Wagub Maluku Utara, Sarbin Sehe, Salat Id 1447 Hijriah di Masjid Raya Sofifi

Diposting pada

Persiapan Hari Raya Idul Fitri di Maluku Utara: Fokus pada Masjid Raya Shaful Khairat dan Open House

Menjelang perayaan hari besar keagamaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah merampungkan sejumlah persiapan. Salah satu agenda penting yang telah dijadwalkan adalah pelaksanaan Salat Idul Fitri yang akan dipusatkan di Masjid Raya Shaful Khairat, Sofifi. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan status masjid tersebut sebagai fasilitas utama yang berada di bawah pengelolaan langsung Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dijadwalkan akan memimpin langsung pelaksanaan salat sunnah muakkad ini. Selain beliau, seluruh jajaran pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi, termasuk Sekretaris Provinsi dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga akan turut serta melaksanakan Salat Id di lokasi yang sama.

“Pak Wakil Gubernur akan melaksanakan Salat Id di Masjid Raya Sofifi. Selain beliau, Sekretaris Provinsi dan seluruh Pimpinan OPD juga akan mengikuti salat di lokasi yang sama,” ujar Abdul Karim, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku Utara, pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Keputusan untuk memusatkan Salat Id di Masjid Raya Shaful Khairat bukan tanpa alasan. Masjid ini dipilih karena merupakan masjid raya yang memiliki peran sentral di ibu kota Provinsi Maluku Utara dan dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para pejabat serta masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah salat Idul Fitri.

Rangkaian Acara Pasca Salat Idul Fitri

Setelah rangkaian ibadah Salat Idul Fitri usai dilaksanakan, agenda keagamaan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial yang tak kalah penting, yaitu open house. Open house ini akan digelar di rumah dinas Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang berlokasi di Sofifi.

Tujuan utama diselenggarakannya open house ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh elemen masyarakat untuk saling bersilaturahmi, memaafkan, dan merajut kebersamaan di momen yang penuh berkah ini.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, juga dipastikan akan turut hadir dalam acara open house tersebut. Kehadiran beliau diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan sinergi antara pimpinan daerah dan masyarakat.

Menariknya, selain open house di rumah dinas Wakil Gubernur di Sofifi, terdapat pula agenda lain yang telah disiapkan. Dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (H-2), Wakil Gubernur Sarbin Sehe juga akan menggelar open house di kediamannya yang terletak di Kota Tidore Kepulauan.

Pembagian lokasi kegiatan open house ini merupakan bagian dari strategi pengaturan yang telah disepakati antara Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menyambut hari-hari besar keagamaan. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kedua pimpinan daerah dapat bersilaturahmi dengan masyarakat di berbagai lokasi.

“Pada perayaan Natal dan Tahun Baru kemarin, kegiatan dipusatkan di kediaman Gubernur. Sementara untuk Idul Fitri dan Idul Adha dipusatkan di kediaman Wakil Gubernur,” jelas Abdul Karim.

Pengaturan ini mencerminkan adanya pembagian tugas dan peran yang jelas, sehingga setiap momen hari besar keagamaan dapat dirayakan dengan meriah dan melibatkan partisipasi aktif dari kedua pimpinan daerah, baik di ibu kota provinsi maupun di wilayah lain yang menjadi domisili mereka.

Menanti Keputusan Resmi Penetapan 1 Syawal

Meskipun persiapan internal telah matang, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa penetapan resmi hari pelaksanaan Idul Fitri masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Hal ini sesuai dengan prosedur yang berlaku di Indonesia, di mana penentuan awal bulan Syawal didasarkan pada hasil Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Metode yang digunakan dalam penentuan 1 Syawal adalah metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan hilal (bulan sabit) secara langsung. Sidang Isbat ini biasanya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan dari ormas Islam, astronom, dan lembaga terkait lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, secara nasional, Kemenag RI dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada tanggal 19 Maret 2026 untuk menentukan secara pasti kapan 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh. Keputusan dari Sidang Isbat inilah yang kemudian akan menjadi acuan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia, termasuk di Maluku Utara, dalam melaksanakan ibadah Idul Fitri.

Dengan demikian, seluruh persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara merupakan bagian dari upaya memastikan kelancaran dan kekhidmatan pelaksanaan ibadah dan silaturahmi di momen Idul Fitri, sembari tetap menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait penetapan tanggal pasti.

Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan