Dairi Raih WTP ke-12, Fokus Bergerak Cepat untuk Pembangunan dan Penataan Aset Daerah
Kabupaten Dairi kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Ini merupakan pencapaian istimewa ke-12 kalinya secara berturut-turut bagi Pemerintah Kabupaten Dairi, menjadi bukti nyata komitmen dan tata kelola keuangan yang transparan serta akuntabel. Namun, keberhasilan ini tidak lantas membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri.
Menindaklanjuti penghargaan bergengsi ini, Bupati Dairi, Vickner Sinaga, segera mengarahkan fokus kerja pada dua agenda utama yang krusial: percepatan pembangunan dan penataan aset daerah. Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 menjadi landasan kepercayaan publik yang kuat, yang kini diharapkan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Strategi Percepatan Pembangunan Pasca-WTP
Usai menerima hasil pemeriksaan dari BPK Sumut, Bupati Vickner Sinaga langsung memimpin rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat di Mess Pemkab Dairi, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh jajaran yang telah membawa Kabupaten Dairi meraih opini tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Capaian WTP ini harus menjadi motivasi kita untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegas Bupati Vickner. “Fokus kita sekarang adalah percepatan pembangunan dan penataan aset daerah. Prestasi WTP harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di tengah masyarakat.”
Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi akan menggelar program gotong royong serentak di tiga kecamatan: Sumbul, Pegagan Hilir, dan Siempat Nempu Hilir. Program ini dirancang sebagai upaya simultan untuk mempercepat penataan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah tersebut.
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam aksi gotong royong ini sangat beragam, mencakup:
* Penimbunan jalan berlubang menggunakan material sirtu dan base.
* Pembersihan badan jalan dari sampah dan vegetasi liar.
* Normalisasi dan pembersihan saluran drainase.
* Pembuatan saluran drainase alami untuk mencegah genangan air.
* Penyemprotan bahu jalan dengan herbisida untuk menjaga kebersihan.
* Pengecoran jalan di Desa Lae Markelang.
* Perbaikan jembatan di wilayah Pegagan Hilir.
Bupati Vickner mengungkapkan kebanggaannya melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan gotong royong yang telah digalakkan oleh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan ini merupakan modal utama dalam mempercepat laju pembangunan sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Semangat gotong royong ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga lingkungan tetap bersih, dan mencegah terjadinya genangan air melalui program Jalan Tanpa Genangan Air atau Jatagena,” ungkapnya.
Akselerasi Proyek Konstruksi dan Kesabaran Masyarakat
Selain program gotong royong, Bupati Vickner juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek konstruksi yang telah direncanakan. Ia menekankan pentingnya penuntasan seluruh tahapan administrasi, perencanaan teknis, dan proses pengadaan agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai, idealnya pada awal Juni 2026.
“Seluruh OPD terkait harus bergerak cepat. Kita ingin proyek-proyek pembangunan segera berjalan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Meskipun demikian, Bupati Vickner juga mengimbau masyarakat untuk menunjukkan kesabaran terhadap sejumlah infrastruktur yang masih membutuhkan penanganan bertahap. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pembangunan, namun tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta mematuhi mekanisme pengadaan yang berlaku.
“Kami memahami harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan dan infrastruktur lainnya. Pemerintah akan terus bekerja maksimal agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata,” ujarnya.
Dengan raihan WTP ke-12 berturut-turut sebagai modal kepercayaan publik yang kokoh, Pemerintah Kabupaten Dairi kini bertekad untuk mengubah capaian administratif tersebut menjadi percepatan pembangunan yang nyata. Tujuannya adalah untuk secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Kabupaten Dairi, memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola benar-benar berujung pada kesejahteraan rakyat.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, beserta sejumlah pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Dairi, menunjukkan komitmen kolektif untuk mewujudkan agenda pembangunan yang telah dicanangkan.











