Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H: Solusi Kebutuhan Pokok Terjangkau di Kota Kediri
Menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau bagi seluruh warganya. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri (DKPP), digagaslah sebuah program bertajuk “Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H”. Program inovatif ini akan diselenggarakan mulai tanggal 23 hingga 27 Februari 2026, menyasar lima kelurahan berbeda di seluruh penjuru Kota Kediri.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak hari pertama pelaksanaan. Kelurahan Tempurejo menjadi saksi bisu gelombang pertama warga yang menyerbu lokasi gerakan pangan murah. Sejak pagi hari, antrean panjang telah terbentuk, mengindikasikan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan emas ini guna mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan selisih harga yang signifikan dibandingkan harga pasaran. Gerakan ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, memberikan waktu yang cukup bagi warga untuk berbelanja.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan yang Strategis
Untuk memastikan jangkauan yang maksimal, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan jadwal dan lokasi yang tersebar di lima kelurahan strategis. Setelah dibuka perdana di Kelurahan Tempurejo pada hari Senin, 23 Februari 2026, gerakan ini akan berlanjut ke kelurahan-kelurahan lain sesuai jadwal berikut:
- Selasa, 24 Februari 2026: Kelurahan Kaliombo
- Rabu, 25 Februari 2026: Kelurahan Betet
- Kamis, 26 Februari 2026: Kelurahan Rejomulyo
- Jumat, 27 Februari 2026: Kelurahan Bangsal (Penutupan)
Penentuan lokasi yang berkeliling ini diharapkan dapat memudahkan akses bagi warga dari berbagai wilayah di Kota Kediri untuk turut serta dalam gerakan pangan murah ini.
Beragam Komoditas Pangan Tersedia
Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H tidak hanya menawarkan harga yang kompetitif, tetapi juga menyediakan beragam jenis kebutuhan pokok yang menjadi primadona menjelang bulan puasa dan hari raya. Komoditas yang ditawarkan meliputi:
- Beras: Tersedia dalam jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) maupun beras premium.
- Minyak Goreng: Termasuk minyak goreng curah maupun kemasan seperti Minyakita.
- Gula Pasir: Kebutuhan pokok yang selalu dicari menjelang hari raya.
- Aneka Bawang: Bawang merah dan bawang putih yang merupakan bumbu dasar masakan.
- Sayur Mayur Segar: Berbagai jenis sayuran yang dibutuhkan untuk lauk pauk sehari-hari.
- Cabai: Komoditas yang seringkali mengalami lonjakan harga menjelang momen tertentu.
- Ikan Lele: Sumber protein hewani yang terjangkau.
Selain daftar tersebut, DKPP juga berkomitmen untuk menambahkan komoditas pangan lain yang sifatnya dinamis, menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan di pasar dan kebutuhan mendesak masyarakat. Fleksibilitas ini memastikan bahwa gerakan pangan murah ini benar-benar relevan dan bermanfaat.
Syarat dan Ketentuan Belanja yang Efisien
Demi kelancaran dan ketepatan sasaran program, terdapat dua syarat utama yang wajib dipenuhi oleh masyarakat yang ingin berbelanja di Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H. Pertama, masyarakat diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Kediri sebagai bukti domisili. Kebijakan ini bertujuan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh warga Kota Kediri. Kedua, setiap pengunjung diminta untuk membawa tas belanja sendiri. Inisiatif ini tidak hanya mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, tetapi juga menciptakan lingkungan berbelanja yang lebih ramah lingkungan.
Realita di Lapangan: Hemat Hingga Ribuan Rupiah
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H tercermin dari testimoni para pengunjung. Salah seorang warga, Ririn, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program ini. Ia mengaku datang ke lokasi perdana di Kelurahan Tempurejo untuk membeli beras, gula, dan minyak goreng sebagai persiapan kebutuhan Ramadhan.
“Belanja beras, gula, minyak. Harganya Alhamdulillah murah banget, senang,” ujar Ririn dengan nada gembira. Ia merinci bahwa untuk beras, selisih harga dengan pasaran bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram. Sementara itu, untuk gula pasir, penghematan yang dirasakan adalah sekitar Rp 1.500 per kilogram.
Ririn menambahkan bahwa bahan pokok yang dibelinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari serta untuk membuat berbagai jenis jajanan khas menjelang Lebaran. “Rencananya untuk goreng-goreng jajan persiapan Lebaran. Memilih belanja di sini karena lebih murah dan lebih hemat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti harga cabai yang saat ini relatif tinggi di pasaran. Menurutnya, kegiatan seperti gerakan pangan murah ini sangat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat. “Sekarang harga cabai yang agak mahal ya di pasaran. Semoga kegiatan serupa ini ada terus jadi bisa lebih menghemat pengeluaran, lebih murah,” harap Ririn menutup percakapannya.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial pemerintah kota melalui gerakan pangan murah ini diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama di momen-momen penting seperti menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.



















