan durasi penuh, meniru jarak balapan Grand Prix Spanyol, yaitu 19 lap. Sesi ini dilakukan di hari pertama dan juga hari kedua tes.

Hasil yang ditunjukkan Veda memperlihatkan peningkatan signifikan. Ia mampu mempertahankan pace yang lebih konsisten di kisaran waktu 1 menit 45 detik ketika melakukan simulasi balapan sendirian. Angka ini merupakan peningkatan sebesar satu detik dibandingkan rata-rata pace 1 menit 46 detik yang dicatatnya pada simulasi long run di hari pertama tes, serta hasil yang sama saat tes akhir tahun lalu di sirkuit yang sama.

Jika dibandingkan dengan hasil balapan Moto3 Spanyol tahun sebelumnya, kemajuan Veda kini menempatkannya semakin dekat dengan kecepatan para pembalap yang bersaing untuk posisi sepuluh besar.

Apabila satu putaran yang kurang optimal di tengah-tengah simulasi diabaikan, Veda mencatatkan total waktu 33 menit 47,480 detik dari 19 lap terbaiknya. Perbandingan ini menunjukkan kemajuan yang substansial. Pada tes bulan November, hasil simulasi lombanya hanya lebih cepat dari pembalap yang finis di posisi ke-15 pada GP Spanyol 2025. Namun, kini ia telah melampaui pembalap yang finis di posisi ke-13.

Sebagai informasi, pembalap yang finis di posisi ke-15 tahun lalu adalah Tatchakorn Buasri, yang merupakan pendahulu Veda di tim Honda Team Asia. Sementara itu, pembalap yang finis di urutan ke-13 musim lalu adalah Dennis Foggia, mantan murid Valentino Rossi dan runner-up Moto3 musim 2021.

Jarak dengan Papan Atas dan Perbandingan dengan Rival

Meski telah menunjukkan peningkatan yang pesat, Veda masih memiliki jarak dengan para pembalap papan atas. Ia masih terpaut hampir 7,7 detik dari total waktu pembalap yang finis di posisi ke-10 tahun lalu. Dalam rata-rata per lap, ini berarti Veda masih tertinggal sekitar 0,4 detik.

Pembalap yang dimaksud adalah Valentin Perrone dari tim Red Bull KTM Tech3. Perrone merupakan lawan yang pernah dihadapi Veda di Red Bull Rookies Cup dan akan kembali menjadi rivalnya di Moto3 musim 2026.

Potensi Veda untuk menjadi lebih cepat lagi terlihat dari beberapa momen di mana waktu lapnya sempat menurun drastis sebelum kembali ke ritme semula pada putaran berikutnya. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam manajemen ritme balapan.

Sementara itu, kecepatan impresif dalam simulasi lomba juga ditunjukkan oleh Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo. Uriarte merupakan pembalap seangkatan Veda di Moto3, yang juga masih berusia 17 tahun, dan merupakan salah satu pesaing terberatnya di Red Bull Rookies Cup.

Simulasi yang dilakukan Uriarte tidak mencapai durasi penuh GP Spanyol, melainkan hanya sekitar setengahnya, yaitu 10 lap beruntun. Meskipun demikian, pemilik trofi Rookies Cup dan JuniorGP ini mampu mengungguli Veda, bahkan Perrone, dalam 10 lap pertama GP Spanyol musim lalu dengan selisih waktu yang cukup signifikan.

Uriarte sendiri tergolong lebih beruntung dalam hal pengalaman di Moto3. Ia telah debut lebih awal di kelas ini karena usianya yang lebih tua tiga bulan dibandingkan Veda. Setelah mencapai usia 17 tahun pada 11 Agustus lalu, Uriarte memanfaatkan keistimewaan tiga besar Rookies Cup untuk melakukan debut Grand Prix setahun lebih cepat sebagai pembalap pengganti. Ia telah mengikuti empat balapan musim lalu, dengan hasil terbaik adalah finis kedelapan di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Analisis Perbandingan Ritme Lap

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemajuan dan perbandingan kecepatan, berikut adalah tabel yang menyajikan perbandingan ritme lap antara Veda, Uriarte, Perrone (posisi ke-10), dan Foggia (posisi ke-13) pada tes pramusim 2026 dan balapan GP Spanyol 2025.

LapTes Pramusim 2026 (Veda)Tes Pramusim 2026 (Uriarte)Tes Pramusim 2026 (Perrone – ke-10)GP Spanyol 2025 (Foggia – ke-13)
11:54,4881:49,917*1:53,5121:57,097
21:45,6161:45,3111:46,6581:46,195
31:45,5731:45,3561:45,0231:45,861
41:45,7411:45,2071:45,1611:45,642
51:47,3691:45,1651:45,3851:46,034
61:45,6811:45,3211:45,4841:45,643
71:45,4961:45,4051:46,0101:45,610
81:45,9961:45,6781:45,6271:45,955
91:45,7301:45,2921:45,4191:45,828
101:45,6071:45,4691:45,4931:45,986
111:46,5671:45,9211:46,269
121:45,9461:46,0811:46,407
131:45,8361:46,4691:46,372
141:47,1181:46,8511:46,503
151:48,4691:46,4631:46,417
161:46,8521:45,9131:46,468
171:46,8991:46,0271:46,505
181:46,8571:46,0631:46,621
191:47,2701:46,2141:47,149
201:46,838

Keterangan:
* * waktu lap dianulir.

Tabel ini secara jelas menunjukkan bagaimana Veda mampu menjaga ritme balapan yang konsisten di kisaran 1 menit 45 detik, mendekati performa para pembalap yang lebih berpengalaman. Peningkatan ini menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama dalam menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3 musim mendatang.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan