PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini akan mencapai puncaknya pada hari ini, Minggu, 4 Januari 2026. Peningkatan volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabodetabek diperkirakan terjadi seiring dengan berakhirnya masa libur Tahun Baru dan kembalinya aktivitas masyarakat ke rutinitas normal.
Persiapan Jasa Marga untuk Mengantisipasi Puncak Arus Balik
Menghadapi prediksi puncak arus balik ini, Jasa Marga telah mempersiapkan serangkaian langkah antisipatif yang komprehensif. Upaya ini mencakup optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas yang cermat di titik-titik rawan kepadatan, serta memastikan kesiapan penuh petugas dan sarana pendukung di lapangan. Tujuannya adalah untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan seluruh pengguna jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan pihak Kepolisian. Jasa Marga berkomitmen untuk mendukung penuh segala bentuk rekayasa lalu lintas yang diperlukan, sesuai dengan diskresi dan kebijakan Kepolisian. Kolaborasi ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan arus kendaraan dapat bergerak dengan lancar.
Optimalisasi Layanan Transjawa Tol
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) secara khusus akan mengoptimalkan layanan di 401 gardu tol yang tersebar di empat segmen utama Jalan Tol Trans Jawa. Fokus utama adalah untuk melayani pergerakan kendaraan yang kembali dari wilayah timur menuju barat Trans Jawa.
Optimalisasi layanan transaksi di gerbang tol masuk dan keluar pada segmen-segmen krusial ini menjadi prioritas. Berikut rinciannya:
-
Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek:
JTT akan mengoperasikan sebanyak 209 gardu tol.
Gardu-gardu ini tersebar di 35 gerbang tol strategis yang dirancang khusus untuk mendukung kelancaran arus balik menuju wilayah Jabodeabek. Keberadaan gardu tol yang memadai di ruas ini sangat vital mengingat tingginya volume kendaraan yang kembali ke ibu kota. -
Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci:
Sebanyak 33 gardu tol akan disiagakan di ruas ini.
Gardu-gardu tersebut tersebar di 7 gerbang tol.
Tujuannya adalah untuk mengakomodasi pergerakan kendaraan yang berasal dari wilayah Jawa Tengah menuju Jawa Barat. -
Wilayah Jawa Tengah (Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C):
JTT akan mengoperasikan 37 gardu tol.
Gardu-gardu ini tersebar di 9 gerbang tol.
Fokusnya adalah untuk menjaga kelancaran lalu lintas antarkota di wilayah Jawa Tengah, memastikan konektivitas antar daerah tetap terjaga meskipun dalam volume lalu lintas yang tinggi. -
Wilayah Jawa Timur (Ruas Jalan Tol Surabaya – Gempol):
Sebanyak 122 gardu tol akan dioperasikan di ruas ini.
Gardu-gardu tol tersebut tersebar di 18 gerbang tol.
Optimalisasi di wilayah ini ditujukan untuk melayani arus balik kendaraan yang datang dari arah Timur (Jawa Timur) menuju barat (Jawa Barat), termasuk yang menuju Jabodetabek.
VP Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menambahkan bahwa seluruh upaya ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, Jasa Marga berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan arus balik yang optimal dan bebas hambatan bagi masyarakat.



















