Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Laut Lumajang, Jawa Timur
Pada Selasa, Juni 2026, wilayah perairan Lumajang, Jawa Timur, diguncang gempa bumi. Peristiwa ini terjadi pada pukul 09:58 WIB, dengan kekuatan magnitudo 3,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, dengan kedalaman 10 kilometer.
Lokasi gempa tercatat pada koordinat 9.20 Lintang Selatan (LS) dan 113.11 Bujur Timur (BT). Titik pusat gempa ini berjarak sekitar 119 kilometer arah barat daya dari Lumajang, Jawa Timur. BMKG, sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, terus memantau aktivitas seismik di seluruh Indonesia.
Informasi awal yang dibagikan oleh BMKG menyatakan, “Gempa Mag:3.7, 02-Jun-2026 09:58:09WIB, Lok:9.20LS, 113.11BT (119 km BaratDaya LUMAJANG-JATIM), Kedlmn:10 Km.” BMKG juga menekankan bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
Meskipun gempa ini tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan, kesiapsiagaan selalu menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi. Memahami langkah-langkah yang tepat saat terjadi gempa dapat meminimalkan risiko dan menyelamatkan nyawa.
Panduan Keselamatan Saat Terjadi Gempa Bumi
BMKG secara rutin memberikan panduan mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Panduan ini terbagi berdasarkan lokasi Anda berada saat gempa mengguncang.
1. Jika Anda Berada di Dalam Bangunan
- Lindungi Diri: Segera lindungi kepala dan badan Anda dari potensi reruntuhan bangunan. Cara terbaik adalah dengan berlindung di bawah meja yang kokoh atau perabot lain yang dapat menahan beban.
- Cari Titik Aman: Identifikasi area di dalam ruangan yang paling aman dari goncangan dan potensi jatuhan benda. Jauhi jendela, kaca, dan benda-benda yang mudah roboh.
- Evakuasi Jika Memungkinkan: Jika situasi memungkinkan dan Anda dapat keluar dari bangunan dengan aman, segera lakukan evakuasi menuju tempat terbuka yang aman.
2. Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
- Jauhi Struktur Berbahaya: Menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, pohon, atau struktur lain yang berpotensi roboh atau menimpa Anda.
- Perhatikan Permukaan Tanah: Waspadai rekahan tanah yang mungkin muncul. Hindari berjalan di atas area yang retak karena bisa jadi tidak stabil.
3. Jika Anda Sedang Mengendarai Mobil
- Berhenti di Tempat Aman: Segera menepi dan berhenti di tempat terbuka yang jauh dari bangunan, jembatan, atau pohon. Hindari berhenti di bawah jalan layang atau jembatan.
- Keluar dari Kendaraan: Turun dari mobil dan menjauhlah dari kendaraan. Gempa dapat menyebabkan pergeseran tanah yang dapat membuat mobil terguling atau terbakar.
- Perhatikan Permukaan Tanah: Sama seperti saat berada di luar bangunan, perhatikan adanya rekahan tanah di sekitar Anda.
4. Jika Anda Tinggal atau Berada di Wilayah Pantai
- Segera Menjauhi Pantai: Jika gempa terasa kuat, segera menjauhi area pantai. Gempa yang berpusat di laut berpotensi memicu tsunami. Ikuti arahan dari petugas penyelamat atau peringatan dini tsunami jika dikeluarkan.
5. Jika Anda Tinggal di Daerah Pegunungan
- Waspadai Longsoran: Daerah pegunungan rentan terhadap bencana susulan berupa longsoran tanah setelah gempa. Hindari area yang lerengnya curam atau yang terlihat tidak stabil.
Memahami Skala Intensitas Guncangan Gempa (Skala MMI)
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan untuk mengukur tingkat kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan seberapa kuat guncangan dirasakan oleh manusia. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai skala MMI:
- Skala MMI I-II (Tidak Dirasakan – Not Felt): Guncangan gempa tidak dirasakan oleh sebagian besar orang, atau hanya dirasakan oleh beberapa orang yang sangat sensitif. Gempa biasanya hanya terekam oleh alat seismograf.
- Skala MMI III-V (Dirasakan oleh Banyak Orang): Guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan. Benda-benda ringan yang tergantung akan bergoyang, dan jendela kaca mungkin bergetar. Namun, pada skala ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan.
- Skala MMI VI (Kerusakan Ringan – Slight Damage): Bagian non-struktural bangunan mulai mengalami kerusakan ringan. Contohnya, retakan rambut pada dinding, genteng yang bergeser atau sebagian berjatuhan.
- Skala MMI VII-VIII (Kerusakan Sedang – Moderate Damage): Terjadi banyak keretakan pada dinding bangunan sederhana, bahkan sebagian bisa roboh. Kaca jendela pecah, dan plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
- Skala MMI IX-XII (Kerusakan Berat – Heavy Damage): Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Pada skala tertinggi, rel kereta api bisa melengkung.













