Serpihan Pesawat ATR 400 Ditemukan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban di Gunung Bulu
MAKASSAR – Upaya pencarian terhadap pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga serpihan besar pesawat di kawasan Gunung Bulu. Serpihan-serpihan krusial yang berhasil diidentifikasi meliputi bagian jendela, ekor, dan badan pesawat. Penemuan signifikan ini dilaporkan terjadi pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.02 Wita.
Kepala Basarnas Sulsel, Muhammad Arif Anwar, dalam keterangan persnya pada Minggu pagi di Bandara Sultan Hasanuddin, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan pencarian. Medan yang terjal dan kondisi cuaca yang ekstrem menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh para petugas di lapangan. Meskipun demikian, penemuan tiga komponen utama pesawat tersebut menjadi titik terang dalam investigasi musibah ini.
“Sampai saat ini, tim baru menemukan jendela pesawat, badan pesawat, dan ekor pesawat,” ujar Arif Anwar. Ia menambahkan bahwa selain tiga serpihan besar tersebut, tim juga menemukan sejumlah serpihan kecil lainnya yang tersebar di berbagai lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa pesawat mengalami fragmentasi yang cukup parah saat insiden terjadi. Penemuan serpihan yang tidak terpusat di satu titik menjadi indikasi luasnya area terdampak.
Fokus utama tim SAR gabungan saat ini adalah pada upaya penyelamatan dan evakuasi korban. Prioritas utama diberikan untuk menemukan para penumpang dan kru yang masih hilang, dengan harapan mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Yang kami utamakan saat ini adalah pencarian korban, mudah-mudahan masih ada bisa dievakuasi dalam keadaan selamat,” tegas Arif Anwar.
Strategi Pencarian Komprehensif: Kombinasi Darat dan Udara
Untuk memaksimalkan peluang penemuan, tim SAR gabungan menerapkan strategi pencarian yang komprehensif, mengombinasikan metode pencarian dari udara dan darat.
Pencarian Udara:
- Tim pencarian udara mengerahkan aset-aset penting, termasuk Helikopter Caracal dan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara.
- Alat-alat ini sangat krusial untuk melakukan survei area yang luas dari ketinggian dan mendeteksi objek-objek yang terlihat dari atas.
Pencarian Darat:
- Untuk pencarian darat, dikerahkan sebanyak 1.200 personel yang terdiri dari berbagai unsur instansi terkait.
- Tim darat menyebar ke berbagai titik di medan yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan.
Muhammad Arif Anwar merinci bahwa Basarnas sendiri telah membagi timnya menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Keempat SRU ini disebar ke empat titik pencarian yang berbeda. Metode ini diterapkan untuk memastikan cakupan pencarian yang maksimal dan meminimalkan risiko terlewatnya korban.
“Kami dari Basarnas sendiri membagi empat SRU dan membagi empat titik pencarian, melalui penyapuan lewat darat, sehingga tidak ada korban yang terlewatkan,” jelasnya.
Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400
Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) ini dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut tengah dalam penerbangan dari rute Yogyakarta menuju Makassar. Lokasi terakhir hilangnya kontak berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kemudian mengarah pada penemuan serpihan di Gunung Bulu.
Pesawat nahas tersebut membawa total 10 orang di dalamnya, yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Berikut adalah daftar nama kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat:
Kru Pesawat:
- Kapten Andy Dahananto (Pilot)
- FOO Hariadi
- EOB Restu Adi
- DOB Dwi Murdiono
- Florencia Lolita
- Esther
- Aprilita S
Penumpang:
- Deden
- Ferry
- Yoga
Pencarian terus dilakukan dengan intensif oleh seluruh tim gabungan, dengan harapan dapat segera menemukan seluruh korban dan menguak penyebab pasti dari insiden tragis ini. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk tim SAR yang bertugas di lapangan.

