Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, 7 Maret lalu, telah menimbulkan dampak signifikan berupa banjir di berbagai titik. Hingga Senin, 9 Maret, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa masih ada 15 Rukun Tetangga (RT) dan 2 ruas jalan yang tergenang air, seluruhnya berlokasi di wilayah Jakarta Barat.
Rincian Wilayah yang Masih Tergenang Banjir
Kondisi banjir yang masih berlangsung ini tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta Barat, dengan ketinggian air yang bervariasi.
Kelurahan Duri Kosambi:
- Terdapat 5 RT yang tergenang.
- Ketinggian air mencapai 50 cm.
- Penyebab banjir di wilayah ini adalah curah hujan yang tinggi dan meluapnya Kali Semanan.
Kelurahan Rawa Buaya:
- Sebanyak 7 RT masih terdampak genangan air.
- Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 cm.
- Curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir di kelurahan ini.
Kelurahan Jelambar:
- 1 RT di kelurahan ini tergenang.
- Ketinggian air mencapai 30 cm.
- Banjir disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan luapan Kali Grogol.
Kelurahan Kembangan Selatan:
- Dua RT di wilayah ini masih terendam.
- Ketinggian air mencapai 50 cm.
- Penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi serta luapan dari Kali Bendungan dan Kali Pelopor.
Kelurahan Kembangan Utara:
- Terdapat 2 RT yang tergenang banjir.
- Ketinggian air dilaporkan mencapai 70 cm.
- Curah hujan tinggi dan luapan air menjadi penyebab utama masalah ini.

Titik Pengungsian Bagi Warga Terdampak
Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memaksa sebagian warga untuk mengungsi demi keselamatan. Berbagai fasilitas umum di wilayah Jakarta Barat telah dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian sementara.
Berikut adalah daftar titik-titik pengungsian yang terdata:
Kelurahan Kedaung Kali Angke:
- Masjid Jami AlKhaeer: Menampung 11 Kepala Keluarga (KK) dengan total 28 jiwa.
- Masjid Uswatun Hasanah: Menampung 20 KK dengan total 50 jiwa.
- Masjid Jami Al Fudhollah: Menampung 13 KK dengan total 60 jiwa.
Kelurahan Kembangan Selatan:
- Masjid At Taqwa: Menampung 27 KK dengan total 80 jiwa.
- Majelis Darul Muhyi: Menampung 13 KK dengan total 50 jiwa.
Kelurahan Kembangan Utara:
- Masjid Jami Al Ikhlas dan Mushola At Tihanah: Menampung 36 KK dengan total 108 jiwa.
- Ruang Literasi dan SDN 05/08: Menampung 13 KK dengan total 33 jiwa.
- Sekolah SDSN 01 Pagi.
Kelurahan Jelambar:
- Musala At taqwa: Menampung 10 KK dengan total 30 jiwa.

Jalanan yang Tergenang dan yang Mulai Surut
Selain permukiman, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Barat juga mengalami genangan, yang tentu saja mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga.
Jalan-jalan yang masih tergenang air meliputi:
- Jalan Kapuk Muara Raya, Kelurahan Kapuk Muara.
- Lampu Merah Luar Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan.
Ketinggian air di jalan-jalan ini bervariasi antara 15 hingga 70 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Angke.

Namun, kabar baiknya adalah genangan di beberapa area telah menunjukkan tanda-tanda surut. Upaya penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang membuahkan hasil.
Berikut adalah daftar wilayah yang genangannya sudah surut:
- Kelurahan Cengkareng Timur: 1 RT.
- Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT.
- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT.
- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT.
- Kelurahan Duri Kosambi: 2 RT.
- Kelurahan Rawa Buaya: 2 RT.
Demikian pula, genangan di beberapa ruas jalan juga telah surut, memulihkan kelancaran transportasi:
- Jalan Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan.
- Jalan Daan Mogot, KM 13, Kelurahan Rawa Buaya.
- Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara.
- Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke.
- Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng.
- Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur.

Respons dan Penanganan Cepat dari BPBD DKI Jakarta
Menghadapi situasi banjir ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Personel dikerahkan ke setiap wilayah yang terdampak untuk memantau kondisi secara langsung. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk mempercepat proses penyedotan genangan air dan memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir, seperti tali-tali air, berfungsi optimal. Kolaborasi dengan para lurah dan camat setempat juga menjadi kunci dalam penanganan di tingkat akar rumput. Selain itu, kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan sanitasi, juga menjadi prioritas untuk disiapkan.
Target utama penanganan banjir adalah agar genangan air dapat surut secepat mungkin, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal dan dampak kerugian dapat diminimalisir. Upaya pemulihan pasca-banjir juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan.




















